|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
|
Gurat |
|
28 Pebruari 2007
Ada Kloset di Selokan Sindhu Sumargo |
|
|
Di dekat
rumahku ada sebuah kali kecil atau lebih tepatnya sebuah
selokan besar, yang fungsinya sebagai saluran air buangan
dari rumah-rumah disekitarnya dan juga sebagai saluran
pembuangan air hujan. Dimusim kemarau, jumlah air yang ada
di selokan itu kalah banyak dibanding dengan sampah-sampah
yang dibuang ke selokan itu.
Suatu hari saya melihat pemandangan yang berbeda, yaitu
adanya sebuah kloset (sekali lagi, KLOSET!) yang
tergeletak di selokan besar itu.
Terlepas dari alasan mengapa kloset itu berada disana,
siapapun yang membawa, membuang atau meletakkan kloset itu
di selokan besar itu, pastilah dia tidak memiliki rasa
peduli, khususnya peduli terhadap lingkungan. Kloset itu
berat, berharap kloset itu bisa hanyut terbawa air, adalah
harapan yang sia-sia, karena jumlah air di selokan itu
saja jauh lebih sedikit dari jumlah sampah yang ada.
Beberapa waktu yang lalu, kota Jakarta kembali dilanda
banjir, yang menurut beberapa sumber, banjir kali ini jauh
lebih besar ketimbang banjir pada tahun 2002. Kembali lagi,
seperti setiap ada banjir, yang disalahkan adalah sampah,
drainase dan kurangnya daerah resapan air.
Bicara soal sampah adalah masalah sikap. Sudah
berulangkali penulis menyampaikan tentang sikap dan
bagaimana menumbuhkan rasa peduli kepada anak-anak. Sikap
antara lain terbentuk dari nilai-nilai dan norma-norma
yang ditanamkan dalam diri kita. Tidak membuang sampah
sembarangan sudah ditanamkan orang tua sejak dini kepada
anak-anaknya, di sekolahpun nilai-nilai tersebut
ditanamkan oleh para guru kepada para siswanya. Tetapi
mengapa masih banyak saja orang yang membuang sampah
sembarangan, termasuk membuang sampah dari dalam mobil ke
jalan raya.
Kebiasaan untuk membuang sampah pada tempatnya tidak akan
pernah berhasil sepanjang orang tua tidak memberi contoh.
Orang tua harus bisa melarang anaknya atau pasangannya
atau sopirnya sekalipun, untuk membuang sampah di jalan
yang dilempar dari dalam mobil. Orang yang membuang sampah
dari mobil ke jalan adalah orang yang sangat egois dan
tidak peduli, yang penting di mobilnya tidak ada sampah.
Apa susahnya sih menyediakan kantong plastik di dalam
mobil?
Nah, ketika terjadi banjir, maka semua orang berteriak
bahwa salah satu penyebabnya adalah sampah. Ironisnya,
yang ikut berteriak itu termasuk mereka yang biasa
membuang sampah dari dalam mobil atau yang sering membuang
sampah di selokan atau di kali. Jadi, sikap macam apa yang
ada pada diri kita saat ini? Ternyata, dari pengamatan dan
pembicaraan dengan teman-teman, sikap yang ada adalah
sikap yang didasari oleh hal-hal yang berhubungan dengan
diri kita secara langsung. Kalau tidak ada hubungannya, ya
EGP aja. Apakah orang yang suka membuang sampah
sembarangan itu juga akan membuang sampah di ruang tamu
atau di lantai kamar tidurnya? Rasanya sih tidak mungkin
ya, karena hal itu berhubungan langsung dengan dirinya.
Kebersihan, ketertiban (tepat waktu, antre, juga ketika
antre ketika mengambil makanan di resepsi), ketaatan (jangan
hanya taat kalau ada yang lihat, begitu kata iklan),
keindahan, kerapian, adalah contoh dari nilai-nilai yang
menunjukkan kepedulian, baik terhadap orang lain maupun
terhadap lingkungan. Perilaku seseorang selalu ditentukan
oleh sikap yang dimiliki. Sikap terbentuk dari nilai-nilai
yang ada pada diri seseorang. Jadi, sikap dan nilai-nilai
yang dimiliki seseorang dapat dilihat dari perilakunya,
karena dari perilakulah seseorang akan dinilai.
Setelah banjir surut, kloset yang tergeletak di selokan
besar itu sudah tidak ada lagi, entah hanyut terbawa air
yang cukup deras, entah pecah berkeping-keping, pokoknya
raib dari tempatnya semula, seperti pesawat Adamair. Saya
senang karena tidak lagi melihat pemandangan yang
mengganggu, tetapi tiba-tiba ada rasa cemas ketika
membayangkan kloset tersebut menutupi dan menyumbat
gorong-gorong entah di mana. Saya tidak tahu apakah harus
bersyukur atau bersedih dengan hilangnya kloset tersebut.
(Ssm) |
|
|
|
>> Arsip
|
|
|
|
|
|