|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
|
Kasut |
|
29 Nopember 2003
Paduan Suara Wilayah Pondok Indah ke
Solo
Bonar Gultom/Tom Surjadi |
|
|
Tanggal 7-9 November 2003, Paduan Suara (PS) Wilayah Pondok Indah
berada di Solo. Rombongan ini berjumlah 30 anggota
termasuk dua dirigennya yaitu Ibu Pauline Gunawan dan Sdr.
Boy Naffi serta Sdr. Arthur sebagai pianis. PS ini
mempersembahkan nyanyiannya di dua kebaktian minggu GKI
Sangkrah tgl. 9 Nov 2003.
Selain mempersembahkan nyanyian, PS ini mencatat beberapa
hal yang patut dijadikan bahan masukan bagi kehidupan
berjemaat, peribadahan dan musik gerejawi GKI-Pondok Indah.
Berikut adalah beberapa hal penting yang tercatat. |
|
GKI SANGKRAH |
|
Bulan Oktober yang lalu gereja ini baru saja memperingati
ulang tahunnya yang ke 70. Jumlah anggota tercatat sekitar
3000 jiwa. Kunjungan ke Kebaktian Minggu rata-rata di atas
1000. Partisipasi jemaat cukup tinggi, diperkirakan 30 %
jemaat mengambil peran langsung pada kegiatan jemaat.
Saat ini jemaat telah berhasil membeli sebidang tanah
seluas satu hektar tepat di sebelah timur gedung gereja
yang sekarang. Gedung gereja yang sekarang digunakan
adalah bangunan baru dengan kapasitas sekitar 600 tempat
duduk.
Gedung gereja berAC, dilengkapi dengan layar monitor besar
dan proyektor multimedia. Tayangan pada layar disesuaikan
dengan tata ibadah, disertai ilustrasi yang sesuai. Gedung
lama yang terletak di sebelah baratnya tetap dipertahankan
dan digunakan untuk kegiatan remaja dsb. Kebaktian Anak
lebih banyak dilakukan di luar gedung gereja. Terdapat
lebih dari 20 lokasi sekolah minggu yang tersebar di kota
Solo.
Tiga orang pendeta melayani jemaat ini yaitu Pdt.
Agustinus Kermite, Pdt. Mungki A. Sasmita, Pdt. Lanny S.
Mariani. Seorang pendeta lain yaitu Pdt. Agus Wiyanto akan
ditempatkan di Boyolali bersamaan dengan pendewasaan Bajem
Boyolali menjadi GKI-Boyolali pada bulan November 2003.
Bajem lain dari GKI Sangkrah adalah Wonosaren, Pengging,
dan Randusari.
|
|
PSPJ (Paduan Suara Pengiring Jemaat) |
|
Paduan suara ini sepenuhnya mengiringi jemaat atau lebih
tepatnya bernyanyi bersama jemaat. Seluruh lagu dalam tata
ibadah kebanyakan diambil dari Kidung Jemaat dan NKB atau
lagu yang lazim dinyanyikan di GKI. Namun karena aransemen
dibuat sedemikian rupa, lagu-lagu yang biasa tersebut
dapat dinyanyikan dengan lebih hidup, lebih bersemangat
dan lebih dinamis tanpa kehilangan nuansa GKInya.
Dukungan tata suara yang memadai ditambah dengan ruangan
yang tertutup membuat setiap lagu berkumandang memenuhi
seluruh ruang kebaktian. Jumlah anggota PSPJ ini lebih
dari 30 orang, ditambah dua orang pada 2 organ utama dan
dua orang pada 2 keyboard.
Selain PSPJ yang lengkap seperti ini, mereka juga memecah
dalam kelompok yang lebih kecil yaitu kelompok sekitar 6
orang. Hal ini dilakukan untuk dapat memenuhi pelayanan
kebaktian setiap minggu. Kelompok besar bertugas sebulan
sekali, sedangkan kelompok kecil melayani kebaktian Minggu
lainnya.
Pada saat ini mereka telah siap melayani sampai Desember
2003. Lagu-lagu yang disiapkan didasarkan pada rancangan
liturgi tahunan. Mayoritas anggota adalah dewasa muda dan
pemuda. PSPJ ini telah melayani selama 4 tahun sebagai
hasil dari kerinduan dan kesadaran pentingnya setiap lagu
sebagai unsur liturgi yang perlu mendapat perhatian tanpa
kehilangan jiwa GKI-nya.
Kerinduan ini kemudian dilanjutkan dengan melakukan
konsultasi dan benchmarking pada GKI Peterongan Semarang.
Hasilnya GKI Sangkrah berhasil mengolah nyanyian sebagai
unsur liturgi yang penting.
|
|
CERAMAH BPK JACOB TOBING |
|
Pada hari Minggu 9 November 2003 seusai Kebaktian II, Bpk
Jacob Tobing sebagai politikus dan anggota DPR sempat
memberi ceramah yang bertajuk Pendidikan Demokrasi
Menghadapi Pemilu 2004. Antusiasnya jemaat GKI Sangkrah
nampak pada jumlah peserta yang lebih dari 100 orang. Juga
nampak pada diperpanjangnya waktu yang semula
direncananakan hanya berlangsung satu jam, menjadi dua
jam.
|
|
KUNJUNGAN KE ISTANA MANGKUNEGARAN |
|
Dipimpin oleh Pnt. Adrianus Mooy, Sabtu 8 November 2003
malam, rombongan berkunjung ke Istana Mankunegaran.
Rombongan disambut oleh GRAy Satuti Rahadian, anak tertua
dari Mangkunegara VIII. Beliau adalah kakak tertua
Mangkunegara IX (yang sekarang) yaitu KGPA Sujiwo.
Rombongan diantar melihat-lihat koleksi istana di museum,
disambut dengan tari Serimpi yang dibawakan oleh dua
penari kera-bat istana yang biasa melawat ke luar negeri,
di-jamu makan malam, diantar mengelilingi istana bahkan
sampai ke kamar mandi keputren/permaisuri yang tidak
sembarang orang dapat melihatnya. Ini dapat terjadi karena
KRAy Isnania-Sarwono adalah sepupu Mangkunegara IX dan
pernah tinggal di sana. Pada kesempatan itu rombongan
sempat mempersembahkan dua buah lagu yaitu The Prayer
dan Persaudaraan Yang Rukun.
|
|
PENUTUP |
|
Sambutan yang hangat dari jemaat dan majelis jemaat serta
para pendeta yaitu telah diterima oleh rombongan. Bahkan
Pdt. Kermite dan Pdt. Mungki tidak segan-segan mengantar
rombongan dengan mengendarai mobilnya sendiri. Oleh-oleh
penting yang diperoleh dari kunjungan ini adalah perlunya
mengkaji konsep PSPJ seperti yang telah dilakukan oleh
GKI-Sangkrah.
|
|
|
|
>> Arsip
|
|
|
|
|
|