Antar Kita
18 April 2006
Memperkenalkan Kasih Kristus di Wilayah Kanibal

Yan Watung
Pembinaan dan pengarahan-pengarahan yang berkesinambungan dari mimbar gereja GKI Pondok Indah kepada warga jemaatnya baik anggota maupun simpatisan yang masih sebagai tamu, membuat mimbar-mimbar kecil GKI Pondok Indah bergerak kemana-mana ke sasaran-sasaran pelayanan di berbagai penjuru tanah air sampai ke pelosok pedalaman Papua yang belum terjangkau oleh Injil Tuhan Yesus Kristus selama bertahun-tahun. Hal mana sesuai dengan visi GKI Pondok Indah yang anggota gerejanya peduli pada pembaruan manusia dan lingkungan dalam rangka perwujudan misi Kerajaan Allah.

Diawali kegiatan-kegiatan Panitia Natal GKI Pondok Indah di tahun 2000 s/d 2003 serta panitia Paskah yang mengirimkan bingkisan-bingkisan jemaat bagi saudara-saudaranya yang membutuhkan di pedalaman-pedalaman Papua, lalu diteruskan dengan kegiatan–kegiatan Komisi Dikkesra dan Komisi Pekabaran Injil, berlanjut lagi dengan gerakan-gerakan perorangan/keluarga GKI Pondok Indah maupun simpatisan yang terbeban bahu membahu dengan para penginjil untuk ikut serta menembus wilayah-wilayah pedalaman Papua yang masih terisolir. Selama ini masih 14 titik yang belum tertembus dengan Injil Yesus Kristus, di mana sebagian para penduduknya masih kanibal dan masih menutup rapat-rapat bagi kehadiran para pendatang di wilayah mereka. Tidak heran kalau sering terdengar perang antarsuku dan desa hanya karena berpapasan atau melewati tempat-tempat pemukiman yang menjadi kekuasaan mereka.

Tangan-tangan warga jemaat GKI Pondok Indah telah dipakai Tuhan sebagai alat-Nya menembus kegelapan pedalaman Papua dengan memberi perhatiannya untuk bekerjasama dengan para penginjil menembus pedalaman Papua yang masih terisolir ini diawali dengan penyampaian bingkisan-bingkisan Natal ke beberapa warga jemaat berbagai denominasi gereja. Langkah-langkah selanjutnya untuk menembus isolasi titik-titik yang belum tersentuh di Papua ini, para penginjil berhasil membangun sebuah Pos PI di atas lahan seluas 2 hektar yang disumbangkan oleh Pdt. S. Manurung, S.Th, penginjil/pendeta yang melayani berbagai denominasi gereja-gereja Papua yang terletak di Arso 8 Kabupaten Keerom. Pendanaan awal 100% berasal dari warga GKI Pondok Indah (IR).

Pos PI tersebut telah rampung 75% dan mulai difungsikan membina putra-putra pedalaman Papua dari daerah-daerah yang terisolir tsb. Nantinya tenaga-tenaga yang disekolahkan dan telah dibina di Pos Pekabaran Injil ini selama 2-3 tahun akan dikembalikan lagi di lingkungan desanya untuk tugas mengabarkan Injil di sana, dan sekarang telah ada 2 (dua) tenaga yang dikembalikan ke kampung halamannya dan terus dibina pelayanannya dari pos PI Keerom tersebut. Tentunya kelangsungannya masih membutuhkan uluran-uluran tangan dari siapa saja yang Tuhan gerakkan hatinya menyalurkan berkat-berkat Tuhan ke sana mungkin melalui perorangan maupun organisasi gereja atau yayasan.

Saat ini kebutuhan mendesak adalah biaya penyampaian barang-barang ke pedalaman, pakaian layak pakai, beras, gula dan apa saja untuk pelayanan pos PI Keerom tersebut. Bahan-bahan bantuan Pos PI tersebut di GKI PI ditangani oleh Pnt. Yan Watung—pendamping Komisi Pekabaran Injil yang selanjutnya akan meneruskannya ke Papua lewat Yayasan PEKA/Penabur Kasih Agape di Jln. RI. Macan Tutul No.50 Dok V Telp. 0967-536903, Fax. 0967-535278 Jayapura/Papua yang dipimpin oleh Pdt. S. Manurung, S.Th dan Pak Yan Watung di mana yayasan ini mengkhususkan pelayanan di PI di pedalaman-pedalaman Papua.
 
Awal Panggilan
Harison Manurung adalah seorang pelaut bertugas sebagai Mualim Pelayaran Besar dari salah sebuah kapal asing yang telah melayari kurang lebih 60 pelabuhan di luar negeri. Saat berada di tengah laut dalam suatu pelayarannya, saat sedang menekuni bagian-bagian Firman Tuhan tentang penginjilan, telah mendapat gerakan Roh Kudus yang luar biasa untuk meninggalkan pekerjaannya sebagai Mualim Pelayaran Besar yang gajinya cukup besar saat itu, untuk pergi ke suatu tempat yang belum diketahuinya guna mengabarkan Injil Tuhan Yesus Kristus.

Komunikasi dengan adiknya yang kebetulan seorang pendeta mengantarkannya ke pedalaman Papua. Kebetulan sang adik yaitu Pdt. Sosor Manurung, S.Th sempat mengunjungi tempat-tempat yang masih tertutup itu. Setelah informasi dari adik maka Ev. Harison Manurung menuju Keerom di perbatasan PNG sebuah lokasi transmigrasi namun banyak transmigran telah meninggalkannya karena mungkin situasi keamanan yang tidak mendukung. Dari satu keluarga transmigran yang akan meninggalkan lokasi tersebut diperoleh 2 hektar tanah dan sebuah bangunan rumah sederhana yang kemudian ditempati Ev. Harison Manurung yang segera menyusun suatu program bagaimana menaklukkan dan memenangkan wilayah-wilayah kanibal yang masih terisolir tersebut bagi kemuliaan Yesus Kristus.

Semula dilakukan kerjasama dengan MAF dan bentuk kerjasama tersebut hanya dalam pengangkutan kebutuhan pos PI. Beliau inilah yang memimpin Pos PI Keerom yang dibantu oleh 6 penginjil lainnya.

Awal pelayanan di sana dengan nama Yesus mereka menaklukkan seorang dukun sakti transmigran asal Jawa Timur yang dapat mengobati segala penyakit dengan kekuatan kuasa gelap dan sangat ditakuti/disegani penduduk dan kini dia telah menjadi pelayan Kristus. Juga ketika memasuki sebuah desa kanibal yang akan diinjili telah terjadi mujizat Tuhan luar biasa di mana seorang yang menjadi pemimpin di situ yang juga memiliki kekuatan iblis yang bisa mengobati penyakit-penyakit akhirnya bertekuk lutut di kaki Yesus. Semula perlawanan kuat menentang kehadiran para penginjil tersebut, tetapi penginjil-penginjil tersebut yang dipimpin Ev. Harison tidak gentar sedikit pun.

Tuhan membuat keajaiban di mana sang dukun tiba-tiba sakit keras dan oleh penduduk di situ menyatakan tegas bahwa pemimpin mereka itu akan menemui ajal malam itu juga dan penyebabnya ialah para penginjil itu. Saat pemimpin mereka mati saat itu juga Ev. Harison dan lainnya akan langsung dipanah/dibunuh. Lalu juru bahasa Ev. Harison segera pergi ke kemah mereka memberitahukan agar segera lari sebab dukun sakti itu sudah koma dan akan mati dalam hitungan menit. Tetapi dengan keyakinan iman, Ev. Harison menuju rumah dukun itu dan terlihat memang sudah sekarat.

Dalam keteguhan iman, Ev. Harison mengajak mereka berdoa untuk kesembuhan dukun ini, dan terjadilah mujizat, dukun itu pulih kembali kesehatannya dan akhirnya penduduk mulai mendengar dan berangsur mulai percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Akhirnya dukun sakti itu kini telah bersahabat dengan para penginjil itu.

Ev. Marajohan Siahaan, seorang muda lulusan IPTN Bandung, yang pernah ke GKI Pondok Indah bulan November lalu. Setelah lulus dari IPTN Bandung, ia melamar pada beberapa perusahaan penerbangan. Akhirnya diterima di penerbangan Bouraq, namun karena telah berada di hutan, panggilan pelayanan PI lebih kuat memanggilnya, ia memutuskan tetap berada di hutan rimba Papua sebagai penginjil. Banyak mujizat Tuhan telah dialaminya dalam menjalani tugas sebagai penginjil muda.

Pdt. Johannis Serelak seorang hamba Tuhan/penginjil putra daerah Papua yang setia keluar masuk hutan melayani daerah-daerah yang masih kanibal ini. Dia pernah terserang penyakit berat dan tidak dapat diobati lalu ia memohon kepada Tuhan agar ia masih diberi kesempatan melayani dan kembali lagi ke Korowai melayani penduduk di sana, dan Tuhan menyembuhkannya. Dia saat ini sedang bergumul untuk melengkapi kebutuhan kawan-kawannya yang sedang berada di hutan-hutan agar tidak menghambat pekerjaan pemberitaan Injil di sana.
 
Awal Partisipasi jemaat GKI Pondok Indah
Bermula dengan tugas dari Ketua Panitia Natal 2003 Bpk. Pnt. Chandra Gema Suria untuk kembali menyampaikan bingkisan-bingkisan Natal dari jemaat GKI Pondok Indah kepada saudara-saudaranya di pedalaman Papua. Pak Yan Watung membawa bingkisan-bingkisan tersebut di 12 jemaat dan Panti Asuhan yang sangat membutuhkannya dan menerimanya dengan penuh sukacita. Akhirnya satu keluarga GKI-PI menyatakan kerinduannya ingin membangun tempat beribadah di sebuah desa terpencil yang kemudian dijajaki bekerjasama dengan sebuah jemaat GKIP di pesisir pantai Jayapura di mana bermukim warga yang terkena badai tsunami di Biak beberapa tahun lalu. Namun setelah akan dilaksanakan terjadi penolakan dari penduduk yang menguasai tanah di daerah tersebut sehingga harus dibatalkan.

Tetapi kerinduan yang kuat dari keluarga ini rupanya Tuhan menentukan untuk melayani mereka yang berada di hutan-hutan/pedalaman Papua, tempat-tempat yang selama ini belum tersentuh Injil Yesus Kristus. Salah satu Penatua GKIP Waena Jayapura yaitu Pnt. Hendriek Johanes mengantarkan kami ke Pdt. Sosor Manurung yang mengurus penginjil-penginjil pedalaman Papua. Dan rupanya telah sekian tahun mereka merindukan sebuah Pos PI yang akan membina putra-putra pedalaman itu dan setelah siap kemudian dilepas kembali ke desa-desa di mana mereka didatangkan ke pos pembinaan tersebut yang rupanya jauh lebih efektif dalam melaksanakan penginjilan di desa-desa terpencil tersebut. Dan kini pos PI Keerom Papua telah berdiri yang disponsori oleh warga GKI Pondok Indah.

Tentunya kegiatan-kegiatan Pekabaran Injil dari pos PI tersebut tetap kita dukung kelangsungannya dari apa yang maksimal dapat kita perbuat dan bagian yang tidak dapat kita lakukan menjadi bagiannya Tuhan untuk mengerjakannya. Allah Bapa, Tuhan kita Yesus Kristus telah mempersiapkan kita semua untuk melakukan hal-hal yang baik, kapan pun dan di mana pun kita melayani orang lain dengan dengan cara apapun, di situ kita melayani Tuhan kita Yesus Kristus yang telah lebih dahulu mengasihi kita dengan kasih yang tidak berkesudahan. (Efesus 2:10).
 
 
>> Arsip
 

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003