|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
| Antar
Kita |
|
10 Juni 2005
Februari - Mei 2005 |
|
|
|
Penyerahan Bantuan Korban Gempa Nabire |
Beberapa
waktu yang lalu jemaat GKI Pondok Indah telah
mengumpulkan dana persembahan melalui kolekte kantung
putih untuk para korban bencana gempa di Nabire dan
Alor dan seluruhnya terkumpul dana sebesar Rp 40 juta.
Selanjutnya dana yang terhimpun tersebut diserahkan
kepada pihak-pihak yang berwenang melalui
gereja-gereja setempat masing-masing Rp 20 juta untuk
korban gempa di Nabire dan Alor.
Untuk para korban gempa di Nabire sumbangan tersebut
diserahkan oleh utusan jemaat GKI Pondok Indah, Sdr.
Sandy Watung, seorang putera Pnt Jan Martin Watung,
sebesar Rp 20 juta bulan Pebruari lalu melalui Badan
Pekerja Klasis Jayapura Gereja Kristen Injili di Tanah
Papua dan diterima oleh Pdt. L.J. Hursepuny, M.Th.,
dalam kedudukannya sebagai Ketua BP Klasis GK Injili.
Dalam kesempatan tersebut Pdt. Hursepuny mengungkapan
rasa syukur dan terima kasihnya atas perhatian jemaat
GKI Pondok Indah atas penderitaan yang dialami oleh
warga Nabire akibat bencana gempa tersebut.
Menurut Pdt. Hursepuny, bantuan tersebut akan segera
dimanfaatkan untuk membeli bahan-bahan yang diperlukan
dan selanjutnya disalurkan kepada pihak-pihak yang
berhak menerimanya. (skt) |
| |
|
Perayaan Paska Bersama Para Mantan Napi |
Sebagai
lanjutan dari pelayanan ibadah Paska 2005 dan
pelayanan kesehatan di empat Lapas di Nusa Kambangan
oleh Pokja PLP PGI beberapa waktu lalu, maka
pada hari Jumat, 1 April lalu telah berlangsung pula
sebuah ibadah Paska 2005 khusus untuk para mantan napi.
Penyelenggaraan ibadah ini, dengan pemrakarsa utama
GKI Wahid Hasyim, yang selama ini tetap peduli
terhadap mereka yang sudah terbebas dari hukuman yang
biasanya sulit untuk diterima oleh masyarakat maupun
keluarga, melibatkan pula sejumlah gereja pendukung
Pokja PLP PGI, termasuk GKI Pondok Indah. Kegiatan ini
juga melibatkan Yasindo, sebuah lembaga yang menangani
pelayanan dan resosialisasi ex-napi, pimpinan Toni
Taniara.
Seusai ibadah dilanjutkan dengan suatu ramah-tamah
untuk menghapuskan ingatan mereka selama masa suram
mereka di dalam Lapas. Selain perayaan Paska, mereka
ini juga selalu diundang dalam berbagai kegiatan hari
raya Kristen.
Untuk itu Pnt. Jan Martin Watung dan Bpk. Martin B.
Naffi turut hadir di dalam ibadah tersebut mewakili
jemaat GKI Pondok Indah. (skt) |
| |
|
Perayaan Paska Senior 2005 |
Pagi
itu, Sabtu 26 Maret 2005 lalu, nampak wajah-wajah
ceria di antara anggota Komisi Senior, yang saat itu
sedang bersiap-siap menunggu keberangkatan bus yang
akan membawanya ke Graha Dharma Wulan di Sentul,
selatan Jakarta, untuk merayakan Paska 2005. Perayaan
Paska kali ini memang akan berlangsung di kejauhan
gereja dan memberikan kesan tersendiri. Setelah
menempuh perjalan sekitar hampir satu jam, maka
rombongan para warga senior GKI Pondok Indah tiba di
Graha Dharma Wulan di Sentul yang sejuk itu.
Ibadah dalam perayaan Paska kali ini dipimpin oleh Pdt.
(Em) Totok Subiyanto dari GKI Bintaro, yang hari itu
mendasarkan khotbahnya pada Injil Matius 28:1-10.
Sebelum khotbah didahului dengan sebuah pantomime yang
dibawakan oleh para anggota Komisi Senior yang
memvisualisasikan Injil Matius 28 :1-10 itu.
Perayaan Paska ini juga dimeriahkan oleh Paduan Suara
Efatta dan Kolintang senior. (skt) |
| |
|
GKI Pondok Indah Rayakan Hari Doa Sedunia |
Dengan
mengambil tempat di Gedung Pertemuan Lt. 3, Komisi
Dewasa GKI Pondok Indah pada hari Jumat, 18 Maret lalu
menyelenggarakan perayaan Hari Doa Sedunia yang
bertemakan: Hendaklah TerangMu Bercahaya.
Sekitar 100 orang anggota jemaat turut mengambil
bagian dalam Hari Doa Sedunia tersebut yang dipimpin
oleh Sdri. Riani Josaphine, yang menggantikan Pdt.
Purboyo W. Susilaradeya yang sedang sakit. Ibadah
perayaan Hari Doa Sedunia kali ini terasa sangat
menyentuh, karena perayaan kali ini diinspirasi oleh
Liturgi dari jemaat Polandia, yang mengharapkan
dukungan doa kita atas diskriminasi, kekerasan dalam
rumah tangga serta pengangguran di negeri itu.
Untuk membawa suasana agar kita memahami kondisi
Negara Polandia, pada awal ibadah juga diperkenalkan
situasi dan kondisi Polandia pada saat ini. Selain itu,
juga dihidangkan makanan khas dari negeri tersebut
untuk mengawali kegiatan ibadah, yang berlangsung
selama hampir dua jam itu. (skt) |
| |
|
Pelayanan PS Agape di GKI Pasteur |
Paduan Suara Agape-paduan suara
jemaat GKI Pondok Indah di Wilayah Bintaro- memperoleh
kesempatan untuk melayani di GKI Pasteur, Bandung pada
hari Minggu tanggal 20 Februari 2005 yang lalu.
Perjalanan ke Bandung disepakati untuk menggunakan bus
dan berangkat dari GKI Pondok Indah pada hari Jumat
tanggal 18 Februari 2005 jam 07.30, sedangkan beberapa
anggota lain yang tidak dapat berangkat bersama-sama,
menyusul dengan menggunakan kendaraan pribadi ataupun
kereta api. Salah satu alasan mengapa berangkat pada
hari Jumat pagi adalah supaya perjalanan dapat
dilakukan dengan santai, tidak terburu-buru dan masih
mempunyai waktu untuk menjelajahi kota Bandung yang
memiliki banyak Factory Outlet dan tempat-tempat makan
yang enak-enak.
Pada hari Jumat pagi, sekitar 40 peserta telah
berkumpul di GKI Pondok Indah dan tepat pada pukul
07.30 bus berangkat menuju ke Bandung lewat Puncak.
Lalu lintas yang belum padat serta udara yang sejuk
membuat perjalanan menjadi lebih menyenangkan. Bus
rombongan memasuki kota Bandung sekitar pukul 12.30
dan langsung menuju ke penginapan di Wisma Bank
Indonesia. Setelah menaikkan doa syukur untuk
penyertaan Dia selama perjalanan dan ucapan terima
kasih untuk berkat makan siang, maka acara dilanjutkan
dengan santap siang yang telah disediakan.
Setelah menikmati makan siang, beberapa peserta mulai
menyusun rencana untuk berburu oleh-oleh untuk
dibawa pulang ke Jakarta, ada juga yang memilih untuk
melihat-lihat Factory Outlet, tetapi ada juga yang
memilih untuk beristirahat di penginapan saja.
Malam harinya, setelah menyegarkan diri dengan
dinginnya air kota Bandung, peserta bersama-sama
menyantap makan malam. Udara dingin membuat peserta
makan dengan lahap. Selepas makan malam, kami
mengadakan persiapan untuk pelayanan hari Minggu dan
diakhiri dengan berlatih lagu-lagu yang akan
dinyanyikan. Selesai dengan persiapan, acara
dilanjutklan dengan acara bebas, antara lain dengan
bernyanyi bersama, atau ada pula yang bernyanyi
bersama pasangannya. Sekitar pukul 22.30 kami
memutuskan untuk beristirahat guna memulihkan kondisi
fisik setelah seharian beraktivitas.
Keesokan harinya, kami bangun dengan badan yang segar
dan sejenak melakukan olahraga ringan seperti senam
atau berjalan mengelilingi area penginapan. Bahkan ada
beberapa anggota yang menyempatkan diri untuk bermain
tenis. Pagi sampai siang harinya, diisi dengan acara
Kebersamaan yang berupa permainan, baik untuk kelompok
maupun individu. Tujuan permainan ini adalah untuk
lebih saling mengenal serta menjalin keakraban di
antara para anggota paduan suara. Kegiatan seperti ini,
mengingat waktu yang terbatas, tidak dapat dilakukan
pada hari-hari latihan paduan suara di Jakarta, karena
itu acara kebersamaan seperti ini mempunyai makna yang
cukup berharga. Acara kebersamaan ini diakhiri dengan
renungan dan permainan kecil yang dipimpin oleh Pdt.
Rudianto. Permainan ini bertujuan untuk menyamakan
persepsi dalam menjalin relasi di antara para anggota
paduan suara. Dengan demikian, keakraban di antara
para anggota akan lebih baik lagi.
Setelah makan siang, peserta diberi kebebasan untuk
beracara, namun dengan ketentuan bahwa pada jam 18.00
harus berkumpul di GKI Pasteur untuk berlatih.
Sambutan dari tuan rumah, yaitu Majelis Jemaat GKI
Pasteur yang diwakili oleh Komisi Semawi, sangat baik.
Mereka hadir sampai acara latihan selesai dan kami
disuguhi pisang goreng yang masih hangat.
Selanjutnya kami kembali ke penginapan untuk mandi,
makan malam dan dilanjutkan dengan berlatih paduan
suara. Malam harinya diisi dengan acara spontan berupa
beberapa permainan yang berhadiah.
Hari Minggu pagi jam 06.00 semua peserta telah siap
untuk berangkat. Kami melayani di dua kebaktian, yaitu
Kebaktian Umum pukul 06.30 dan pukul 08.30,
masing-masing dengan dua buah lagu. Pada hari Minggu
tersebut, di GKI Pasteur sedang diadakan bazaar,
sehingga suasana setelah kebaktian sangat ramai.
Banyaknya penjual makanan di bazaar tersebut, membuat
aroma berbagai makanan tercium sampai ke dalam gedung
gereja, yang tak urung membuat perut keroncongan.
Tuan rumah kembali menyatakan sambutan yang hangat
terhadap PS Agape yang dinyatakan dengan menyediakan
sarapan berupa Lontong Cap Go Meh.
Kesempatan untuk beramah-tamah dengan jemaat GKI
Pasteur terjadi di arena bazaar, di mana para ibu juga
tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berbelanja.
Setelah beramah-tamah, rombongan kembali ke Wisma BI
untuk mempersiapkan diri kembali ke Jakarta. Diiringi
dengan cuaca yang mendung dan hujan rintik-rintik,
rombongan Paduan Suara Agape kembali ke Jakarta
setelah sebelumnya sempat untuk makan siang
bersama-sama. Akhirnya, rombongan tiba kembali di GKI
Pondok Indah dengan selamat sekitar pukul 19.00. |
| |
|
>> Arsip
|
|
|
|
|
|
|