|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
|
Gurat |
|
15 Desember 2005
Evaluasi Sindhu Sumargo |
|
|
Ketika
kesebelasan Real Madrid, salah satu kesebelasan terbaik di
dunia dari Spanyol, kurang mampu menunjukkan prestasi yang
baik dalam beberapa pertandingan, para penasehat
kesebelasan Real Madrid, yaitu Alfredo Di Stefano dan
Arrigo Sacchi, menyampaikan kritik mereka secara terbuka
melalui media massa.
Kontan saja kritik ini mendapat reaksi keras pula
khususnya dari para pemain. Mereka mengatakan bahwa kritik
boleh-boleh saja tetapi tidak perlu diungkap di media
massa. Nah, ketika para pemain Real Madrid merespons
kritik dari para petinggi klubnya dengan bermain bagus dan
menghasilkan kemenangan, justru para pengritiknya tersebut
mengundurkan diri.
Padahal, kita tahu bahwa Alfredo Di Stefano adalah salah
seorang legenda sepak bola dari Spanyol dan Arrigo Sacchi
adalah seorang pelatih yang bertangan dingin dari Italia.
Mereka memutuskan untuk mengundurkan diri karena mereka
merasa bersalah telah membuka urusan domestik ke dunia
luar.
Manfaat apa yang dapat diambil dari kejadian tersebut di
atas?
Pertama, ketimbang melakukan kritik, lebih baik kita
melakukan evaluasi. Evaluasi lebih bersifat positif.
Dengan melakukan evaluasi, tidak ada pihak yang akan
merasa disudutkan. Kalau ada yang merasa disudutkan, maka
cenderung akan ada defense atau mungkin juga ada
perlawanan.
Kedua, kalau ada masalah sebaiknya diselesaikan secara
intern saja, tidak perlu diungkap keluar sehingga tidak
menjadi polemik.
Ketiga, senantiasa mengambil tanggungjawab terhadap apa
yang kita lakukan. Alfredo Di Stefano dan Arrigo Sacchi
adalah orang-orang yang telah terbukti memiliki prestasi
yang sangat luar biasa, prestasi mereka sudah mencapai
tingkat dunia. Akan tetapi, mereka tidak bersikap sok tahu
atau arogan. Mereka tetap mengambil tanggung jawab atas
apa yang dilakukannya.
Beberapa hari
lagi kita akan meninggalkan tahun 2005 dan masuk ke tahun
2006. Waktu demikian cepat berlalu. Masih segar dalam
ingatan kita mengenai kehebohan Y2K, yang terjadi ketika
menjelang pergantian abad, yaitu dari tahun 1999 ke tahun
2000. Sadarkah kita bahwa peristiwa itu terjadi lima tahun
yang lalu? Lima tahun bukan waktu yang terlalu panjang
untuk dihilangkan begitu saja dari ingatan kita. Itu baru
satu contoh, masih banyak contoh lain tentang
peristiwa-peristiwa yang terjadi bertahun-tahun lalu
tetapi yang masih tetap segar dalam ingatan kita.
Dalam kurun waktu lima tahun tersebut, apa yang telah
terjadi dalam kehidupan kita, apakah terjadi perubahan
yang signifikan, baik dalam karir, dalam pelayanan atau
mungkin juga dalam penghasilan kita. Mungkin perubahan
yang terjadi tidak terlalu signifikan, atau bahkan terjadi
kemunduran dari tahun-tahun sebelumnya.
Lantas, apa yang harus kita lakukan menjelang memasuki
tahun 2006?
Belajar dari kisah Real Madrid di atas, maka kita harus
melakukan evaluasi. Hal-hal apa saja yang perlu kita
perbaiki supaya kita bisa mencapai apa yang kita inginkan
di tahun mendatang. Apapun yang telah terjadi pada diri
kita di tahun ini, tidak akan mempengaruhi apa yang ingin
kita capai di tahun depan. Masa lalu tidak menentukan masa
yang akan datang. Apa yang ingin kita capai di tahun depan
harus kita tetapkan terlebih dahulu, kemudian kita
tentukan strategi untuk mencapainya.
Gunakan segala daya dan upaya untuk mencapai apa yang
sudah kita tetapkan. Selanjutnya, kita harus siap untuk
mengambil tanggung jawab. Apapun hasil yang kita capai
adalah tanggung jawab kita. Jangan menyalahkan keadaan,
orang lain atau hal-hal di luar diri kita, itu namanya
menghindar dari tanggung jawab. Jangan mudah menyerah,
terus fokus pada tujuan. Dan di atas semuanya itu,
awalilah dengan berdoa.
Selamat Hari Natal dan Tahun Baru (Ssm). |
|
|
|
>> Arsip
|
|
|
|
|
|