|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
| Antar
Kita |
|
5 Mei 2007
Paska 2007, Mengapa Kau Mencari Dia yang Hidup di Antara Orang Mati? |
|
|
|
Kamis Putih |
Dalam
situasi dan dalam konteks seperti situasi di negeri
kita dewasa ini, maka saat ini kita ditantang untuk
merefleksikan diri atas apa yang telah kita perbuat
selama ini serta ditantang untuk merendahkan hati
untuk saling melayani, demikian Pdt. Agus Susanto
menyatakan dalam khotbahnya pada malam Kamis Putih di
GKI Pondok Indah.
Dengan apa yang kita perbuat itu, maka kita harapkan
apa yang kita lakukan itu bisa mempunyai dampak bagi
orang lain, karena kita melakukan itu dengan suatu
landasan yang diajarkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus,
yaitu kasih, kata Pak Agus menegaskan.
Pak Agus mengemukakan pula bahwa Tuhan Yesus sudah
memberikan teladan yang jelas untuk saling melayani
itu dengan mengutip dari Injil Yohanes 13:13-17, yang
berbunyi:
Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu
tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi
jikalau Aku membasuh kakimu, maka kamu pun wajib
saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan
suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat
sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.
Aku
berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah
lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan
dari pada dia yang mengutusnya. Jikalau kamu tahu
semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu
melakukannya.
Jalannya ibadah sebenarnya cukup khusuk, namun pada
saat ditampilkannya sebuah fragmen, sound systemnya
agak kacau sehingga dialog yang berlangsung tak bisa
ditangkap oleh jemaat.
Jemaat cukup padat memadati gedung gereja pada
peringatan Kamis Putih kali ini dibanding dengan tahun
yang lalu dan hal ini nampaknya sudah menjadi suatu
tradisi baru bagi gereja kita. (skt) |
| |
 |
| |
|
Jumat Agung |
| Pada
pagi harinya, jemaat mengikuti kebaktian Jumat Agung
untuk mengenang wafatnya Tuhan Yesus di kayu salib
dengan suatu Perjamuan Kudus, yang dilayani oleh empat
orang pendeta, yaitu Pdt. Agus Susanto, Pdt. Rudianto
Djajakartika, Pdt. Tumpal Tobing dan Pdt. Purboyo W.
Susilaradeya. (skt) |
| |
 |
| |
|
Paska Pagi |
| |
 |
| |
|
Kebaktian Padang, Paska Desa Kemang |
Kebaktian Padang merupakan salah satu
bentuk Kebaktian yang bisa membawa suasana yang
berbeda dari biasanya dan umumnya disukai oleh jemaat,
karena walaupun liturginya sama namun biasanya
Kebaktian Padang diadakan di udara terbuka.
Pada Kebaktian dan Perayaan Paska 08 April 2007,
jemaat Pos PI Desa Kemang mengadakan Kebaktian Padang
di kebun Ibu Nessy di Parung. Pagi-pagi sekali jemaat
Pos PI Desa Kemang termasuk anak-anak Sekolah Minggu
sudah antusias berkumpul di rumah Ibu Nety tempat yang
biasanya digunakan untuk Kebaktian Minggu dan Sekolah
Minggu, semua tampak bersuka-cita mengingat hari itu
adalah hari di mana kita semua merayakan Kemenangan
Tuhan Yesus atas maut yang juga berarti menyelamatkan
kita semua dari hukuman atas dosa.
Dengan menyewa 5 mobil angkot, jemaat yang terdiri
dari 30 ibu-ibu, 2 bapak dan sekitar 50 anak-anak
Sekolah Minggu dan remaja berangkat bersama-sama dalam
sekali angkut, ya cukup berdesak-desakan dalam angkot,
karena kapasitas satu angkot sebenarnya adalah 10
orang dewasa, tetapi hal ini tidaklah menurunkan
semangat dan suka-cita Paska, khususnya anak anak.
Sesampainya di kebun, jemaat disambut dengan snack
pagi yang dapat menggembalikan kesegaran, apa lagi
suasana kebun yang serba hijau dan teduh karena
rindangnya pohon-pohon di sana, anak-anak pun segera
menggelar lembar plastik lebar mempersiapkan Kebaktian
Sekolah Minggu di bawah pohon. Kami bersyukur pada
Tuhan selama acara Paska udara begitu cerah dan
mendukung Kebaktian Paska Sekolah Minggu.
Sementara itu, ibu-ibu mengambil sedikit waktu untuk
jalan-jalan di kebun, kemudian mengambil posisi di
dalam rumah kayu siap-siap untuk Kebaktian secara
lesehan. Kebaktian Paska dimulai sesuai rencana yaitu
sekitar jam 09:00 pagi dipimpin oleh Pendeta Agus
Susanto didampingi Penatua Benny Murtono dengan
liturgi dan tema yang sama dengan GKI Pondok Indah
yaitu: Mengapa Kamu Mencari Dia yang Hidup di Antara
Orang Mati?
Liturgi Pujian diisi oleh anak-anak Sekolah Minggu
Desa Kemang yang membawakan beberapa pujian diiringi
oleh dua gitaris dari anak-anak remaja.
Selesai kebaktian, anak-anak Sekolah Minggu masih
tinggal di kebun, karena ada beberapa permainan yang
dipimpin oleh guru-guru Sekolah Minggu dari GKI Pondok
Indah, tetapi di antara mereka sudah ada juga guru
Sekolah Minggu dari Jemaat Desa Kemang sendiri.
Ibu-Ibu Desa Kemang tidak mau ketinggalan, mereka juga
punya permainan/game sendiri yang dipimpin oleh Pak
Hendro, game diadakan di halaman rumah kayu. Ibu-ibu
dibagi dalam 3 kelompok, mereka berlomba menyusun
kata-kata yang sudah ditentukan untuk membentuk satu
ayat dalam Alkitab yang masih ada hubungannya dengan
Perayaan Paska, game ini selain menuntut kecepatan dan
kecermatan dalam membentuk ayat, mereka juga harus mau
berbagi kata dengan kelompok lain, karena ada
kata-kata yang dengan sengaja oleh Pak Hendro disimpan
di kelompok lain. Berhubung mereka hanya terdiri dari
3 kelompok, maka minimal mereka bisa meraih Juara 3.
Semua dapat hadiah.
Setelah semua bermain dan lelah, tuan rumah sudah
menyediakan ikan bakar, ikan goreng serta
sayur-sayuran yang sangat segar. Suka-cita Paska,
permainan dan makan siang di udara terbuka dengan menu
sehat membuat Kebaktian Padang pada Perayaan Paska
Jemaat Pos PI Desa Kemang menjadi sangat berarti.
Selamat Paska. (Arman Sulaiman) |
| |
 |
| |
| |
|
Pra-Paska, Donor Darah |
Di
tengah beragam bencana dan serangan penyakit yang
mendera Indonesia, kebutuhan akan darah ternyata
mengalami peningkatan. Sudah sering kita mendapatkan
informasi bahwasanya PMI maupun rumah sakit banyak
mengalami kekurangan darah yang dapat dipakai menolong
para korban. Oleh sebab itu aksi donor darah dari
masyarakat merupakan sebuah aktifitas yang sangat
dibutuhkan.
Gereja kita melalui Komisi Dikkesra tidak tinggal diam.
Pada hari Minggu 04 Maret 2007 mengadakan aksi
kegiatan donor darah. Dari 90 orang yang mendaftar,
akhirnya sekitar 76 orang jemaat yang diijinkan
mendonorkan darahnya. Jumlah ini merupakan sebuah
peningkatan jika dibandingkan dengan jumlah partisipan
jemaat pada kegiatan donor yang lalu. Keberhasilan
peningkatan jumlah peserta ini ditunjang oleh Komisi
Remaja yang mengijinkan pemakaian ruang kebaktiannya,
sehingga daya tampung peserta menjadi lebih besar
dengan waktu pelaksanaan yang lebih cepat.
Pada pelaksanaan aksi donor darah tersebut anggota
jemaat terlihat antusias mendaftar dan sabar menunggu
gilirannya. Ketika selesai mendonor, jemaat diberikan
makanan mie, telor dan susu yang merupakan menu wajib
dalam setiap aktifitas donor darah.
Kegiatan donor selesai pada pukul 12.15 dan Pdt.
Rudianto menjadi pendonor yang paling akhir pada hari
tersebut. Menurut rencana kegiatan donor berikutnya
akan diselenggarakan pada tanggal 10 Juni 2007. Komisi
Dikkesra berharap jemaat akan semakin banyak yang
dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. (Desiree
Setiawan- KOMISI DIKKESRA) |
| |
 |
| |
|
>> Arsip
|
|
|
| |
|
|
|