|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
| Antar
Kita |
|
3 April 2008
Pelayanan Khotbah dari YoungNak Presbyterian Church |
|
|
Dalam
rangka kunjungannya ke Indonesia, Pdt. Cho Chul Han
dari gereja YoungNak Presbyterian Korea, disertai oleh
40 orang tim medis yang terdiri atas dokter umum,
dokter gigi, dokter ahli penyakit dalam, dokter ahli
penyakit kulit, perawat, telah melakukan pelayanan
gratis di Bandar Lampung selama 3 hari, sebelum tiba
di Jakarta dan melayani kebaktian kedua gereja kita
pada hari Minggu, 10 Februari yang lalu. Khotbah Pdt.
Cho diterjemahkan oleh Pdt. Kim Joseph Sang Hyeon.
Cikal-bakal gereja YoungNak sebenarnya dari Korea
Utara, namun orang-orang Kristiani di sana melarikan
diri ke Korea Selatan dan mendirikan gereja di Seoul
sekitar 50 tahun yang lalu. Kini jemaat gereja mereka
telah berkembang hingga lebih dari 57 ribu anggota
jemaat dengan 5 kebaktian umum pada setiap hari Minggu.
Mereka juga bertekad untuk melakukan penginjilan ke
seluruh Korea, dan menjangkau Korea Utara dengan
melakukan perjalanan-perjalanan misi melalui Cina.
Khotbah Pdt. Cho diambil dari Yohanes 6:14-15, yaitu
peristiwa Yesus yang menyingkir ke tempat sunyi
setelah Ia memberi makan kepada 5 ribu orang.
Seorang misionaris Korea, penulis buku yang laris
terjual, mengatakan pandangannya tentang penyerahan
diri. Penyerahan diri itu tidak mudah. Orang sering
menguatirkan banyak hal, terutama masa depannya,
karena itu ia harus belajar menyerahkan harapannya
kepada Allah, agar dapat mengalami damai sejahtera.
Ada sebuah kisah yang lucu yang diceritakannya. Suatu
hari seorang ayah dan anaknya pergi ke toko mainan.
Ketika anak itu melihat mainan yang diidam-idamkannya,
ia langsung memegang erat-erat mainan itu dan tidak
mau melepaskannya. Ia menangis keras-keras ketika
ayahnya meminta agar mainan itu diletakkan di meja
kasir. Akhirnya si ayah terpaksa mengangkat anak
beserta mainannya ke meja kasir untuk dapat
membayarnya.
Yesus menyerahkan diri-Nya sendiri bagi kita dan
meminta kita untuk juga menyerahkan diri kita
kepada-Nya.
Dalam kisah Yesus, ada 5 ribu orang yang mau mengikut
Yesus. Hal ini merupakan jumlah yang sukses di mata
manusia. Yesus dianggap sebagai superstar. Ketika
Yesus membuat mukjizat dengan memberi makan kepada
mereka semua, mereka berpikir bahwa Ia sungguh
berkuasa dan dapat mendirikan kerajaan sendiri di
Israel. Namun Yesus justru menyingkir dari mereka dan
pergi ke gunung. Orang-orang itu telah salah paham.
Mereka ingin meminta kerajaan surga tanpa kayu salib,
tetapi Yesus justru harus meninggalkan tahta surga dan
dikorbankan sebagai anak domba di kayu salib. Mengapa
kesalahpahaman itu terjadi? Karena manusia tidak
mempunyai iman. Manusia tidak dapat memahami rencana
Allah.
Yesus menyingkir. Orang-orang berpikir bahwa Yesus
meninggalkan mereka. Tetapi itu tidak benar. Yesus
memberikan jiwa-Nya agar kita semua selamat.
Seandainya 2 ribu tahun yang lalu Yesus menjadi Raja
Israel, kita yang hidup di zaman sekarang tentu tidak
akan memedulikan-Nya, sebab Ia tidak ada hubungannya
dengan kita. Sama seperti orang Korea tidak peduli
siapa pemimpin bangsa Indonesia, atau sebaliknya.
Tetapi Yesus menyingkir untuk berdoa. Ia berdoa kepada
Allah, sama seperti di Taman Getsemani. Ia berdoa
dengan darah dan air mata, lalu menyerahkan diri-Nya
untuk mati di kayu salib. Kemudian Ia bangkit kembali
dan memberikan jiwa yang kekal kepada kita semua.
Sama seperti yang dilakukan-Nya, Yesus juga meminta
kita untuk sepenuhnya mengandalkan diri kepada-Nya.
Ada kisah tentang seorang nenek yang masuk ke dalam
bis dengan tetap menjunjung barangnya. Sopir bis
menasihatinya untuk meletakkan barang itu di lantai,
tetapi si nenek tetap keberatan. Tuhan mengatakan agar
kita menyerahkan semua beban kita kepada-Nya, agar Ia
dapat memberikan damai sejahtera kepada kita. Tetapi
kadang-kadang kita sangat sulit melakukan hal itu.
Pdt. Cho bercerita bahwa ketika ia disuruh ke
Indonesia dengan tim medisnya, ia ragu-ragu. Saat ini
sedang ada liburan panjang di Korea, dan dengan pergi
ke Indonesia, ia tidak dapat beristirahat dengan
keluarganya. Tetapi ia melihat bahwa sudah 5 tahun tim
medis ini melupakan waktu libur mereka untuk melakukan
pekerjaan kemanusiaan ke mana-mana. Akhirnya Pdt. Cho
menyerahkan beban pikirannya ini kepada Tuhan, dan
Tuhan memberinya hadiah. Ia kini merasa lebih dekat
dengan Tuhan, bekerja sama lebih erat dengan tim
medisnya, dan mempunyai kasih karunia untuk berdoa
bagi bangsa Indonesia.
Tuhan meminta agar kita semua menyerahkan diri kita
sepenuhnya kepada Tuhan sehingga Injil terus
diberitakan di Indonesia dan Tuhan memberikan
mukjizat-Nya.
Seluruh tim dari Korea melantunkan dua lagu pujian di
dalam kebaktian ini. Lagu Kekuatan serta Penghiburan
dalam bahasa Korea, dan lagu Dalam Yesus Kita
Bersaudara dalam bahasa Indonesia. Semoga
persahabatan kita semakin erat! (Ida B.) |
|
|
|
| Pdt. Cho Chul Han |
Koor anggota tim dari Korea
|
|
| |
|
>> Arsip
|
|
|
| |
|
|
|