Bible Talks
30 Mei 2004
Filipus dan Filipus

Paul.P.Poli, SH

Dalam buku sejarah (Jagersma, 1991) kita jumpai nama Herodes Yang Agung (37 - 4SM). Selanjutnya, menurut cacatan sejarah raja ini mempunyai hobi unik, yakni menambah jumlah isteri dalam koleksinya.

Tetapi sejarah juga tidak lalai memberitakan kebengisannya, bahkan menurut Alkitab ia merencananakan tetapi gagal membunuh Kristus, sang Bayi Natal. Namun, gelar Yang Agung toh diberikan sejarah kepadanya berdasarkan kriterium: keluasan kekuasaan yang dimilikinya.

Terdapat asumsi bahwa bukan karena faktor kesalehannya, tetapi semata-mata untuk konsumsi politik serta demi perluasan pengaruhnya Herodes pun membuat suatu keputusan brilyan, yakni merestorasi Bait Allah.

Dari koleksi sepuluh isteri Herodes Yang Agung, Filipus adalah anaknya dengan Cleopatra dari Yerusalem (jadi bukan yang dari Mesir, teman sangat akrab Jenderal Antonius). Filipus inilah, raja Iturea dan Trakhonitis (4 SM – 33 M), dan adalah saudara tiri Herodes Antipas, raja Perea dan Galilea (Luk. 3:1). Herodes Antipas (4 SM - 39 M), anak Malthace, ternyata mewarisi perangai kebengisan ayahnya, sehingga mendapat nama julukan serigala dari Kristus (Luk. 13:32).

Pepatah mengatakan: pohon dikenal dari buahnya. Kata bersayap dari Kristus ini dapat kiranya dipakai untuk menjelaskan kasus pemindahtanganan isteri Filipus kepada Herodes, yakni Herodias (Mark. 6:17). Maka tampillah di atas panggung sejarah dua sejoli legendaris: Herodes dan Herodias.

Catatan kaki sejarah menghadirkan anak Herodias, yakni Salome, sebagai gadis cantik jelita dengan bakat yang penuh pesona di bidang seni tari. Itulah sebabnya mengapa tarian sensualnya membuat hadirin begitu terpukau, dan sang raja bahkan hampir copot jantungnya karena sangat tinggi tingkat kepekaannya di bidang ini, yang sudah menjadi rahasia umum.

Sambutan hadirin yang demikian hebat itu ditambah dorongan ibundanya, membuat Salome mematok tarif tariannya seharga kepala Yohanes Pembaptis. Herodes pun langsung melunasinya, dengan menyerahkan kepala yang dimintanya itu kepada Salome. Itulah tarian maut Salome berdasarkan koreografi hasil ciptaan ibunda tercinta, yang digelar di atas pentas sejarah dengan peran utama: Herodias dan Herodes (Mat. 14: 3-12 dan Mark. 6:17-29).

Apabila kita singkirkan raja Filipus dari fokus pengamatan kita, maka kita berhadapan dengan: Filipus dan Filipus. Lalu bagaimana membedakan mereka? Baiklah yang satunya ditampilkan sebagai rasul, karena dia memang benar rasul (bukan dari kategori imitasi kontemporer), sedang yang lainnya diberikan predikat evangelis (jabatan aslinya adalah diaken), agar memudahkan dan membantu kita membedakan keduanya.

Sekarang marilah kita berkenalan dengan “Filipus dan Filipus,” masing-masing dengan keunikannya sendiri, dalam mosaik kisah-kisah Alkitab.

Jakarta, 14 April 2004

>> Arsip

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003