|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
| Antar
Kita |
|
1 April 2005
Prime Time, Sebuah Kegiatan Baru |
|
|
| Nama Prime Time
diberikan sebagai nama kegiatan persekutuan ini. Prime
Time berarti saat yang terbaik. Saat yang terbaik
untuk memulai pendakian iman, saat masih lajang, saat
muda, saat produktif, saat yang tepat untuk membina
iman menjadi serupa dengan Kristus. |
Sejak Komisi Dewasa dibentuk di
pertengahan tahun 2001, program pelayanan difokuskan
kepada pengintegrasian dari ketiga cikal bakal Komisi
tersebut, yaitu Komisi Wanita, Tim Pasutri dan Tim
Dewasa Muda. Untuk itu, dalam tiga tahun tahap pertama
pelayanan Komisi Dewasa, program yang dibuat masih
ditujukan kepada Jemaat secara umum dan mencakup
berbagai kalangan dan kategori.
Memasuki tiga tahun tahap kedua ini, Komisi Dewasa
mulai berusaha untuk membentuk program pelayanan yang
tepat guna bagi kebutuhan Jemaat di GKI Pondok Indah
ini secara lebih rinci lagi, dan salah satu dari
program kegiatan yang akan dimulai adalah PrimeTime.
Program ini merupakan program kerjasama antara Komisi
Dewasa dengan Komisi Pemuda bagi Jemaat yang belum/tidak
menikah.
Istilah belum berkeluarga/single seringkali membuat
orang berpikir bahwa program ini dibuat untuk mencari
jodoh atau hanya untuk mereka yang belum mempunyai
pacar/kekasih. Padahal bukan itu maksudnya. Jelas
program ini bukanlah kegiatan untuk membuat mereka
yang masih lajang menjadi berpasangan. Walaupun tidak
tertutup kemungkinan bahwa melalui acara ini mereka
yang masih lajang dapat saja menemukan jodoh atau
pasangannya. Tetapi lebih daripada itu program ini
mencoba menjawab kebutuhan pembinaan dan
pergumulan-pergumulan mereka yang belum menikah/belum
berkeluarga.
Sebagai seorang Kristen yang belum berkeluarga,
tantangan hidup dan pergumulan untuk tetap hidup setia
pada Tuhan tentulah merupakan masalah yang tidak mudah
untuk dihadapi. Seiring dengan perkembangan di dalam
kehidupan masyarakat saat ini yang serba kompleks,
dengan informasi yang bergerak cepat dan pilihan
aktifitas yang semakin beragam, orang Kristen akan
selalu dihadapkan pada pilihan dan tantangan yang juga
semakin beragam setiap harinya.
Dalam hal ini, mereka yang belum berkeluarga akan
memiliki pilihan dan tantangan yang unik dan khas
karena konteks mereka yang cenderung akan memiliki
waktu dan kesempatan yang lebih luas ketimbang mereka
yang telah berkeluarga. Beberapa aspek yang perlu
dicermati misalnya adalah:
1. Bagaimana kita bisa mendapatkan fokus hidup yang
seimbang antara karir, pelayanan, pergaulan, pasangan
hidup dsb
2. Bagaimana kita meningkatkan relasi kita dengan
Tuhan dan mendapatkan jawaban akan rencana Tuhan di
dalam hidup kita.
3. Bagaimana kita dapat berinteraksi secara sehat
dengan sesama dan mengadakan persekutuan yang bermakna. |
|
Prime Time |
Program kegiatan ini berbentuk
persekutuan, seminar dan rekreasi bersama dan telah
diawali dengan kegiatan Outbound di Cipayung Bogor
pada Bulan Keluarga tahun 2004, tepatnya 23 Oktober
2004. Bekerjasama dengan Bina Warga Sinode GKI Jabar
sebagai fasilitator, maka acara outbound yang mendapat
sambutan hangat dari kaum muda tersebut dikemas dengan
menarik dan seru. Turut dalam acara tersebut 55 orang
peserta.
Sebagai tindak lanjut acara outbound, maka diadakan
acara talk show Balancing Act yang telah dilakukan
pada Sabtu 29 Januari 2005 yang lalu. |
|
Balancing Act |
Tema Balancing Act diangkat sebagai
tema dengan berangkat dari adanya pandangan yang
tampak kontradiktif, seperti: bersenang-senang di masa
muda. Sementara di sisi lain ada pandangan yang
mengatakan bahwa hidup Kristen identik dengan
penderitaan, tabu untuk bersenang-senang, atau
dikelilingi tembok pemisah antara yang duniawi dengan
yang sorgawi.
Menghadapi cara pandang yang tampaknya dualisme dan
tidak dapat disatukan ini, akhirnya tentu seorang muda
lajang Kristen, dalam kedewasaannya harus memilih.
Biasanya pilihan jatuh pada hidup tanpa bersentuhan
dengan aktivitas kekristenan, atau justru sebaliknya,
menjadi seorang rohani yang siang malam memikirkan dan
hanya berurusan dengan gereja.
Memang tidak semua berada pada titik ekstrim seperti
di atas. Namun setidaknya gereja perlu membekali warga
jemaat mudanya ini dengan cara pandang yang Alkitabiah
tetapi juga kontekstual.
Melalui Tema Balancing Act diharapkan jemaat yang
hadir dapat memahami bahwa hidup ini penuh dengan
pilihan dan harus diisi serta dikelola dengan seimbang
dan benar sesuai dengan kehendak-Nya.
Acara persekutuan yang diadakan pada Sabtu 29 Januari
lalu, dimulai dengan puji-pujian yang dipimpin oleh
Sdri. Judith. Bentuk acara yang diadakan di lantai 3
gedung pertemuan GKI Pondok Indah tersebut, dibuat
senyaman dan sesantai mungkin dalam suasana
bincang-bincang santai (talk show) antara para
pembicara dan juga antara jemaat dan para pembicara.
Jumlah jemaat yang hadir kurang lebih 50 orang.
Hadir sebagai pembicara adalah Pdt. Ayub Yahya (GKI
Kayu Putih), Bapak muda Doseba Tua Sinay (mantan
majelis GKI Pondok Indah) dan tak ketinggalan bintang
tamu kita Sdr. Rio Febrian.
Dalam bincang-bincang yang dipandu moderator Bang Nick
Tobing ini, para pembicara membagikan pengalaman dan
pergumulan hidup mereka dalam menentukan
piilhan-pilihan, membagi hidup dan aktivitasnya. Bpk.
Doseba misalnya menceritakan pengalamannya ketika
sempat salah mengambil keputusan di kariernya.
Sdr. Rio Febrian di awal dan tengah acara membawakan 2
buah lagu. Dalam sesi tanya jawab, para peserta yang
sebelumnya dikhawatirkan akan bisu bertanya malah
sempat menghujani dengan berbagai pertanyaan kepada
Sdr. Rio Febrian, termasuk beberapa pertanyaan yang
bersifat cukup pribadi. Dan dengan sabar Sdr. Rio
mencoba menjawabnya.
Pdt. Ayub Yahya juga turut meramaikan suasana dengan
leluconnya. Tak disangka Pendeta yang penampilannya
sore itu hadir dengan seragam dinas kependetaannya (hitam-hitam)
dan terkesan serius, ternyata seorang yang humoris dan
blak-blakan apa adanya. Melalui sharingnya kita juga
dapat melihat dan belajar mengenai
pergumulan-pergumulan hidup dan sisi lain kehidupan
beliau sebagai hamba Tuhan.
Beliau lewat gayanya yang sering mengundang tawa,
memberikan beberapa hal penting diantaranya: mengajak
kita menyadari bahwa keluarga merupakan hal yang
penting (diibaratkan seperti bola kaca) dan
mengingatkan jemaat untuk melihat setiap permasalahan
dengan kacamata Tuhan dan cara berpikir: apakah setiap
keputusan yang kita ambil berguna dan sesuai dengan
kehendak Tuhan.
Acara di tutup dengan puji-pujian, pengisian evaluasi
acara dan presentasi singkat oleh Sdr. Thiero (Ketua
Komisi Pemuda) mengenai kegiatan berikutnya: Building
On Saturday and Sunday disingkat BOSS (sebuah kegiatan
diakonia). |
Nantikan Prime Time
berikutnya yang juga akan membahas topik-topik yang
sesuai dengan pergumulan para jemaat single.
Kami mengundang anda untuk berpartisipasi dan/atau
membantu acara Prime Time selanjutnya. Silahkan
menghubungi: Sdr. Anthonius (0812-9097983), Sdr.
Thiero (0811-833685), Sdri. Eka (0856-8717456), Sdr.
Jojor (0812-9415155), untuk keterangan lebih lanjut
mengenai kegiatan ini. |
| |
|
 |
|
|
>> Arsip
|
|
|
|
|
|
|