Kita semua menyadari bahwa kemampuan musik generasi muda
saat ini sudah jauh meninggalkan generasi orang-tuanya.
Jika pada saat generasi orang tua dahulu belajar musik
sebagai kewajiban yang tak kunjung dipahami maka generasi
muda saat ini memandang musik sebagai ekspresi seni dan
kebutuhan.
Kita memahami bahwa musik merupakan santapan rohani bagi
manusia dan bagi orang Kristen sehingga selain firman
Tuhan musik rohani adalah santapan suplemen yang tepat,
sedangkan memainkan musik rohani dapat dikatakan
kelengkapan yang sempurna. Kita juga sudah mendengar bahwa
pengenalan musik pada usia dini membentuk pertumbuhan
emosi anak dan sesungguhnya pertumbuhan emosi tidak akan
pernah berhenti pada manusia dewasa juga. |
|
LATAR BELAKANG |
Ketika gagasan untuk membentuk kelompok paduan suara
wilayah dilontarkan pada tahun 2002 yang lalu (gagasan ini
dilontarkan oleh Ibu Kridharti dalam sebuah acara
kebaktian wilayah) kami memikirkan untuk membentuk
kelompok ensemble yang dapat menjadi wadah bagi kaum muda
maupun dewasa. Hal ini juga didorong oleh kenyataan bahwa
keterampilan memainkan instrumen musik sudah diberikan di
sekolah dasar sebagai kegiatan ekstra kurikuler.
Akhirnya pada tanggal 1 September 2002 kami mencoba
memulai kegiatan ensemble yang pada saat berdirinya belum
mempunyai nama dan disebut sebagai Kelompok Ensemble GKI
Pondok Indah Wilayah Bintaro, sebuah nama yang cukup
panjang. Dengan demikian kami menetapkan bahwa hari jadi
kelompok ensemble ini adalah 1 September 2002 dan latihan
yang pertama kali bertempat di rumah Ibu Debora
Djajakartika.
|
|
KENDALA |
Kami menyadari bahwa kendala dan hal yang paling penting
dalam pembentukan ensemble adalah mencari pelatih yang
sekaligus dapat menjadi penulis lagu. Syukurlah kami
mendapat dukungan Bapak Bilmar Simbolon yang pada saat itu
mengajar ekstra kurikuler seni musik di SDK VII BPK
Penabur Bintaro (masih aktif sebagai pengajar sampai saat
ini). Pak Bil, demikian biasanya kami memanggil, setuju
dan mendukung gagasan ini dan latihan akan dilakukan
seminggu sekali selama dua jam. Gagasan ini juga mendapat
sambutan yang cukup baik dari anggota jemaat di Bintaro.
Kendala yang lain adalah umur anggota yang beragam dengan
kemampuan yang beragam juga sehingga mempersulit latihan.
Namun dalam waktu yang relatif singkat para anggota dapat
meningkatkan kemampuan individunya sehingga boleh
dikatakan bahwa kendala umur dapat diatasi. Untuk
diketahui bahwa anggota ensemble ini mulai dari kelas III
SD sampai yang berumur dengan kepala empat alias empat
puluh sekian.
Kendala lain yang dihadapi juga keakraban di antara
anggota. Dari sekian anggota yang bertemu selama dua jam
dalam seminggu ternyata belum tumbuh keakraban dalam arti
mereka jarang mau berbicara satu dengan yang lain dan
terjadi kelompok kecil yang akrab dengan sub-divisinya.
Dengan keakraban yang minim ini kerjasama menjadi sulit
dibentuk. Padahal sebuah kelompok ensemble membutuhkan
kerjasama, toleransi dan komunikasi antara anggotanya.
Untuk mengatasi masalah ini kami mengadakan acara
kebersamaan atau ‘gathering’. Acara ini terselenggara pada
tanggal 9-10 Agustus 2003 di Lembur Pancawati, Desa
Pancawati, Cikareteg, Bogor.
|
|
MENDAPAT NAMA |
Seperti sudah dinyatakan di depan bahwa sudah hampir
setahun umur kelompok ensemble ini dan kami belum juga
mempunyai nama kecuali nama yang panjang itu. Kami
merindukan nama dan kami berdoa kepada Tuhan agar kami
dapat memperoleh nama yang memadai. Akhirnya dalam acara
kebersamaan di Lembur Pancawati kami memutuskan untuk
memberi nama menjadi ‘Ensemble Imago Dei’.
Kami memilih nama tersebut melalui pemungutan suara
anggota dan keluarga yang hadir dalam acara kebersamaan.
Nama ini kami pilih dari sekian banyak nama yang diusulkan.
Mungkin nama ini terdengar ‘high profile’ karena berarti
‘Image of God’ atau Gambaran dari Tuhan/Bayangan Cermin
Tuhan, tetapi kami berdoa agar Tuhan memberi kekuatan
kepada kami dalam memuliakan Tuhan.
|
|
PENGALAMAN MELAYANI |
Kelompok ensemble pertama kali melayani dalam kebaktian
wilayah di rumah Bapak Max Setijadi pada akhir tahun 2002.
Kemudian ensemble juga tampil dalam acara Natal Wilayah
Bintaro di bulan Desember 2002. Pada awal tahun 2003 kami
tampil di acara kebaktian wilayah di rumah Bapak Adrianus
Mooy.
Pengalaman keluar pertama kali adalah pada acara kebaktian
di GKI Maleo Bintaro, kemudian disusul dengan pelayanan di
GKI Ciledug dan GKI Serpong. Kelompok ensemble juga telah
tiga kali tampil melayani di GKI Pondok Indah pada paruh
tahun pertama 2003.
Dalam rencana kami akan melayani di acara kebaktian di GKI
Bogor Baru dan GKI Pondok Indah pada bulan November 2003
ini. Dari kurun waktu setahun lebih kami sudah berlatih
kurang lebih sepuluh buah lagu dengan jumlah anggota yang
relatif tetap yaitu 20-25 anggota.
|
|
HARAPAN |
- Harapan kami ensemble ini dapat berjalan terus dalam kasih
karunia Tuhan. Kami mengharap dukungan seluruh anggota dan
keluarganya untuk tetap setia berlatih dan melayani Tuhan
di dalam ensemble.
-
Harapan kami juga agar generasi muda yang lain akan datang
menggantikan generasi yang sudah ada yang suatu saat akan
pergi meninggalkan untuk alasan belajar atau lainnya.
-
Harapan kami juga agar generasi oma-opa mau ikut serta
bermusik di dalam ensemble sehingga kelompok ensemble ini
benar-benar milik semua generasi.
-
Harapan kami juga kiranya ensemble ini dapat berkembang
menjadi orkestra dengan anggota yang terampil memainkan
instrumen musik.
-
Harapan kami juga biarlah ensemble ini boleh berdenting
dan berdenting sebagai lonceng kecil yang mengiringi
dentang lonceng besar GKI Pondok Indah.
|
|
|
|
>> Arsip
|
|
|