Sejak krisis ekonomi melanda negeri
kita pada awal tahun 1999 yang berlanjut dengan krisis
multidimensi yang berkepanjangan, telah menimbulkan
dampak sosial yang begitu luas dan kompleks. Tidak
dapat dipungkiri, bahwa GKI kini berada di
tengah-tengah situasi dan kondisi masyarakat yang
sedemikian itu.
Maka kini timbul suatu pertanyaan, apa yang telah
diperbuat oleh Gereja di tengah kondisi masyarakat
yang sedemikian itu? Apakah berdiam diri dan puas
dengan sukacita dan berkat yang Tuhan limpahkan
ataukah turut berempati dan berbagi berkat dan
sukacita tersebut bagi mereka yang memerlukannya?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kini sudah tiba
saatnya bagi GKI Klasis Jakarta II melalui
gereja-gereja yang tergabung di dalamnya untuk lebih
berfungsi sebagai berkat yang nyata bagi masyarakat
agar nyata bahwa Kristus ada dan dimuliakan.
GKI Klasis Jakarta II yang terdiri dari 12 gereja
merupakan institusi yang seharusnya berfungsi juga
sebagai saluran berkat bagi masyarakat.
Gagasan yang mendasarinya adalah visi dalam melihat
dan turut merasakan keprihatinan dari masyarakat yang
sedang terjadi di negeri ini. Dengan potensi yang
dimiliki, maka GKI Klasis Jakarta II dapat pula
mewujudnyatakan berbagai kegiatan secara nyata untuk
meringankan penderitaan masyarakat.
Melalui berbagai kegiatan tersebut diharapkan akan
timbulnya rasa saling mengisi yang juga merupakan
wujud nyata dari kesatuan gereja.
Setelah melalui suatu pergumulan yang mendalam, maka
Komisi Kesaksian dan Pelayanan GKI Klasis Jakarta II
memutuskan untuk menjadikan wilayah Teluk Naga sebagai
sasaran pelayanan bersama dari gereja-gereja yang
tergabung di dalamnya.
Melalui kegiatan dengan tema “Kasih untuk sesama” yang
mewujud dalam program pemberdayaan masyarakat, Komisi
Kespel GKI Klasis Jakarta II akan menyalurkan bantuan
bukan dalam bentuk pemberian “roti” dan “ikan”,
melainkan pemberian “kail” sebagai manifestasi dari
pemahaman bahwa untuk mendapatkan makanan maka manusia
harus berusaha dan bekerja.
Dengan program ini diharapkan masyarakat Teluk Naga
nantinya akan dapat menikmati kehidupan yang lebih
baik di kemudian hari bilamana seluruh potensi yang
ada dapat bersama-sama diberdayakan, mulai dari
memperoleh pendidikan yang cukup serta dapat berusaha
dengan kemampuan sendiri. |
| |
|
Pemrakarsa |
Kegiatan ini datang dari gagasan GKI
Klasis Jakarta II untuk mewujudnyatakan misi pelayanan
gereja keluar untuk menjangkau saudara-saudara kita
yang tersisihkan karena himpitan masalah kehidupan
yang terjadi di lingkungan masyarakat itu sendiri.
Untuk mewujudkan gagasan ini, GKI Klasis Jakarta II
melalui Komisi Kesaksian dan Pelayanan
menyelenggarakan suatu pelatihan “Diakonia Masyarakat”
pada tgl 20-22 Februari 2004 di Pondok Remaja PGI,
Cipayung, sebagai langkah awal untuk mewujudkan
penyatuan visi dan misi pelayanan gereja keluar.
Dengan semangat kebersamaan di antara anggota-anggota
gereja yang terghabung di dalan GKI Klasis Jakarta II
untuk melayani masyarakat yang termajinalkan, maka
dibentuklah Tim Pelayanan Bersama Masyarakat yang
beranggotakan semua utusan anggota gereja yang
tergabung di dalam GKI Klasis Jakarta II.
Tim ini dibentuk agar pelayanan bersama ini memiliki
keteraturan dalam berkiprah dan semua anggota gereja
yang tergabung mempunyai pengalaman bersama dalam
pelayanan diakonia masyarakat. Komisi Kespel GKI
Klasis Jakarta II akan bentindak sebagai pelindung dan
fasilitator, sementara pelaksanaan kegiatan sepenuhnya
ditangani oleh tim. |
| |
|
Tujuan Kegiatan |
- Mewujudnyatakan ucapan syukur bahwa Kristus
telah menganugerahkan penebusan dosa serta damai
sejahtera ditinggalkan bagi kita semua.
- Mengajak jemaat-jemaat dari gereja yang
tergabung di dalam GKI Klasis Jakarta II untuk
berpartisipasi secara bersama-sama meringankan
penderitaan masyarakat Teluk Naga yang sedang
mengalami berbagai masalah sosial.
- Menumbuhkan keakraban antara jemaat yang
tergabung di dalam GKI Klasis Jakarta II dengan
masyarakat Teluk Naga sehingga pada akhirnya akan
tercipta persaudaraan yang terjalin dengan baik.
|
|
Sasaran |
| Sebelum menentukan masyarakat mana
yang akan dijadikan sasaran kegiatan, Tim dalam
pertemuannya di GKI Pondok Indah pada tgl 4 April 2004
telah menentukan kriteria pelayanan bersama ini. Hal
ini dimaksudkan agar pelaksanaan kegiatan dapat
terfokus dan mencapai sasaran. Adapun kriteria
tersebut adalah sbb: |
- Lokasi kegiatan tidak jauh dari Jakarta,
dengan maksud agar kegiatan pelayanan bersama
ini dapat dipantau dengan baik;
- Masyarakat yang akan dilayani merupakan
masyarakat yang terpinggirkan dan memerlukan
pembinaan;
- Dana yang diperlukan dalam pelayanan ini
berkisar antara Rp 50 juta s/d Rp 75 juta;
- Pelayanan ini dapat dijadikan sebagai wadah
untuk saling belajar dalam rangka mewujudkan
bentuk pelayanan sosial transformatif.
|
|
Berdasarkan kriteria tersebut, Tim memutuskan lokasi
pelayanan pemberdayaan masyarakat ini ditujukan bagi
masyarakat yang tinggal di Kecamatan Teluk Naga,
Kabupaten Tangerang, Banten.
Pemilihan lokasi pelayanan di Teluk Naga ini diambil
setelah dilakukan suatu survey, di mana ditemukan
bahwa ketertinggalan masyarakat di Teluk Naga ini
disebabkan oleh kemiskinan dan jeratan kaum rentenir,
kendati Teluk Naga ini hanya terletak sekitar satu jam
perjalanan dengan mobil dari Jakarta. Bahkan kadang
untuk dapat menutup biaya hidup mereka terpaksa harus
menjual bayi yang baru mereka lahirkan. Hal-hal
seperti inilah yang menjadikan keterpanggilan dan
keprihatinan tim untuk melakukan pelayanan di Teluk
Naga. |
|
|
|
Rencana kegiatan |
Sebagaimana telah disebutkan di atas,
maka sasaran pelayanan bersama ini akan difokuskan
pada bantuan pendidikan formal dan non-formal, di
samping pendampingan masyarakat untuk meningkatkan
kehidupan perekonomian mereka, yang pada gilirannya
akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dari hasil analisis awal yang telah dilakukan terhadap
masyarakat Teluk Naga, maka secara umum rencana jangka
panjang kegiatan yang akan dilakukan meliputi: |
Bimbingan untuk peningkatan pendidikan non-formal,
mencakup:
- Kursus bebas buta huruf untuk anak-anak dan
orang tua;
- Kursus ketrampilan kerajinan tangan;
- Kursus ketrampilan pembuatan perabot kayu dan
bambu.
|
|
Pembentukan kelompok usaha bersama dengan
program kegiatan:-
Koperasi simpan-pinjam;
-
Usaha produktif keluarga;
-
Usaha pertanian;
-
Usaha peternakan kambing;
-
Pembinaan nelayan pesisir pantai.
|
|
Anggaran untuk pelaksanaan kegiatan
pelayanan bersama ini diharapkan dapat dikumpulkan
dari anggota jemaat melalui kolekte khusus dari
masing-masing gereja anggota GKI Klasis Jakarta II.
Dengan demikian, biaya yang diperlukan dalam kegiatan
ini tidak akan membebani anggaran gereja dan juga BPMK
GKI Klasis Jakarta II.
Dana yang terkumpul di masing-masing gereja nantinya
akan diteruskan ke Bendahara Majelis Klasis GKI Klasis
Jakarta II untuk selanjutkan diserahkan ke Komisi
Kespel GKI Klasis Jakarta II/Tim Pelayanan Bersama.
Apabila di antara anggota jemaat ada yang terpanggil
untuk membantu masyarakat Teluk Naga, maka yang
bersangkutan dapat menyalurkannya melalui Majelis
Jemaat gereja setempat, yang selanjutkan akan
meneruskan ke Komisi Kespel GKI Klasis Jakarta II/Tim
Pelayanan Bersama. |
| |
|
Pelaksanaan |
| Pelaksanaan
kegiatan pelayanan bersama ini diharapkan dapat
dilaksanakan sesegera mungkin setelah dana terkumpul.
Dalam melakukan pelayanan ini Tim juga telah
merencanakan bimbingan, antara lain pengenalan akan
Koperasi Simpan-pinjam, pembukuan sederhana,
mengorganisasi masyarakat serta hal-hal lain yang
diperlukan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. (skt) |
|
 |
| |
|
>> Arsip
|
|
|
|