Kasut
28 Nopember 2003
Mengenal Lebih Jauh Ensemble Imago Dei
Adi Wiyanto
Kita semua menyadari bahwa kemampuan musik generasi muda saat ini sudah jauh meninggalkan generasi orang-tuanya. Jika pada saat generasi orang tua dahulu belajar musik sebagai kewajiban yang tak kunjung dipahami maka generasi muda saat ini memandang musik sebagai ekspresi seni dan kebutuhan.

Kita memahami bahwa musik merupakan santapan rohani bagi manusia dan bagi orang Kristen sehingga selain firman Tuhan musik rohani adalah santapan suplemen yang tepat, sedangkan memainkan musik rohani dapat dikatakan kelengkapan yang sempurna. Kita juga sudah mendengar bahwa pengenalan musik pada usia dini membentuk pertumbuhan emosi anak dan sesungguhnya pertumbuhan emosi tidak akan pernah berhenti pada manusia dewasa juga.

LATAR BELAKANG
Ketika gagasan untuk membentuk kelompok paduan suara wilayah dilontarkan pada tahun 2002 yang lalu (gagasan ini dilontarkan oleh Ibu Kridharti dalam sebuah acara kebaktian wilayah) kami memikirkan untuk membentuk kelompok ensemble yang dapat menjadi wadah bagi kaum muda maupun dewasa. Hal ini juga didorong oleh kenyataan bahwa keterampilan memainkan instrumen musik sudah diberikan di sekolah dasar sebagai kegiatan ekstra kurikuler.

Akhirnya pada tanggal 1 September 2002 kami mencoba memulai kegiatan ensemble yang pada saat berdirinya belum mempunyai nama dan disebut sebagai Kelompok Ensemble GKI Pondok Indah Wilayah Bintaro, sebuah nama yang cukup panjang. Dengan demikian kami menetapkan bahwa hari jadi kelompok ensemble ini adalah 1 September 2002 dan latihan yang pertama kali bertempat di rumah Ibu Debora Djajakartika.

KENDALA
Kami menyadari bahwa kendala dan hal yang paling penting dalam pembentukan ensemble adalah mencari pelatih yang sekaligus dapat menjadi penulis lagu. Syukurlah kami mendapat dukungan Bapak Bilmar Simbolon yang pada saat itu mengajar ekstra kurikuler seni musik di SDK VII BPK Penabur Bintaro (masih aktif sebagai pengajar sampai saat ini). Pak Bil, demikian biasanya kami memanggil, setuju dan mendukung gagasan ini dan latihan akan dilakukan seminggu sekali selama dua jam. Gagasan ini juga mendapat sambutan yang cukup baik dari anggota jemaat di Bintaro.

Kendala yang lain adalah umur anggota yang beragam dengan kemampuan yang beragam juga sehingga mempersulit latihan. Namun dalam waktu yang relatif singkat para anggota dapat meningkatkan kemampuan individunya sehingga boleh dikatakan bahwa kendala umur dapat diatasi. Untuk diketahui bahwa anggota ensemble ini mulai dari kelas III SD sampai yang berumur dengan kepala empat alias empat puluh sekian.

Kendala lain yang dihadapi juga keakraban di antara anggota. Dari sekian anggota yang bertemu selama dua jam dalam seminggu ternyata belum tumbuh keakraban dalam arti mereka jarang mau berbicara satu dengan yang lain dan terjadi kelompok kecil yang akrab dengan sub-divisinya. Dengan keakraban yang minim ini kerjasama menjadi sulit dibentuk. Padahal sebuah kelompok ensemble membutuhkan kerjasama, toleransi dan komunikasi antara anggotanya.

Untuk mengatasi masalah ini kami mengadakan acara kebersamaan atau ‘gathering’. Acara ini terselenggara pada tanggal 9-10 Agustus 2003 di Lembur Pancawati, Desa Pancawati, Cikareteg, Bogor.

MENDAPAT NAMA
Seperti sudah dinyatakan di depan bahwa sudah hampir setahun umur kelompok ensemble ini dan kami belum juga mempunyai nama kecuali nama yang panjang itu. Kami merindukan nama dan kami berdoa kepada Tuhan agar kami dapat memperoleh nama yang memadai. Akhirnya dalam acara kebersamaan di Lembur Pancawati kami memutuskan untuk memberi nama menjadi ‘Ensemble Imago Dei’.

Kami memilih nama tersebut melalui pemungutan suara anggota dan keluarga yang hadir dalam acara kebersamaan. Nama ini kami pilih dari sekian banyak nama yang diusulkan. Mungkin nama ini terdengar ‘high profile’ karena berarti ‘Image of God’ atau Gambaran dari Tuhan/Bayangan Cermin Tuhan, tetapi kami berdoa agar Tuhan memberi kekuatan kepada kami dalam memuliakan Tuhan.

PENGALAMAN MELAYANI
Kelompok ensemble pertama kali melayani dalam kebaktian wilayah di rumah Bapak Max Setijadi pada akhir tahun 2002. Kemudian ensemble juga tampil dalam acara Natal Wilayah Bintaro di bulan Desember 2002. Pada awal tahun 2003 kami tampil di acara kebaktian wilayah di rumah Bapak Adrianus Mooy.

Pengalaman keluar pertama kali adalah pada acara kebaktian di GKI Maleo Bintaro, kemudian disusul dengan pelayanan di GKI Ciledug dan GKI Serpong. Kelompok ensemble juga telah tiga kali tampil melayani di GKI Pondok Indah pada paruh tahun pertama 2003.

Dalam rencana kami akan melayani di acara kebaktian di GKI Bogor Baru dan GKI Pondok Indah pada bulan November 2003 ini. Dari kurun waktu setahun lebih kami sudah berlatih kurang lebih sepuluh buah lagu dengan jumlah anggota yang relatif tetap yaitu 20-25 anggota.

HARAPAN
  • Harapan kami ensemble ini dapat berjalan terus dalam kasih karunia Tuhan. Kami mengharap dukungan seluruh anggota dan keluarganya untuk tetap setia berlatih dan melayani Tuhan di dalam ensemble.
  • Harapan kami juga agar generasi muda yang lain akan datang menggantikan generasi yang sudah ada yang suatu saat akan pergi meninggalkan untuk alasan belajar atau lainnya.
  • Harapan kami juga agar generasi oma-opa mau ikut serta bermusik di dalam ensemble sehingga kelompok ensemble ini benar-benar milik semua generasi.
  • Harapan kami juga kiranya ensemble ini dapat berkembang menjadi orkestra dengan anggota yang terampil memainkan instrumen musik.
  • Harapan kami juga biarlah ensemble ini boleh berdenting dan berdenting sebagai lonceng kecil yang mengiringi dentang lonceng besar GKI Pondok Indah.
 
>> Arsip

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003