Antar Kita
21 September 2005
Menyongsong Masa Depan, Retret Komisi Senior GKI PI
Retret Komisi Senior GKI PI yang diselenggarakan di Wisma Remaja Cipayung tanggal 16 – 18 September 2005 mengambil tema: “Menyongsong Masa Depan”. Maka dalam renungan yang dibawakan Pdt. Em. RAS Pandiangan mendasarkan pada 2 Kor 4:16- 5:10 yang dalam Alkitab diberi judul JANGAN TAWAR HATI, JUGA WAKTU MENGHADAPI MAUT.

Membaca tema itu, memang dapat menimbulkan pertanyaan, apakah bagi insan yang sudah lanjut usianya masih memiliki masa depan. Namun perikop yang diambil bagian keduanya dari judulnya menyebutkan JUGA WAKTU MENGHADAPI MAUT, jelaslah setiap orang pada waktunya akan menerima panggilan Tuhan untuk menghadap-Nya.

Sesungguhnyalah Panitia Retret mendasarkan temanya pada 2 Kor. 4:16 yang berbunyi: Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

Tidak tawar hati itulah yang memiliki pengharapan, dan pengharapan terkait dengan masa depan, sesingkat waktu apapun tetaplah itu masa depan. Dan ternyata di dalam Alkitab kita temukan bahwa setiap perjumpaan seseorang dengan Tuhan selalu menyangkut masa depan. Seperti perumpamaan anak yang hilang, setelah menyadari (pejumpaan dengan Tuhan), bangkit dan pergi kepada Bapanya (Luk.15:11-32)

Murid-murid yang kembali ke profesinya jadi pelayan sepeninggal Tuhan Yesus tidak mendapatkan hasil semalaman tetapi Tuhan Yesus di pantai yang mereka tidak mengenalnya memerintahkan menebarkan jalanya. Mereka taat melakukan dengan suatu harapan. (Yoh. 21:1-14). Saulus setelah bertemu dengan Tuhan Yesus dalam perjalanannya ke Damsyik, dengan kebutaannya (sementara) ia taat pergi ke Damsyik untuk menerima perintah Tuhan lebih lanjut (Kis. 9:3-6).

Akhirnya kita tiba pada penentuan target hidup kita, apa yang kita harapkan, apa yang kita songsong, apakah harus diperjuangkan, apakah harus direbut dan bagaimana kesempatan yang terbuka bagi kita, khususnya yang sudah lanjut usia ini. Pertama-tama kita harus punya kepastian keselamatan, memiliki hidup yang kekal (Tit. 1:2, Yoh. 10:28, Mat. 19:29).

Dan bagaimana cara mencapainya, merebutnya, sebab mengingat waktu yang tibanya kita tidak dapat mengetahuinya. Jangan sampai terlambat dan terlebih menyesalinya karena sudah lewat. (1 Yoh. 2:24,25 + 5:11,12). Maka sebaiknyalah sejak sekarang, kumpulkan dan lagi-lagi kumpulkan harta di surga, jangan jemu dan terus lakukan. (Why. 14:13, 1 Tes. 2:19, Mat. 25:40, Mat. 6:19-24).

Kita harus dapat memanfaatkan kesempatan emas yang terbuka dengan segala apa yang sudah kita miliki sepanjang hidup kita, sebagai orang yang sudah banyak makan asam dan garamnya kehidupan. (Gal. 6:10).

Dan tak kalah pentingnya peringatan bahwa Kedatangan Tuhan Sudah Dekat, yang berarti kita harus berlomba dengan waktu. Kalau waktu yang bersama-sama dijemput Tuhan belum tiba, setidaknya secara pribadi lepas pribadi kita punya keterbatasan waktu. (Rm. 13:11; Yak. 5:8; 1 Ptr. 4:7; Ibr. 10:25).

Last but not least, kita perlu meneladani Paulus dalam perilaku di saat menjelang akhir hayatnya, yang berupa:
  1. Nasehat (1 Tim. 6:12; 2 Tim. 4:5)

  2. Teladan (2 Tim. 4:6,7)

  3. Kepastian Pengharapan (2 Tim. 4:8)
Agar kita dapat mengatasi tantangan yang menghadang, pastikan kita telah lakukan secara maksimal, agar kita tidak menyesali sesuatu yang tidak mungkin kita ulangi lagi. (Winanto)
 
 
>> Arsip
 

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003