|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
| Bible
Talks |
|
2 Pebruari 2006
Adikarya Terbesar Allah Yang Membawa Transformasi Fabian Buddy Pascoal |
|
|
|
1. PADA MULANYA, ALLAH
MENCIPTAKAN LANGIT… |
ALLAH kita
adalah causa prima, Sebab Yang Utama, Pencipta segala
sesuatu. Ayat pertama Alkitab menegaskan bahwa IA adalah
Pencipta alam semesta. Tahukah Saudara seberapa luas alam
semesta kita? Tidak ada seorang pun yang dapat menjangkau
dan memahami hal ini sepenuhnya. Upaya manusia untuk itu
sama saja dengan, seperti contoh yang diberikan St.
Agustinus, mengisi seluruh lautan dalam lobang kecil yang
kita gali di pinggir pantai. Jangankan mengukur batas alam
semesta, hingga kini tidak ada seorang pun yang dapat
memastikan batas alam semesta.
Artikel di harian Kompas, 30 April 2005 mencatat hasil
penelitian suatu tim astronom di European Southern
Observatory yang dipimpin Roser Pelló dan Daniel Schaerer.
Mereka (hanya) berhasil memperpanjang jangkauan manusia
atas sisi terjauh alam semesta yang dapat diraih manusia.
Di bulan Maret 2004, mereka mengumumkan adanya suatu
galaksi yang diberi nama Abell 1835 IR1916, yang menjadi
galaksi terjauh sebatas jangkauan manusia hingga saat ini.
Jarak galaksi tersebut berjarak sekitar 13,23 miliar tahun
cahaya dari kita, yang artinya bahwa cahaya yang bergerak
dengan kecepatan 300.000 kilometer/detik membutuhkan 13,23
miliar tahun untuk menjangkau lokasi tersebut.
Sementara itu, Galaksi Andromeda yang adalah galaksi
terdekat dengan galaksi Bima Sakti, tempat tata surya
Matahari kita berada, jaraknya “hanya” dua juta tahun
cahaya. Galaksi Bima Sakti kita mempunyai ukuran 100.000
tahun cahaya antara kedua sisinya, dan didiami oleh
sekitar 250 miliar bintang yang mirip dengan Matahari kita
dan kebanyakan jauh lebih padat dan besar dari Matahari
kita, padahal ukuran Matahari kita saja sudah sekitar 110
kali ukuran Bumi.
TUHAN menempatkan Matahari sebagai pusat tata surya Bumi
kita. Setiap detik di dalam inti (nucleus) Matahari,
564.000.000 ton hydrogen berproses menghasilkan
560.000.000 gas helium yang menghasilkan cahaya, terang
dan panas yang luar biasa tinggi. Matahari diperkirakan
telah ada selama 5.000.000.000 tahun dan diperkirakan
masih akan terus menjalankan fungsinya yang sekarang
selama 5.000.000.000 tahun lagi sebelum ia padam.
Di dalam sistem tata surya yang mengitari Matahari, sejauh
ini sejak ditemukannya planet Pluto di tahun 1930 baru ada
9 planet yang diterima secara umum sebagai bagian dari
tata surya kita. Namun, baru-baru ini California Institute
of Technology mengumumkan penemuan objek angkasa yang
sedang dipertimbangkan untuk menjadi planet ke-10 tata
surya kita setelah Pluto (http://www. kompas.com/teknologi/news/0403/15/125008.htm).
Perhitungan awal menduga benda langit itu, yang diberi
nama “Sedna” —nama yang diambil dari Dewi Samudra bangsa
Inuit — berada antara 7,5 milyar hingga 10 milyar
kilometer dari Bumi.
Semua benda di angkasa raya tersebut dirangkai dengan
suatu harmoni yang begitu dahsyat dan mengagumkan melalui
keseimbangan yang begitu akurat. Tata surya kita tetap
dapat berada di tempatnya selama ini, disebabkan adanya
keseimbangan antara gravitasi Matahari dan apa yang
disebut sebagai gaya sentrifugal planet-planet yang
mengorbit Matahari.
Ukuran Matahari yang luar biasa besar tersebut
menghasilkan gravitasi yang sebenarnya sanggup menarik dan
akhirnya “menelan”ke-9 (atau bahkan ke-10 planet kalau
“Sedna” benar adalah planet) yang mengorbitnya, kalau saja
tarikan Matahari tersebut tidak “dilawan” dengan gaya
sentrifugal yang ditimbulkan oleh gerakan planet-planet
tersebut.
Masing-masing planet berputar pada sumbunya (rotasi) pada
kecepatan yang berbeda satu planet dengan planet lainnya,
yakni pada kecepatan putaran yang harmonis terhadap
kebutuhan kekuatan yang diperlukan planet bersangkutan
untuk tetap mempertahankan orbitnya terhadap Matahari.
Kecepatan putaran tersebut harus berbeda pada setiap
planet karena setiap planet mempunyai massa dan jarak yang
berbeda satu sama lain terhadap Matahari. Kecepatan
putaran yang terlalu kecil akan melemahkan “daya lawan”
planet tersebut terhadap gaya tarik Matahari dan dapat
membuat planet dimaksud “terjungkal” ke dalam hisapan
gravitasi Matahari. Sebaliknya, rotasi yang terlalu besar
akan melempar planet tersebut keluar dari keseimbangan
gravitasi Matahari dan pola orbit tata surya, hanyut ke
ruang hampa.
Siapakah yang dapat menciptakan keajaiban tersebut selain
ALLAH Sang Maha Pencipta?
Tetapi, langit bukanlah Adikarya Terbesar ALLAH. |
|
|
|
2. …DAN BUMI. |
Kekaguman
kita atas kedahsyatan penyataan ALLAH melalui ciptaan-Nya
di langit tidak akan ada habis-habisnya. Kedahsyatan
penyataan ALLAH di dalam langit mencerminkan “sidik jari”
dan “tanda tangan” ALLAH yang mengungkapkan identitas
ALLAH sebagai Sang Maha Pencipta, pernyataan mana
berlangsung dan tercermin juga pada karya-karya ALLAH di
Bumi ini.
Bumi kita juga sungguh luar biasa. Bumi mempunyai lingkar
ekuator sepanjang 40.076.594 km, dengan luas permukaan
sekitar 510.100.000 km persegi yang terdiri atas sekitar
149.400.000 daratan dan sekitar 360.700.000 lautan.
TUHAN menempatkan Bumi sejauh 149.509.000 km, ukuran yang
memadai untuk menjaga lintasan bumi terhadap Matahari dan
keseimbangan kehidupan di bumi. TUHAN juga menempatkan
bulan pada jarak 384.365 km dari bumi, jarak yang harmonis
untuk mengendalikan pasang surut air laut, dan memantulkan
sinar Matahari di waktu malam untuk menghiasi dan
menerangi malam hari. Ketika bagian tertentu Bumi berada
pada titik terdekat dengan Bulan, air pada bagian tersebut
tertarik dan menyebabkan arus pasang, dua kali sehari.
TUHAN memberi Bumi tiga samudera. Samudera Pasifik yang
meliputi wilayah 100.000.000 sqm. adalah samudera terdalam,
antara 4.050m hingga 11.030 m, diikuti oleh Samudera India
(75.000.000 sqm), dengan kedalaman antara 3.900 m hingga
9.200 m. Selanjutnya Samudera Atlantik (106.000.000 sqm),
dengan kedalaman 3.300 m hingga 9.200 m. Di dalam setiap
samudera dan lautan TUHAN menempatkan segala satwa dan
fauna laut sebagai isi lautan yang mengungkapkan dunia
bawah air yang tidak kalah indahnya dengan dunia daratan
yang kita alami sehari-hari.
Matahari bukan hanya menjaga keteraturan lintasan
planet-planet dalam tata surya sebagaimana disebut di atas,
tetapi juga memberi kehidupan bagi semua makhluk yang ada
di bumi. Tanpa sinar Matahari, tumbuhan tidak akan tumbuh,
dan bumi kita akan menjadi sangat dingin.
Matahari pada dasarnya adalah suatu objek yang terdiri
atas awan gas berwarna merah dengan lidah-lidah api
raksasa dengan panjang berjuta kilometer disertai badai
raksasa. Tingkat cahaya dan panasnya jelas mematikan
manusia. Tetapi, TUHAN telah menempatkan di bumi kita ini
atmosfir dan medan magnet pada kadar memadai yang
menyaring sinar Matahari sebelum sempat sampai kepada kita.
Sekitar 20 km di atas bumi, TUHAN menempatkan lapisan ozon
yang menangkal sinar ultraviolet Matahari yang berbahaya
bagi manusia.
TUHAN juga menciptakan pelbagai jenis satwa dan tumbuhan
untuk, antara lain, diolah dan dikonsumsi manusia. Semua
ciptaan TUHAN ini merupakan karya ilahi yang tidak dapat
ditiru oleh manusia. Sehebat-hebatnya teknologi manusia,
belum ada alat yang apabila diisi rumput akan menghasilkan
susu sebagaimana dihasilkan sapi. Atau, diberi makan
biji-bijian dan keluar telur dengan segala nutrisi di
dalamnya, sebagaimana dihasilkan ayam. Atau, diisi serbuk
yang berasal dari bunga dan mengeluarkan madu sebagaimana
dihasilkan lebah madu. Juga tidak ada teknologi buatan
manusia yang dapat mengubah seekor ulat menjadi kupu-kupu
dengan sayap yang sangat indah dan unik. Semua yang
dihasilkan satwa ciptaan ALLAH tersebut memang sungguh
luar biasa. Tetapi, berapakah harga pasar atau berapa
lamakah umur seekor sapi, ayam, lebah madu atau kupu-kupu?
Namun, sebagaimana langit, bumi juga bukan Adikarya
Terbesar ALLAH. |
|
|
|
3. ALLAH JUGA MENCIPTAKAN MANUSIA |
Tubuh manusia
mewakili mekanisme alamiah yang luar biasa. Tubuh kita
terdiri atas jutaan sel dan terdiri atas sekitar 200
tulang dan 600 otot. Setiap sel tubuh bekerja keras dan
secara terus menerus dibarui.
Untuk dapat terus bekerja, sel-sel tubuh membutuhkan suatu
jenis gula tertentu yang disebut glukosa yang disalurkan
melalui darah. Darah mendapatkan glukosa dari hati yang
menyediakan glukosa tersebut dengan sangat pelan sesuai
yang dibutuhkan.
Hati mendapatkan darah dari pembuluh nadi (arteri) dan
urat darah halus (vein). Arteri menyediakan hati dengan
darah yang membawa energi untuk bekerja, dan vein memberi
hati darah yang berasal dari usus kecil.
Jadi, dari semua makanan yang kita makan, hati menyimpan
glukosa hingga glukosa tersebut diperlukan bagian tubuh
manapun. Sebaliknya, apabila terdapat makanan yang tidak
diperlukan setelah proses pencernaan, sisa makanan
tersebut akan disaring oleh ginjal atau disalurkan ke usus
besar untuk dikeluarkan dari tubuh.
ALLAH juga melengkapi kita dengan organ-organ tubuh
lainnya yang begitu luar biasa. Ambil contoh, paru-paru
kita. Tahukah saudara bahwa saluran pernapasan kita
sebenarnya adalah air conditioned (AC) terbaik di dunia?
Ketika kita berada di daerah dingin bersalju, saluran
pernapasan kita mengkondisikan udara dingin yang masuk
sedemikian rupa sehingga tidak membuat beku paru-paru kita.
Juga sebaliknya, bila kita berada di daerah yang sangat
panas, saluran pernapasan kita melakukan pekerjaannya
dengan baik sehingga paru-paru kita tidak kekeringan atau
kepanasan. Kita juga harus bersyukur karena ALLAH
memberikan tubuh kita otot-otot refleks yang bekerja terus
menerus di luar kesadaran kita. Kita tidak akan dapat
hidup apabila untuk tiap tarikan napas, kita harus memberi
perintah pada otot saluran pernapasan dan paru-paru kita.
Kemaha-besaran ALLAH juga tampak dari keunikan setiap
manusia. Lihatlah sidik jari kita. Di dunia ini tidak ada
orang yang mempunyai sidik jari yang sama dengan sidik
jari orang lain, walaupun dengan saudara kembarnya. Bahkan
mata manusia pun diketahui membawa rumus yang unik pada
setiap orang, sebagaimana sidik jari.
Kendati demikian, kehebatan tubuh manusia masih bukan
Adikarya Terbesar ALLAH. (Semua ciptaan ALLAH yang
kelihatan hanya bagaikan pulau di tengah lautan, yang
mungkin hanya merupakan puncak dari suatu gunung besar di
lautan tersebut, di mana justru bagian terbesar gunung
tersebut tertutup oleh lautan. ALLAH memang mengijinkan
manusia mengalami pernyataan ALLAH, tetapi tetap memegang
hal-hal yang tersembunyi yang menjadi hak ekslusif TUHAN [Ulangan
29:29]). |
|
|
|
4. AKHIRNYA, … ALLAH MENGIRIMKAN
ANAKNYA YANG TUNGGAL… |
Kulit manusia
tidak sepopuler kulit sapi, pakaian buatan manusia belum
tentu menyaingi keindahan sayap kupu-kupu, ikan hias dan
bulu ayam sekalipun. Tulang manusia pun tidak lebih mahal
daripada gading gajah. Tetapi, apakah yang membuat manusia
jauh lebih berharga dari semua ciptaan lainnya dari ALLAH
? Ada dua alasannya:
(1) Manusia dicipta menurut peta dan teladan ALLAH;
artinya, manusia mencerminkan dan membawa sifat-sifat
ALLAH, antara lain, kekekalan dan daya cipta. Dan, tidak
kalah penting adalah (2) bahwa kehidupan manusia ditebus
dengan darah Kristus yang sangat mahal harganya (I Petrus
1:19).
Untuk penebusan itu, ALLAH mengirimkan Anak-Nya yang
Tunggal untuk datang ke dunia, menjalani kehidupan sebagai
manusia seutuhnya, dan menderita hingga mati di kayu salib
guna menebus dan membebaskan manusia dari cengkeraman dosa.
Apakah yang mendorong ALLAH Pencipta Langit dan Bumi untuk
secara aktif dan dengan inisiatif-Nya sendiri mau turun
menjangkau manusia yang sebenarnya hanyalah debu yang
bahkan kemudian memberontak terhadap ALLAH? Tiada lain
hanya karena kasih ALLAH sendiri kepada manusia.
Yohanes 3:16: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia
ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa,
melainkan beroleh hidup yang kekal.” God so loved the
world that HE did not send a committee, but His own, only
Son. Jesus is the GIFT, and We are the reason!
Anugerah ALLAH melalui kedatangan Kristus adalah Adikarya
Terbesar ALLAH. Karya ALLAH lainnya sebagaimana sebagian
kecil diuraikan di atas, walaupun sangat luar biasa,
adalah tidak abadi dan karenanya pada saatnya akan lalu
dari sejarah dunia.
Karya ALLAH itu semua juga hanya merupakan objek Karya
ALLAH yang berada di luar diri ALLAH. Tetapi, karya
kelahiran dan kedatangan Kristus ke dunia (a) merupakan
Karya ALLAH yang membawa sifat kekekalan karena menyangkut
jiwa manusia yang tidak akan pernah lenyap walaupun
ciptaan lainnya sudah berlalu dan (b) sepenuhnya
melibatkan ALLAH sendiri sebagai Esensi satu-satunya dari
Karya Keselamatan tersebut.
Kolose 1:15-17: “Ia adalah gambar Allah yang tidak
kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang
diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala
sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang
kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana,
maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala
sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih
dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam
Dia.”
Ayat ini jelas menunjukkan bahwa Kristus adalah Sang
Pencipta itu sendiri. Namun, kedatangan-Nya ke dunia
mengambil rupa dan cara yang begitu bersahaja. Walaupun
kaum Israel menantikan Sang Mesias dalam segala
kebesaran-Nya menurut ukuran manusia (yang hingga kini
masih dinantikan kaum Yahudi), Kristus justru datang
dengan kelahiran di kandang binatang. Bagaimana mungkin
ALLAH Pencipta langit dan bumi harus masuk ke dunia
ciptaan-Nya sendiri dengan cara sedemikian rupa?
Kelahiran Kristus sudah membawa pesan dan makna sejak awal
kehadiran Kristus sebagai manusia di dunia ini bahwa
keselamatan manusia dimulai dari penyangkalan diri,
sebagaimana ALLAH sendiri menyangkal keilahianNya dengan
mengosongkan diri dari segala sifat keilahian dan
statusnya sebagai Raja Segala Raja. Hanya bila kita
menyangkal diri, kita akan mengakui bahwa kita tidak dapat
menyelamatkan diri kita sendiri dan karenanya akan mampu
mengosongkan diri kita sehingga kita dapat dilayakkan
menerima curahan anugerah kasih ALLAH dari atas.
Kata “karunia” pada ayat Yohanes 3:16 menunjukkan bahwa
keselamatan itu datang-Nya dari atas ke bawah (top down),
bukan bottom up. Segala keterbatasan manusia yang
karenanya tidak akan mampu memenuhi standar ALLAH yang
terlalu tinggi bagi manusia hanya akan membuat segala
usaha bottom up manusia menjadi mboten up, yang (dikombinasikan
dengan istilah bahasa Jawa) artinya “tidak naik-naik”.
Bagaimana mungkin manusia yang adalah ciptaan dan
karenanya terbatas akan mampu memenuhi standar ALLAH Sang
Pencipta? Sebaik-baiknya manusia, tidak ada manusia yang
tidak pernah berbuat dosa. Sesedikit apapun dosa manusia
tersebut, dosa itu telah me-negasi-kan “kebaikan relatif”
yang dilakukannya.
Yakobus 2:10: “Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum
itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia
bersalah terhadap seluruhnya.” Sorga adalah Maha Suci.
Tidak boleh ada dosa di Sorga. Sebagaimana pisau bedah
yang harus selalu steril, satu kuman saja yang melekat di
pisau bedah tersebut telah membuat seluruh pisau bedah
menjadi tidak lagi memenuhi syarat untuk dipergunakan
dalam suatu pembedahan.
Lebih jauh lagi, dosa manusia sebenarnya bukanlah masalah
kuantitas dosa pada manusia, tetapi lebih terletak pada
hal “kualitas” manusia. Manusia disebut berdosa bukan
karena melakukan dosa, tetapi karena nature atau sifat
manusia itu sendiri sudah berdosa. Semua manusia sudah
berdosa (Roma 3:10, 23). Sejak kejatuhan Adam yang
mewakili seluruh umat manusia yang diturunkannya, seluruh
umat manusia sudah menjadi berdosa. Bukti? Manusia selalu
mempunyai hasrat atau kecenderungan untuk melakukan dosa.
Pendidikan dengan kuantitas dan kualitas yang makin tinggi
setiap tahun tetap tidak berhasil mengurangi dekadensi
moral manusia. Anak-anak kecil pun, walaupun selalu diajar
dengan budi pekerti, masih mempunyai kecenderungan
melakukan hal-hal yang tidak baik yang tentunya tidak
pernah diajarkan oleh orang tuanya, tetapi datang dari
dalam dirinya sebagai suatu sifat bawaan manusia.
Agama–pun belum berhasil menyelesaikan masalah
pemberontakan manusia kepada ALLAH. Ironis dan tragisnya,
justru karena dalih agama, sejumlah orang mengambil
cara-cara yang dilarang ALLAH, antara lain, membunuh
orang-orang yang bahkan mungkin tidak dikenal atau
mengenalnya. “...it is not our culture to sin, it is our
nature to sin; and only GOD will change that nature.”
Hanya melalui Kristus sajalah, dosa manusia dapat
dibereskan. Kristus harus datang ke dunia agar manusia
diselamatkan. Tidak ada jalan lain ke Sorga selain melalui
Kristus. Hanya Yang Datang Dari Sorga sajalah yang dapat
menunjukkan jalan ke Sorga. Di antara para pendiri agama,
hanyalah Kristus yang datang dari Sorga. Karena Ia dari
sana, Ia tentu tahu jalan ke sana.
Tetapi, Yesus bukan hanya tahu jalan ke Sorga, tetapi Ia
sendirilah Jalan (satu-satunya) ke Sorga. Yohanes 14:6:
“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang
pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
Kisah Para Rasul 4:12: “Dan keselamatan tidak ada di dalam
siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong
langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada
manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”
Kristus adalah ALLAH sendiri yang turun ke dunia menjadi
manusia. Ia bukan ciptaan sebagaimana manusia (termasuk
mereka yang disebut nabi). Ia adalah Sang Pencipta itu
sendiri. Memang harus ALLAH sendiri yang turun membereskan
dosa manusia dan menjadi Juru Selamat.
Apabila Juru Selamat itu adalah seorang manusia biasa,
orang itu akan mengalami tragedi terbesar dalam sejarah
upaya penyelamatan manusia dari dosa. Dengan menjadi juru
selamat berarti ia harus menanggung seluruh dosa manusia
yang karenanya akan ditimpakan atasnya dan selanjutnya
membuat yang bersangkutan orang paling berdosa di dunia
ini. Status ini akan membuatnya tidak layak untuk masuk
sorga. Bukan begini Sang Juru Selamat sejati.
Juru Selamat sejati haruslah Pribadi yang tidak terbatas
yang karenanya haruslah Sang Pencipta itu sendiri sehingga
Ia akan secara tanpa batas sanggup menanggung dosa
sebanyak mungkin orang yang menerimanya sebagai Juru
Selamat. Tetapi, di sisi lain, Sang Juru Selamat haruslah
mengambil rupa seorang manusia karena karya
keselamatan-Nya adalah mewakili umat manusia menerima
murka ALLAH. Hanya manusia yang dapat mewakili manusia.
Dengan menjadi manusia, maka Juru Selamat tersebut dapat
mati, dan karena Ia juga adalah ALLAH, Ia akan dapat
bangkit dari maut dan karenanya mengalahkan maut sekaligus
membebaskan manusia dari maut (Ibrani 2:14). Semua manusia
pasti mengalami maut sebagai upah dosa (Roma 6:23).
Begitulah, kedatangan Kristus yang kita rayakan lewat
natal, merupakan suatu kisah yang paradoks: (a) Kristus
yang adalah Pencipta alam semesta, datang ke dunia dengan
cara yang terlalu sederhana, (b) Ia harus lahir sebagai
manusia agar Ia dapat mati sebagai manusia guna menebus
dosa manusia, dan (c) Kematian-Nya di kayu salib kemudian
seolah-olah merupakan kekalahan, tetapi sejatinya justru
merupakan kemenangan karena Kristus mati bukan karena
dibunuh tentara Romawi atau plot orang Yahudi, tetapi
semata-mata karena Ia secara rela dan atas inisiatif-Nya
sendiri menyerahkan diriNya untuk mati sesuai maksud
kelahiran-Nya ke dunia sebagai manusia. Hanya kematian
Kristus yang terjadi bukan sebagai upah dosa, karena
kematian Kristus justru adalah kematian yang menelan
kematian. |
|
|
|
5. KEDATANGANNYA MENGUBAHKU
|
Perayaan
Natal memang seharusnya tidak hanya berisi informasi
tentang kedatangan Kristus ke dunia, tetapi lebih jauh
lagi harus membawa transformasi (perubahan) bagi kehidupan
manusia. Apabila natal hanya diidentikan dengan bingkisan
dan perayaan natal, maka esensi natal hanya akan stagnan
sebagai informasi bahwa saat untuk baju baru dengan segala
ritual natal sudah datang kembali sebagaimana tahun-tahun
yang lalu. Natal hanya akan membawa transformasi yang
sejati dan esensial, apabila transformasi tersebut membawa
akibat kepada kekekalan, yakni kekekalan yang menyangkut
keselamatan jiwa manusia, karena where death finds you,
eternity will keep you.
Transformasi sedemikian hanya dapat berlangsung apabila
kita benar-benar memahami dan menerapkan arti, semangat
dan esensi natal sejati, yakni “penyangkalan diri” dan
menjadi bagian dari Adikarya keselamatan ALLAH. Hanya
apabila Kristus menjadi Juru Selamat pribadi kita dan kita
hidup dalam kesatuan denganNya setiap hari, maka hidup
kita akan mengalami perubahan (transformasi). Hidup yang
sudah diubahkan lebih lanjut juga akan mencerminkan
karakter Kristus, yakni senantiasa memberi diri, untuk
membagikan Adikarya keselamatan ALLAH melalui Kristus,
kepada orang lain. Masing-masing kita yang sudah menerima
bingkisan natal sejati, yakni keselamatan dalam Kristus,
haruslah meneruskan keselamatan tersebut kepada sebanyak
mungkin orang. Changed Lives Change Lives!
Dalam salah satu Ibadah Minggu GKI Pondok Indah, Pnt.
Riani Josaphine memperkenalkan istilah “circle of
blessing”. Konsep dalam istilah tersebut sangat penting
untuk kita terapkan karena konsep ini mengajar kita untuk
meneruskan berkat ALLAH yang sudah kita terima. (Mungkin
ada di antara kita yang sudah pernah menonton film “Paying
Forward”. Inti cerita film tersebut sejalan dengan konsep
“circle of blessing”). Konsep “circle of blessing”
dimaksud akan membawa arti yang lebih agung bila yang kita
teruskan bukan hanya berkat duniawi, tetapi lebih dari itu,
berupa kabar keselamatan dalam Kristus sebagai berkat
ALLAH terbesar yang dapat, dan sudah, kita terima. Setiap
berkat yang TUHAN anugerahkan pada kita mempunyai sisi
kedua yang berisi tanggung jawab untuk menggunakan berkat
tersebut untuk kemulian ALLAH sebagai sumber berkat. Much
is given, much is required!
Salah satu sub-tema perayaan natal GKI PI tahun 2005 ini
adalah “Kusambut DIA dengan karyaku”. Karena yang kita
sambut adalah Pencipta Langit dan Bumi dan Juru Selamat
kita, karya apakah yang pantas kita tampilkan? ALLAH tentu
sangat menghargai setiap dan semua karya yang kita lakukan
dengan motif memuliakan ALLAH. Tetapi sudah seharusnya
bila kita juga berkarya dengan membagikan kepada sebanyak
mungkin orang kabar baik bahwa Kristus sudah datang dan
membawa keselamatan jiwa kita. Adakah kabar dan karya yang
lebih baik lagi selain kabar dan karya yang bersifat kekal?
Adakah cita-cita dan karya yang lebih mulia selain “masuk
sorga dan membawa-serta sebanyak mungkin orang ke sorga?”
By receiving we make living, by giving we make life!
Keselamatan melalui Kristus dapat diperoleh secara gratis,
sebagaimana kita dapat menikmati secara gratis
ciptaan-ciptaan ALLAH yang paling bernilai bagi kehidupan.
Tetapi, berbeda dengan ciptaan ALLAH yang terjadi hanya
dengan perintah ALLAH, keselamatan melalui Kristus adalah
Adikarya ALLAH yang sangat mahal karena Adikarya yang ini
tidak melalui jalan pintas, tetapi untuk itu, Kristus
harus menderita dan mati untuk bangkit mengalahkan maut.
Hanya ada satu-satunya Jalan mengalami transformasi, yakni
Jalan yang ALLAH sendiri sediakan bagi kita.
Around 2000 years ago heaven touched earth, and the rest
is ‘His story’. Selamat Natal 2005 dan Tahun Baru 2006 !
Don’t count your days— make your days count. |
|
|
|
>> Arsip
|
|
|
|
|
|