|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
|
Kasut |
|
13 Desember 2004
Bad Habits: Menurut Anda, apa arti Ibadah Minggu? Engelbert Rudolf Sangkilawang |
|
|
Pernah dengarkah bahwa Ibadah Minggu atau yang kita kenal
dengan Kebaktian Minggu di kawasan Eropa atau Amerika
Serikat disebut dengan istilah Service? Ya, benar,
mereka memakai istilah Service. Kita di sini lebih
mengenal istilah Service tersebut untuk tujuan perbaikan.
Misalnya mobil, TV , AC, Arloji kita rusak, maka kita akan
melakukan service atau reparasi.
Istilah service di Eropa dan AS tersebut dipakai memang
dengan analogi yang hampir serupa dengan perbaikan yang
acapkali kita lakukan. Setelah kita menjalani hidup ini
dari hari Senin sampai Sabtu maka terdapat beberapa
perbaikan yang perlu dilakukan. Seberapa besar/kecil
perbaikan yang perlu dilakukan? Ya diri kita sendiri yang
mengetahuinya. Nah untuk keperluan perbaikan itulah kita
datang pada ibadah/kebaktian Minggu. |
|
Kaidah Liturgi |
Pada ibadah/kebaktian minggu itu ada Liturgi. Apa itu
Liturgi? Menurut Andar Ismail dalam bukunya Selamat
Berbakti diterangkan arti Liturgi sebagai berikut: Sekitar
empat ratus tahun sebelum kelahiran Yesus, kata itu sudah
lazim dalam budaya Yunani-Romawi kata Leitourgia (Leos=rakyat,
ergon=kerja) berarti kerja bakti yang dilakukan penduduk
kota. Pada zaman itu liturgi berarti apa yang dibaktikan
seseorang bagi kehidupan bersama, sekitar tahun 300
sebelum masehi kata liturgi mendapat arti yang lain, yakni
ibadah dalam kuil.
Berapa ratus tahun kemudian para pengarang Perjanjian Baru
memakai kata liturgi untuk ibadah atau kebaktian kepada
Tuhan. Dari situ kita sekarang mengenal kata liturgi dalam
arti Tata Ibadah. Namun Tata Ibadah bukan sekadar susunan
mata acara dalam suatu ibadah. Tata berarti kaidah, sistem
atau aturan.
Kaidah pertama adalah Keutuhan jadi artinya tiap mata
acara ibadah itu menyambung dengan mata acara lainnya.
Yang lebih mendasar lagi, kaidah keutuhan perlu tampak
dalam hakikat tiap mata acara. Hakikat bagian awal ibadah
adalah undangan pihak Tuhan dan kedatangan pihak umat.
Hakikat bagian akhir adalah tanggapan umat terhadap sapaan
Allah.
Kaidah kedua adalah timbal balik. Setiap mata acara perlu
tersusun dengan irama gilir-ganti, timbal-balik atau sahut
menyahut. Sebagai contoh pembacaan Alkitab atau khotbah
adalah lambang sabda Allah, segera setelah itu umat
bersaat teduh. Allah menyapa, umat menyahut. Kaidah ketiga
adalah keseimbangan. Dalam dua pihak berinteraksi, tidak
ada pihak yang lebih dominan dari yang lain. Jadi, liturgi
bukan sekadar susunan mata acara ibadah yang sudah
disiapkan. Liturgi adalah kaidah untuk Ibadah, aturan
untuk ibadah atau tata cara untuk ibadah. Dengan liturgi
kita beribadah dengan persiapan dan pemahaman bukan secara
dadakan atau asal-asalan. |
|
Bad Habits? |
Sampai sejauh artikel ini lalu kita bertanya Apa hubungan
pemaparan liturgi dengan BAD HABITS? Silakan menjawab
sendiri-sendiri, berapa kali sudah kita terlambat
mengikuti kebaktian Minggu dan berapa kali pula kita
meninggalkan gereja ketika ibadah masih berlangsung yang
berarti kita telah mengabaikan kaidah pertama dari liturgi
yaitu kaidah keutuhan.
Jadi, apabila beribadah sebaiknya kita (umat) mengikuti
liturgi tersebut dari awal hingga akhir.
Dengan pemaparan singkat ini sangat diharapkan kehadiran
jemaat dalam setiap ibadah minggu dapat tepat waktu.
Selamat berbakti! |
|
|
|
>> Arsip
|
|
|
|
|
|