Antar Kita
27 Mei 2005
Menjadi Penyalur Berkat
Air Bersih Bagi Orang Banyak

Dalam suratnya kepada Majelis Jemaat GKI Pondok Indah bulan September tahun lalu, Majelis Jemaat Gereja Kristen Jawa (GKJ) Kaliceret mengemukakan keprihatinan serta pergumulan mereka untuk dapat memperoleh sumber air bersih bagi warga jemaat maupun bagi warga masyarakat lainnya di desa yang terletak di pegunungan kapur tersebut. Mereka sudah berupaya beberapa kali untuk dapat menggali sumur artesis, namun tidak berhasil.

Ternyata di tengah kesulitan tersebut, Tuhan justru menunjukkan kasih-setia-Nya dan tanpa diduga mereka memperoleh tawaran kerjasama bagi pengadaan air bersih dari desa tetangga, yaitu desa Kebon Agung, yang terletak sekitar satu kilometer ke arah utara desa tersebut.

Menurut Pdt. Timotius Purwanto, tawaran itu benar-benar sungguh di luar dugaan dan diyakininya bahwa itu adalah karya Tuhan semata, karena tawaran itu justru datang dari desa yang merupakan basis warga beragama Islam yang kuat dan fanatik, sementara desa Kaliceret mayoritas penduduknya beragama Kristen. Mereka bersedia berbagi sumber air setelah mengetahui bahwa desa Kaliceret benar-benar menghadapi kesulitan untuk memperoleh air bersih. Bahkan atas inisiatif mereka pula pelaksanaan proyek ini langsung ditangani oleh Kepala Dusun dan sekaligus modin (pemuka agama Islam) setempat.

Setelah melalui suatu perhitungan yang cermat, diketahui bahwa proyek ini memerlukan dana sebesar Rp 12.362.653,75, sementara Majelis Jemaat GKJ Kaliceret hanya memiliki dana sebesar Rp 2.900.000,-, sehingga masih kekurangan dana sekitar Rp 9,5 juta. Oleh karena itu, melalui suratnya bulan September lalu kepada Majelis Jemaat GKI Pondok Indah, Majelis Jemaat GKJ Kaliceret memohon kesediaan GKI Pondok Indah untuk membantu kekurangan pembiayaan tersebut.

Dan setelah dibicarakan di Persidangan Majelis Jemaat GKI Pondok Indah, maka Mabid Oikmas diminta untuk segera merealisasikan bantuan tersebut dengan pengiriman dana sebesar Rp 10 juta. Dalam laporannya yang terakhir yang diterima bulan Maret lalu, Majelis Jemaat GKJ Kaliceret mengemukakan bahwa dana tersebut sudah diugunakan untuk membangun berbagai prasarana seperti menara air, instalasi saluran air melalui pemipaan sepanjang 750 meter.

Kini semua prasarana tersebut sudah berfungsi dengan baik. Namun, sebagai antisipasi kemungkinan kekurangan air di musim kemarau mendatang, kini Majelis Jemaat GKJ Kaliceret atas saran dan masukan dari pejabat kelurahan desa Kebon Agung, telah menggali pula sebuah sumber air baru guna memenuhi kebutuhan air bersih untuk warga Kaliceret di musim kemarau nanti. Selain penggalian sumber air baru, juga telah dibangun sarana lainnya berupa menara air serta bak penampungan yang lebih besar. Kini air sudah berkelimpahan di desa Kaliceret, yang semuanya itu berkat uluran kasih Tuhan melalui jemaat-Nya di GKI Pondok Indah. (skt)


       
 
Pembangunan Rumah Ibadah Gkjw Bojonegoro
Dalam laporannya yang disampaikan kepada Majelis Jemaat GKI Pondok Indah belum lama ini, Pnt. M. Hardono, ketua panitia Pembangunan Rumah Ibadah Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Bojonegoro di Jawa Timur, mengemukakan bahwa semua bantuan yang diterima dari anggota jemaat maupun dari Majelis Jemaat GKI Pondok Indah telah dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Hingga bulan April 2005 ini, pekerjaan pembangunan meliputi pemlesteran tembok di dalam ruang gereja, pengecatan, pembuatan jendela, pembuatan pintu serta pemasangan instalasi listrik.

Sementara itu, dalam keterangannya melalui telpon kepada Kasut, sekretaris panitia Pnt. Hirsam mengemukakan bahwa pembangunan rumah ibadah yang dimulai sejak tiga tahun silam banyak mengalami kendala, terutama dari segi pendanaan. “Maklum, kami berada di kota kecil dan jauh dari mana-mana, sehingga sulit untuk dapat menghimpun dana secara cepat,” katanya. Namun berkat bantuan dari saudara-saudara seiman di beberapa kota, akhirnya kami dapat mewujudkan impian kami untuk dapat memiliki sebuah rumah ibadah yang layak, tambahnya.

GKJW Bojonegoro, di bawah gembalaan Pdt. Edi Cahya Widodo Suryo, S.Si., berlokasi di Jln. KS. Tubun No. 15 dan menempati tanah seluas sekitar 622 m2. Untuk tahap pembangunan selanjutnya panitia masih memerlukan dana sekitar Rp 45 juta, kata Pak Hirsam.(skt)


   
 
>> Arsip

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003