Gurat
30 Maret 2004
Pohon Bambu Cina
Sindhu Sumargo
Pernah mendengar cerita tentang Pohon Bambu Cina atau Chinese Bamboo Tree? Kalau kita menanam pohon Bambu Cina, untuk beberapa bulan lamanya seolah-olah tidak ada pertumbuhan, bahkan seringkali kita menganggap pohon tersebut sudah mati. Akan tetapi, secara tiba-tiba pohon bambu tersebut dapat bertumbuh dengan cepat sekali. Dalam kurun waktu 2 minggu pohon itu dapat tumbuh dalam ukuran meter.

Mengapa demikian? Selama bulan-bulan pertama, pohon itu ternyata memperkuat akarnya terlebih dahulu. Pohon itu membangun “pondasi”nya terlebih dahulu. Setelah akarnya cukup kuat dan sehat, barulah pohon itu tumbuh ke atas dengan cepat.

Membaca tema pelayanan GKI Pondok Indah untuk tahun 2004-2005, yaitu “Jemaat Yang Bertumbuh dan Berbuah”, saya jadi teringat cerita tentang pohon Bambu Cina tersebut. Dari bentuk fisik sebuah pohon, kita dapat memperkirakan kekuatan akarnya. Kalau sebuah pohon terlihat sehat, berdaun lebat, banyak tunas-tunas yang baru dan berbuah lebat, dapat disimpulkan bahwa pohon tersebut memiliki akar yang baik, sehat dan kokoh.

Bagaimana dengan jemaat GKI Pondok Indah, apakah sudah memiliki akar yang sehat dan kokoh? Kalau menggunakan istilah parpol (mumpung lagi musim kampanye), bagaimana kondisi “grass-root”nya? Kira-kira (karena belum ada penelitiannya), faktor-faktor atau aspek-aspek apa saja yang dapat dilihat dan dijadikan indikasi bahwa sebuah jemaat sudah memiliki akar yang sehat dan kuat?

Secara naif, kita mungkin bisa melihatnya dari faktor-faktor, antara lain:
  • Jumlah jemaat yang hadir dalam Kebaktian Hari Minggu semakin bertambah.

  • Partisipasi jemaat dalam Kegiatan persekutuan di luar Kebaktian Hari Minggu, baik di Komisi maupun di Wilayah, cukup besar.

  • Jemaat memberikan kontribusinya secara aktif dalam bentuk ide, saran dan usul yang disampaikan dengan dasar semangat untuk membangun.

  • Jemaat yang berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan pelayanan, baik ke dalam maupun ke luar.

  • Dan lain sebagainya.
Kalau dari faktor-faktor yang kasat mata tersebut di atas sudah terlihat, maka kita tinggal menunggu waktu “pohon bambu cina” tumbuh dengan pesat. Tetapi, kalau belum, maka tugas Majelis Jemaat, Komisi dan para aktivislah yang harus terus-menerus menyiram, dan memberi pupuk agar akarnya dapat segera menjadi kuat dan kokoh.

Kombas adalah salah satu kegiatan yang dapat memperkuat “akar pohon”. Ajak sebanyak-banyaknya jemaat untuk ikut aktif dalam kegiatan Kombas. Kombas dapat melakukan kegiatan apa saja untuk menghimpun jemaat. Motivator dan Koordinator Kombas diharapkan dapat melihat dengan jeli, kegiatan apa yang dapat menarik minat jemaat atau anggota Kombasnya. Aktivitas Kombas dengan sendirinya akan mendukung aktivitas jemaat di wilayah, seperti Persekutuan Wilayah.

Aktivitas Kombas juga akan mendukung aktivitas-aktivitas Komisi, baik yang diselenggarakan di Gereja maupun di tempat lain. Aktivitas Kombas juga akan mendukung program-program kepedulian terhadap lingkungan di sekeliling kita. Apabila Kombas-kombas dapat tumbuh dan beraktivitas di Wilayah, berarti GKI Pondok Indah berhasil membangun akar yang kuat, sehingga Tumbuh dan Berbuah hanya soal waktu saja.

Lantas, bagaimana dengan tema pelayanan di atas, apakah sudah sesuai dengan kondisi pada saat ini? Biarlah kita berpegang pada kata-kata ini: Do the best and God will do the rest.
 
>> Arsip

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003