|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
| Antar
Kita |
|
9 Desember 2007
Persekutuan Doa Pagi GKI-PI, Pernyataan Jemaat dan Simpatisan |
|
|
|
Anonymous (seorang jemaat GKI PI) |
Suatu Hari di Sabtu Dinihari Tuhan
Meringankan Langkahku untuk Bersekutu di Persekutuan
Doa Pagi GKI-PI
Yakobus 4:2 : “Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena
kamu tidak berdoa”
Matius 21:22 : “Apa saja yang kamu minta dalam doa
dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya”
Ayat tsb di atas sangat Berkesan bagi saya. Sementara
banyak dari antara kita ingin mengerjakan sesuatu bagi
Allah, namun sedikit yang ingin menghabiskan waktu
berdoa kepada-Nya, padahal Allah sangat menghargai doa,
dan Dia senantiasa memperhatikan doa-doa kita.
Sementara itu, di sekeliling kita banyak
Saudara-saudara seiman memerlukan dukungan doa pada
situasi saat ini. Karena keterbatasan saya untuk ikut
melayani Tuhan di dalam kegiatan-kegiatan lain
digereja GKI PI, saya memutuskan untuk melayani Tuhan
melalui doa-doa syafaat bagi saudara-saudara seiman
yang memerlukan dukungan doa...!! (melalui persekutuan
doa pagi GKI PI sebagai salah satu bentuk pelayanan
saya bagi-Nya). |
| |
|
Ibu Erna L. Kusoy |
Jumat itu tanggal 20 April 2007, bila
tidak salah ingat, saya berjanji pada diri sendiri
akan cepat tidur, walaupun pulang tugas cukup larut
malam untuk hadir pada Persekutuan Doa Pagi GKIPI,
saya segera menyiapkan jam agar berdering pagi sekali.
Saya juga berdoa “Tuhan kiranya menyertai dalam hadir
pertama kali dalam pertemuan ini dan bangunkanlah
dengan ke-kuatan yang baru besok pagi”.
Memang sangat menyenangkan karena saya bangun sebelum
jam berdering dan setelah siap langsung meluncur dari
Cipulir (daerah Seskoal/Jl.Panjang) menuju GKIPI.
Setelah naik lift kami disambut bukan saja oleh
ruangan sejuk dingin ber-AC tapi juga disambut hangat
oleh beberapa anggota yang sudah hadir. Walaupun saya
kurang mengetahui acaranya tapi yakin karena namanya,
pasti diutamakan “doa pagi” saat itu dipimpin oleh Pnt.
Riani Josaphine dengan renungan yang cukup berkesan.
Setelah doa dan renungan selesai dilanjutkan dengan
acara menarik yakni pembagian kartu. Saya berpikir
untuk apa ya kartu nomor tersebut (pasti bukan untuk
acara game kartu bernomor:-) dan ternyata untuk
menentukan siapa dengan nomor yang sama berada dalam
kelompok yang sama untuk mendoakan berbagai topik yang
sudah dibicarakan lebih dahulu. Artinya pasti bahwa
dalam kurun waktu sekian kali pertemuan kita pasti
akan satu ketika duduk berdoa bersama dengan setiap
anggota, hal mana menurut hemat saya me-rupakan daya
pikat tersendiri.
Yang paling berkesan adalah sebelum pulang, ketika
dalam lingkaran masing-masing berjabat tangan dengan
mesra sambil me-rangkul dan bagi ibu-ibu tentu dengan
disertai dengan “kiss goodbye”. Sungguh suatu
peng-alaman yang tidak terlupakan dan sejak saat itu
saya merasa akan sangat rugi bila tidak datang ke
Persekutuan Doa Pagi, kecuali memang tidak berada di
Jakarta. Kesimpulan hadirlah pada Persekutuan Doa Pagi
GKI PI anda tidak akan rugi malahan sebaliknya
mendapat new friends, new contacts and happiness:-) |
| |
|
Ibu JH, Pondok Indah |
Kepindahan kami dari Jakarta Utara ke
Pondok Indah dengan lokasi yang sangat dekat dengan
GKI PI, menyebabkan kerinduan kami untuk mengambil
bagian dalam Doa Pagi GKI PI, karena kami ingin
melayani Tuhan melalui mendoakan bagi orang-orang
lain.
Firman yang kami dengar di Persekutuan Doa Pagi juga
menguatkan iman kami di samping kesaksian-kesaksian
dari pendoa-pendoa lain.
Kami jadi lebih bisa berempati dengan
persoalan-persoalan yang dihadapi orang lain serta
hubungan yang lebih erat antar pendoa. Kami bersyukur
dan bersuka cita dapat ikut serta dalam Persekutuan
Doa Pagi GKI PI yang indah ini. |
| |
|
Seorang Mantan Diaken GKI PI Periode 2000 |
Awalnya kami tidak mengenal Doa Subuh
(sekarang Persekutuan Doa Pagi GKI PI). Karena
penempatan di Seksi Doa Subuh Mabid Ibadah GKI PI,
kami baru mengenalnya. Dengan “berat hati” kami
menerima penempatan tersebut terbayang dalam benak
kami harus bangun subuh (waktu itu Sabtu merupakan
hari kerja) dan juga berarti suatu kegiatan rutin
setiap Sabtu.
Akan tetapi terngiang dalam hati akan janji kami pada
saat peneguhan menjadi Diaken di GKI PI “ya dengan
segenap hati” dan disambut dengan pernyataan Pendeta
“hendaknya ya tetap ya”. Janji tersebut menyadarkan
bahwa penempatan tsb. tidak boleh diterima dengan
“bersungut-sungut” atau berat hati dan kami bertekad
inilah kesempatan bagi kami untuk “bekerja langsung di
ladang Tuhan”, walaupun di lahan yang sempit (“Jemaat
mula-mula di Doa Subuh pada saat kami ditempatkan
lebih kurang 12 orang, yakni antara lain Bp. & Ibu
Poli, Pak Soekamto, Pak Basuki, Pak Subroto, Pak Jack
dan beberapa nama lain). Setelah berjalan be-berapa
waktu akhirnya suatu sukacita kami dapatkan. |
| |
|
Ibu JTN, Pondok Indah |
Seperti biasa Sabtu Subuh saya bangun
tergesa-gesa (lebih pagi dari hari biasa) untuk
mempersiapkan suami berangkat bersekutu di Doa Subuh (sekarang
Persekutuan Doa Pagi GKI PI). Pagi hari itu juga
kemudian harus menyediakan sarapan pagi untuk
anak-anak yang akan berangkat ke sekolah (waktu itu
hari Sabtu merupakan hari sekolah).
Setelah Sabtu merupakan hari libur sekolah, mulai
Sabtu pagi subuh yang telah menjadi rutinitas bangun
tidur saya dapat lebih menenangkan diri dan ikut
ber-sekutu bersama suami di Doa Subuh. Melalui Doa
Subuh tsb. Saya dapat menenangkan diri, berkonsultasi,
mencari visi dan bermeditasi (melalui renungan singkat
dan doa syafaat) di Doa Subuh. Melalui doa Subuh saya
justru dapat membuka hubungan dengan Tuhan pada pagi
hari.
Keyakinan saya PDP GKI PI dapat menjadi “Organisasi”
yang solid dan kompak di masa men-datang. Menjadi
“Organisme” (ber-tumbuh/berkembang) di mana jemaat
bisa berperan aktif dalam bertumbuh. Kiranya potensi
dan talenta yang Tuhan berikan kepada Jemaat GKI PI
dapat tersalurkan juga melalui PDP GKI PI. |
| |
|
Bp. D. Frederick C. Huma, Simpatisan GKI PI |
Minggu, 22 April 2007 pertama kali
saya mengikuti kebaktian umum di GKI PI pada jam 09.00
WIB. Saya baca dengan cermat isi dari Warta Jemaat.
Dan saya temukan suatu himbauan/ajakan untuk mengikuti
Persekutuan Doa Pagi GKI setiap hari Sabtu pk. 05.30
di ruang konsistori dan ajakan itu ditujukan kepada
warga jemaat dan simpatisan. Sebagai Simpatisan,
ajakan tsb. membuat saya memberanikan diri sekaligus
berkerinduan untuk bergabung dengan PDP GKI PI.
Realisasi dari rasa rindu tsb. hari Sabtu, 28 April
2007 saya meng-ikuti PDP GKI PI dan rutin sampai saat
ini.
Yang menarik dari PDP GKI PI selain dalam ibadah ada
puji-pujian, pembacaan Alkitab dan Renungan oleh
pelayan Firman, dan selanjutnya peserta di bagi dalam
kelompok 3–4 orang tiap kelompok untuk menaikkan doa
syafaat.
Saya menyadari bahwa ber-syafaat itu sangat besar
kuasanya dan senantiasa “diingat Tuhan”. Baca: Kej.
19:29 (Maka Allah ingat kepada Abraham, lalu
dikeluarkannyalah Lot dari tengah-tengah tempat yang
ditunggang balikan itu).
Mendoakan orang-orang di sekitar hidup kita, baik itu
anggota keluarga, teman, sahabat kenalan, itu semua
tidak ada yang mubasir di hadapan Tuhan.
Di dalam alam rohani semua itu benar-benar membawa
pengaruh yang nyata. Bahkan mungkin kita pernah
mengalami suatu peristiwa di mana secara mengherankan
terluput dari bahaya. Tanpa kita ketahui, pasti ada
orang yang sebenarnya mendoakan perlindungan atas
hidup kita.
Saya menyadari sepenuhnya bahwa Doa Syafaat adalah
dahsyat, jangan pernah menyepelekan Doa Syafaat.
Betapa banyak peristiwa-peristiwa buruk luput dari
hidup orang-orang karena ternyata ada orang-orang di
sekeliling kita dengan penuh kasih senantiasa
bersyafaat baginya. Dengan media PDP GKI PI kita
benahi dan tingkatkan hidup Doa kita. |
| |
|
Bp. Paul Nelwan, Pondok Indah |
Berawal
membaca Warta Jemaat pada kebaktian kedua di awal
bulan Juli 2006, saya tertarik dengan kolom
Persekutuan Doa Pagi setiap hari Sabtu jam 05.30, saya
lupa tepatnya tanggal berapa awalnya untuk pertama
kali saya melangkahkan niat saya ke PDP GKI PI. Saya
berusaha hadir di PDP GKI PI dikarenakan saat itu saya
sedang mengalami pergumulan dalam banyak hal dan saya
mendapatkan jawabannya di PDP GKI PI tsb. Saya
mendapatkan teman-teman yang benar-benar dengan
sukacita dan tulus menerima saya, memberi saran,
saling mendoakan dan tidak membedakan tingkat sosial,
status dan asal usul.
Saya merasakan ada jamahan Tuhan Yesus semenjak saya
hadir pertama kali di PDP. Ada kerinduan kalau saya
tidak dapat datang di hari Sabtu pagi. Renungan yang
dibawakan walaupun singkat tapi cukup berbobot.
Setelah selama 5 hari kerja berpacu dengan waktu dan
segala persoalan, berkumpul mendengarkan Firman Tuhan
di Sabtu pagi hari, saling mendoakan (yang sebelumnya
saya hanya berdoa untuk diri sendiri dan orang-orang
yang dekat dengan saya, ternyata banyak orang lain,
jemaat/simpatisan GKI PI di sekeliling kita yang perlu
didoakan juga) menjadikan kita celik akan keadaan di
sekitar kita, menjadikan jiwa dan mental segar kembali,
menjadikan kita peka terhadap kesulitan dan pergumulan
orang lain.
Saya mengharapkan PDP GKI PI tidak ternodai dengan
sifat-sifat ke-dagingan manusia, gosip, usil, iri dsb.
..... tapi benar-benar tempat untuk merenda cinta
kasih yang tulus dan murni sesama Anak Tuhan.... Amin. |
| |
|
>> Arsip
|
|
|
| |
|
|
|