|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
| Antar
Kita |
|
7 September 2005
Kantata Gita Kasih, Wisata Nada ke Bali, 1-4 September 2005 |
|
|
Sebagai perwujudan dari Firman Tuhan
tersebut di atas, Paduan Suara gabunganGita Kasih
yang terdiri dari PS. Haleluya GKI Pondok Indah, PS
Gita Paramita dan PS. Bahana Rohani dari GKJ Nehemia
Lebak Bulus yang seluruhnya berjumlah 63 orang
termasuk Pdt. DR. Soetarman (GKJ) dan Pdt. Purboyo S.
(GKI PI) mengadakan acara Wisata Nada ke Bali selama 4
hari, dan sudah terlaksana dengan aman, tertib dan
penuh sukacita.
Rombongan berangkat pada tgl 1 September 2005
berkumpul di GKI Pondok Indah, berangkat jam 6.30,
dengan menggunakan bus, setelah diawali doa yang
dipimpin oleh Ibu Soekini Soekarno. Suasana di bus
menjadi sejuk karena diisi dengan berbagai ceritera
pengalaman pribadi beberapa bapak sehingga tak
terasakan adanya kemacetan lalu-lintas ibu kota.
Check in dipermudah karena bagasi diurus oleh panitia
dan tour leader dari travel biro. Jam 10.00 Garuda
Citylink GA-060 mengudara, dan beberapa peserta
langsung pulas dan sempat didokumentasi dengan segala
posisi yang lucu. Pesawat landing jam 12.40 WITA di
bandara Ngurah Rai, peserta langsung disambut dengan
kalungan bunga dan langsung menuju ke bus, sedangkan
kopor diurus oleh tour leader.
Sampai di dalam bus dibagikan Nasi Bali yang amat
lezat walaupun sedikit pedas sumbangan dari Ibu Rini
Hartoyo (GKJ Nehemia). Selesai makan bus menuju ke
Hotel Pendawa, Kuta. Siang itu peserta diberi
kesempatan beradaptasi dengan lingkungan setempat,
sebagian besar melakukan sight seeing ke
Discovery-Mall, pantai Kuta yang lokasinya berdekatan
dengan Hotel Pendawa.
Malam hari kembali kami mendapat undangan makan malam
dari Ibu Rini Hartoyo di restoran Hongkong Garden,
beramah-tamah, bernyanyi, dansa dan menari poco-poco,
serta cha-cha, bahkan berdangdut ria.
Hari berikutnya, diawali dengan makan pagi di hotel,
rombongan dijemput Tour leader menuju ke Garuda Wisnu
Kencana, merupakan tujuan wisata yang sangat
menakjubkan karena di sini akan didirikan sebuah
monumen Wisnu yang mengendarai Garuda dalam bentuk
luar biasa besar dan megahnya, di tempat tersebut kami
berfoto bersama kemudian makan siang di restoran Pawon
Pasundan Kuta. Jam 15.30 rombongan telah siap menuju
Gereja Kristen Protestan di Denpasar Bali (GKPB) kami
disambut oleh para pendeta (1 putra Bali dan 3 non
Bali) serta majelisnya.
Waktu 2 jam kami pergunakan untuk gladi resik
pengaturan panggung dan cek sound. Jam 18.30 kebaktian
dimulai dan Pdt. Purboyo memberikan renungan singkat
dan berdoa. Acara diawali dengan penampilan anak-anak
sekolah minggu gereja setempat yang menyanyi dengan
iringan gamelan Bali. Setelah itu barulah kami tampil
dengan lagu-lagu yang telah kami latih selama kurang
lebih 6 bulan. Khusus untuk lagu Lilin-lilin
perdamaian kami menampilkan solois Pdt. Purboyo yang
ternyata bersuara tenor yang sangat bagus.
Setelah renungan, yang disampaikan oleh Pendeta
Purboyo tampil paduan suara GKPB yang membawakan 2
buah lagu yaitu Penebus disalib dan Kepada siapa aku
harus takut, mereka bawakan lagu-lagu tersebut dengan
sangat baik. Jumlah lagu rohani yang kami bawakan 10
lagu dan diakhir acara setelah sambutan kami
menyanyikan dua buah lagu; Janger dan Gema Nusantara.
Jemaat mengapresiasi penampilan kami dengan sangat
baik dan semua pihak penuh dengan sukacita, acara
ditutup dengan sambutan dan saling bertukar cendera
mata kami menerima lukisan dari gereja setempat dan
GKI Pondok Indah juga menyampaikan buku kehidupan
jemaat dan Majalah Kasut. Acara dilanjutkan dengan
ramah tamah/makan bersama di lantai dua. Jam 22.30
seluruh rangkaian acara selesai dan kami balik ke
Hotel.
Tanggal 3 September 2005 jam 8.00 pagi semua peserta
telah siap dengan wajah ceria karena pada hari inilah
acara belanja dan tour sehari penuh dijadwalkan oleh
panitia. Tampak wajah Ibu-ibu sangat cerah dan tanpa
beban karena tugas Kantata telah selesai dan belanja
oleh-oleh dimulai.
Selain kami pergi ke tempat perbelanjaan kami juga
sempat tour ke Alas kedaton dan ke tanah Lot sampai
matahari terbenam. Puas berfoto dan menikmati belanja
kami meluncur ke Jimbaran untuk menikmati makan malam
yang telah disediakan oleh panitia. Makan malam di
pantai dalam suasana remang-remang, dan datang vocal
grup/pengamen setempat yang dengan spontan disambut
oleh beberapa anggota kita bergabung menyanyi dan
berjoget. Jam 22.00 rombongan tiba di hotel, sebagian
besar langsung masuk kamar beristirahat karena esok
hari akan menyanyi di GKI Renon.
Tanggal 4 September jam 7.30 rombongan berangkat ke
GKI Renon tanpa sarapan pagi karena ibu Mieke Tobing
telah menyiapkan Bubur ayam khas Bali di rumah makan
yang letaknya tidak jauh dari gereja yang akan kita
kunjungi. Kebaktian hari minggu di GKI Renon dipimpin
oleh Pdt. Joseph TTL, STh dari GKI Jatinegara Jakarta
sedangkan Pendeta Purboyo melayani jemaat GKPB.
Dalam kebaktian ini kami membawakan 2 buah lagu yaitu
Sang Ti Sewo Ti muce (Tuhanlah Gembalaku) dan Shine
Down. Setelah pemberkatan, kami menyanyikan lagu
Janger. Kami sempat beramah-tamah dengan aktivis,
Majelis dan Pendeta dan diakhiri pertukaran cendera
mata serta makan bersama.
GKI Renon saat ini masih menggunakan ruko, apabila
Tuhan berkenan, dalam waktu tidak lama mereka akan
membangun gedung serbaguna yang juga akan menjadi
tempat mereka beribadah di hari Minggu, mereka
mengharapkan agar disampaikan pada jemaat baik GKI PI
maupun GKJ Nehemia bahwa mereka mengharapkan dukungan
doa serta partisipasi dana, karena di Bali pun tidak
mudah mendapatkan ijin mendirikan sebuah gedung gereja.
Jam 12.00 rombongan kembali ke Hotel mengemas seluruh
kopor dan barang belanjaan, karena akan segera dibawa
oleh Tour leadernya ke Bandara. Mengingat waktu
keberangkatan pesawat jam 18.00 maka kesempatan selama
2 jam ini tidak disia-siakan, terutama para muda-mudi
serta bapak ibu muda untuk berbelanja dan berfoto di
Legian yaitu lokasi yang belum dikunjungi.
Jam 16.30 rombongan naik ke bus masing-masing dengan
tambahan tentengan dan langsung menuju ke Airport.
Ternyata pesawat ditunda keberangkatannya dan baru
berangkat Jam 19.10 Wita. Pesawat mendarat di bandara
Soekarno Hatta dengan selamat, penuh kebahagiaan dan
keharuan. Kita saling bersalaman terutama yang
dijemput keluarga dan sebagian besar naik bus menuju
ke GKI Pondok Indah. Peluk cium mewarnai perpisahan
ini, karena kami terdiri dari dua gereja yang berbeda
sehingga mungkin jarang bisa bertemu kembali.
Puji Syukur kami panjatkan kepada Tuhan bahwa kami
boleh menikmati hari-hari kami dalam pelayanan melalui
puji-pujian dan Tuhan memberikan kekuatan kesehatan
dan suka cita yang penuh bagi kami. Biarlah semangat
ini boleh terus bertumbuh di hati kami dan generasi
penerus kami seperti semangat yang tertulis dalam
Mazmur 100 dan 103. |
| |
 |
| |
|
>> Arsip
|
|
|
|
|
|
|