|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
| Antar
Kita |
|
20 September 2005
Great Is The Lord, Pagelaran Ensembel Imago Dei di GKI Pondok Indah |
|
|
It’s wonderful, it’s wonderful, demikian ungkap seorang anggota jemaat seusai
menyaksikan pagelaran musik oleh Ensembel “Imago Dei”
dari Wilayah Bintaro di Gedung Pertemuan (Ruang
Korintus) GKI Pondok Indah, Sabtu sore, 17 September
lalu. Sore itu, Ensembel Imago Dei memang berunjuk
kepiawaiannya dalam rangka memperingati ulang tahun
ensembel ini yang ke-3, di mana dalam kesempatan
tersebut disajikan sebuah karya dari Michael W. Smith
dan Deborah D. Smith yang menjadi tema utama pagelaran
tersebut, yaitu “Great Is the Lord” dengan Thomas P.
Suhardja sebagai konduktor.
Selain “Great Is the Lord”, Imago Dei juga menyajikan
karya Carl Gustav Boberg “How Great Thou Art”, karya
Ev. Simon Irianto, Dipl.Ing. “Tuhan Adalah Kekuatanku”,
karya Henry Smith “Give Thanks” yang dibawakan dengan
apik oleh solis Iin Indria Naffi, karya Drs. Bonar
Gultom “Rebana”, Ir. Weylar Kauntu “Allah Itu Baik”,
karya Jack W. Hayford “Majesty”, karya Jonathan
Prawira “Bersyukurlah” dan ditutup dengan “Great Is
the Lord” dengan iringan Paduan Suara Agape dengan
solis Iin Indria Naffi.
Tidak kurang dari sekitar 150 orang menyaksikan
pagelaran musik dari Ensembel Imago Dei tersebut dan
setiap kali sebuah karya disajikan selalu disambut
dengan tepuk tangan yang riuh. Di samping Thomas P.
Suhardja, yang memimpin Ensembel Imago Dei dalam
pagelaran tersebut adalah Bilmar Simbolon. Dan Ibu Ai
Handali. Ensembel Imago Dei berdiri pada tgl 1
September 2002 dalam suatu pertemuan di rumah Pdt.
Rudianto Djakartika, yang menurut Ketua Panitia
Pagelaran Bpk. Sanny Iskandar, kelahiran ensembel ini
merupakan salah satu ‘buah’ dari program pengembangan
Komunitas Basis (Kombas) oleh Majelis Jemaat GKI
Pondok Indah di Wilayah Bintaro.
Sementara itu, Ketua Pengurus Ensembel Imago Dei Bpk.
Adhi Wiyanto mengungkapkan rasa syukurnya atas
penyertaan Tuhan dalam menyambut HUT yang ke-3
ensembel asuhannya ini. “Walaupun usianya masih muda,
kelompok ini bisa bertahan dan berjuang untuk tetap
hadir dalam misi pelayanannya,” katanya menegaskan.
Dalam pada itu, Pdt. Rudianto Djajakartika yang
bertindak sebagai penasihat ensembel ini, melihat
keberadaan ensembel ini “bukan semata sebuah wadah
pelayanan dan persekutuan, tetapi juga wadah pembinaan
dan pembangunan karakter. Tentu di balik semua itu
kembali tangan Tuhan yang sedang berkarya, membentuk
setiap anak-anaknya.”
Dalam usianya yang baru tiga tahun ini, Imago Dei,
yang terdiri dari sekitar 25 orang pemain yang berusia
antara 8 sampai 50 tahun, telah melakukan pelayanan di
berbagai gereja, seperti GKI Maleo, GKI Ciledug Raya,
GKI Serpong, GKI Bogor Baru dan GKI Pamulang di
samping di GKI Pondok Indah sendiri. Selain itu, Imago
Dei juga melakukan pelayanan untuk berbagai pengucapan
syukur di berbagai tempat serta kebaktian Natal
Wilayah Bintaro. (skt) |
 |
| |
| |
|
>> Arsip
|
|
|
| |
|
|
|