Antar Kita
14 Januari 2005
Natal Komisi Anak 2004 "Yesus Lahir di Hatiku, Aku Berubah!"
Pada hari Sabtu pagi itu, tanggal sebelas Desember yang lalu, suasana di lobi gereja Pondok Indah terlihat lain daripada biasanya. Banyak guru Sekolah Minggu (GSM) yang bertugas mempersiapkan acara Natal Komisi Anak mondar-mandir di lobi gereja. Sejak jam sepuluh pagi para GSM yang bertugas sibuk mendekor ruangan gereja dan yang lainnya lagi mempersiapkan konsumsi untuk anak-anak Sekolah Minggu (ASM). Untuk mendapatkan kue yang berkualitas tetapi juga dapat menghemat biaya, telah dipesan kue-kue enak dari Hotel Kristal (nyam...!). Sayangnya Hotel Kristal hanya sanggup mengirimkannya dalam kardus besar, sehingga para GSM harus bekerja sendiri membagikan kue-kue itu ke dalam kotak-kotak kecil untuk setiap ASM. Ada 450 kardus yang harus diisi. (Aduh, capek juga yach.... thanks ya kak, bu...).

Jam dua siang mulai bertambah banyak GSM datang. Di ruangan gereja telah terlihat balon-balon tergantung di tembok... setiap orang yang lewat akan segera menyadari... oh, akan ada acara untuk anak-anak nih! Lucunya...
Rencananya, jam dua akan diadakan gladi bersih yang batal dilakukan pada hari Minggu yang lalu. Tetapi jam dua telah lewat... para pemeran utama masih belum lengkap. Waktu terus berlalu... panitia mulai gelisah.... Akhirnya, akhirnya... jam setengah tiga lebih sedikit, para pemeran utama yang lama dinantikan tiba juga, dan GR bisa dimulai...

Tema Natal Komisi Anak kali ini adalah “Yesus Lahir di Hatiku, Aku Berubah” Acara kali ini pun dibuat agak berbeda dari tahun-tahun yang lalu. Kali ini panitia ingin mengadakan percobaan dengan menggabungkan semua kelas, dengan tujuan agar supaya suasana Natal lebih dirasakan oleh ASM, karena mereka dapat merayakannya dengan ortu dan kakak-adik bersama-sama, meskipun mereka tidak duduk bersebelahan. Anak-anak PG diharapkan akan hadir bersama para ortu dan duduk bersama-sama dengan mereka di tempat yang sudah disediakan. Alangkah indahnya, apabila setiap anggota keluarga dapat merasakan suasana sukacita Natal di hati mereka pada saat yang bersamaan... dan setelah itu saling tukar-menukar pendapat dan kesan-kesan mereka dalam keluarga masing-masing.

Acara yang dibuat dalam bentuk kantata melibatkan semua ASM yang hadir. Setiap kelas bertugas membawakan sebuah lagu atau tarian atau lainnya sesuai dengan alur cerita yang telah dipersiapkan. Terimakasih kepada ibu Nani Susanto, Ibu Riani Suhardja dan ibu Ming yang telah mempersiapkan naskah kali ini.

GR berjalan dengan baik, setelah ada perbaikan-perbaikan kecil di sana-sini, GR selesai. Jam setengah empat segala sesuatu telah siap, tetapi masih belum terlihat banyak ASM yang datang. Ah, lagi-lagi, kebiasaan buruk belum bisa ditinggalkan..., budaya telat yang masih melekat.

Di sebelah kiri mimbar, para pemusik orkes “Smiley Symphony” telah duduk rapi dan mulai mengalunkan beberapa lagu Natal. Sangat indah... Di sebelah kanan mimbar terlihat pohon Natal yang cantik, terbuat dari berpuluh-puluh pohon cemara kecil. Benar-benar suatu ide yang cemerlang dari panitia. Meskipun belum tampak hiasan pada pohon cemara ini, tetapi telah dapat memberikan nuansa Natal di ruang kebaktian gereja.

Di bagian tengah menutupi mimbar terpampang layar putih besar. Ini sesuatu yang penting untuk anak-anak! Yaitu untuk memberikan fasilitas tambahan, supaya ASM tidak menjadi bosan! Di layar akan ditayangkan gambar-gambar lucu dan indah mendukung acara yang sedang berlangsung, misalnya kata-kata lagu yang sedang dinyanyikan atau adegan-adegan penting yang harus diketahui oleh para ASM dan hadirin lainnya. Kak Aiko yang telah mempersiapkan segala gambar-gambar lucu itu selama berhari-hari, duduk bersembunyi di belakang mimbar kecil untuk dapat mengoperasikan laptopnya, menayangkan gambar-gambar tersebut sesuai dengan adegan yang sedang berjalan. Meskipun laptop tua pengganti yang digunakan tidak sesuai dengan standar yang dikehendakinya, yaitu tidak bisa mengeluarkan efek-efek indah, kak Aiko merasa cukup senang dapat memperlihatkan gambar-gambar lucu pada adik-adik SM. Tak apalah duduk di lantai, bersembunyi... asal adik-adik senang...

Akhirnya ruang gereja mulai penuh. Puji Tuhan! Setelah doa bersama, para GSM berjaga di kelas masing-masing dan mulai mendandani para ASM sesuai dengan tugas dan peran mereka. Dengan atribut masing-masing para ASM dengan antusias menantikan giliran mereka. Ternyata... mereka bisa juga duduk tenang di tempat masing-masing.
Jam empat lebih limabelas menit, acara dimulai. Panitia memutuskan tidak akan menunggu lebih lama lagi, sehingga kebiasaan molor bisa diperbaiki di masa yang akan datang. Bravo!

Vine, sekuntum bunga kecil yang cantik dengan suaranya yang lembut, mengumumkan bahwa acara akan dimulai. Nati, boneka lucu, segera terlihat di depan sedang bercakap-cakap dengan kawannya, ibu Marrie. Mereka ingin menonton teman-teman anak TK yang tergabung dalam kelompok ensembel KIUT (K-ami I-ni U-ntuk T-uhan) sambil menyanyikan lagu “Ding, Ding, Ding, Lonceng Berbunyi...”. Orkes “Smiley Symphony” melanjutkan dengan “Hai, Mari Berhimpun”. Wah, amat menyenangkan... begitu banyak anak berbagai usia, remaja dan orang dewasa bergabung dalam perayaan Natal yang penuh sukacita ini.

Ketua Panitia Natal Komisi Anak, kak Lisa, membuka acara dengan doa dan para MC memulai action mereka... “ Selamat datang, adik-adik....!”

Lia, seorang ASM masih belum mengerti arti Natal. Dia bertanya kepada GSM nya. Akhirnya ibu Riani, sang GSM mengajak Lia melihat peristiwa ajaib ini dari awal, ketika Sang Pencipta menciptakan segala sesuatu indah, misalnya: “Bunga-bunga yang dipadang, Kupu-kupu yang melayang... “ ASM kelas PG C dan TK sebagai bunga dan kupu-kupu menari bersukacita, diiringi piano dan suara merdu seorang kakak GSM. Betapa indahnya di taman Eden... “...tapi yang termulia, Yesus Tuhanku! Hai seisi dunia, pujilah Tuhanmu!!”

Tiba-tiba terdengarlah suara minta tolong dari Adam dan Hawa yang diusir dari taman Eden, kerena telah berbuat dosa. Mereka tidak taat kepada Tuhan. Tak seorang pun dapat menolong mereka! Tetapi Allah tidak tinggal diam: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”.

Pada waktu yang telah ditetapkan-Nya, Dia mengutus malaikat Gabriel datang ke rumah perawan Maria dan membawa kabar sukacita tentang kelahiran Sang Bayi Penyelamat dunia itu.

Kelas satu bernyanyi mengajak seluruh dunia untuk bergembira bersama-sama, menyambut kelahiran Raja segala raja: “Hai Dunia, Gembiralah”. Kelas dua dengan tugasnya sebagai narator, menyanyikan “Mari Dengar Saya C’rita” telah bernyanyi dengan baik. Beberapa ASM kelas tiga bersama GSM memerankan gembala yang sedang menjaga domba-dombanya di padang. Domba-bomba yang diperankan oleh ASM kelas TK amat lucu dan menggemaskan. Tapi... kok dombanya berjalan dengan dua kaki ya? Mereka tidak merangkak. Aneh! Ah, pasti domba-domba itu sudah diajar cara berjalan dengan dua kaki oleh para GSM nya. Hebat! Dengan diiringi lagu “Gembala Di Padang”, mereka dapat memerankan bagiannya dengan baik.

Ketika Gabriel datang, para gembala sangat ketakutan, tetapi segera bersukacita mendengar kabar baik yang diberitakan oleh bala tentara sorga dari kelas empat: “Kemuliaan bagi Bapa di tempat yang Mahatinggi, dan damai sejahtera bagi orang yang dikasihi-Nya!” Bala tentara sorga pun datang mengajak para gembala untuk bergegas ke Bethlehem: “Larilah gembala, lari cepat, pergi ke Bethlehem. Lekaslah gembala, lekas lihat, Raja Yerusalem!” Para gembala berlarian menuju kandang domba, tempat bayi Yesus tidur dan menyembah-Nya dengan sukacita.

Setelah melihat semuanya itu, akhirnya Lia mengerti, bahwa Natal yang sejati adalah ketika kita menerima bayi Yesus lahir di hati kita. Yesus akan mengubah kita menjadi seperti Dia, lemah lembut dan penuh kasih. Hilang segala ketakutan, menjadi pengharapan dan sukacita yang luar biasa, yang serasa ingin segera dibagikan kepada sesama. Itulah arti Natal yang sebenarnya. Itulah yang dikehendaki Tuhan Yesus, ketika Dia lahir ke dunia, untuk menyelamatkan kita, manusia yang berdosa.

“Malam kudus, sunyi senyap...” dikumandangkan oleh ASM kelas enam dengan lilin-lilin kecil mereka. Ketika kita menerima Yesus lahir di hati kita, kita akan berubah. “Aku Berubah, Sungguh Ku Berubah” kata ASM kelas lima, dengan hiasan di kepala mereka yang lucu, iblis dan malaikat, yang bernyanyi naik-turun bergantian. Itulah “Natal Yang Sejati”, kata PS Gabriel, ketika kita menerima Yesus lahir di hati kita, itulah Natal yang terindah, Natal yang terjadi di hati kita... Alat peraga hati hitam penuh dosa yang menyeramkan dan hati putih bersih melambangkan hati kita yang sudah diampuni beberapa kali ditunjukkan oleh Ibu Riani dan Lia, supaya semua ASM mengerti dan mengingatnya. Juga terlihat di layar, hati hitam orang berdosa dan hati putih bersih dengan salib merah yang menyimbolkan darah Yesus yang menyelamatkan kita.

Ibu Riani mengajak para ASM untuk menerima Yesus di hati mereka dan mengundang Dia untuk tinggal di hati anak-anak yang mau menerima Yesus.

Para ASM dan GSM telah melaksanakan tugas dan peran mereka masing-masing dengan baik, sehingga acara “Dari dan Untuk Kita” ini dapat diselesaikan dalam waktu tepat enam puluh menit. Terimakasih atas kerjasamanya ya....

Selanjutnya persembahan dikumpulkan dengan iringan lagu “Little Jeshua”, sumbangan dari orkes “Smiley Symphony” dan solisnya, Tt. James W. Terimakasih, kakak-kakak pemusik di “Smiley Symphony”, jangan kapok main musik buat adik-adik di Sekolah Minggu yaaaa.... Doa persembahan dan doa penutup dibawakan oleh kak Sanny. Selesailah acara Natal Komisi Anak tahun 2004 ini. Dengan membawa sekotak kue-kue lezat, semua pulang dengan sukacita.

Sangat disayangkan, bahwa para ortu yang begitu bangga dengan peranan para putra-putri tidak dapat menahan diri, sehingga membuat ruang tempat ASM menari dan beracting menjadi sempit dan penuh sesak. Selain suara ASM yang cukup gaduh, sound system yang kurang mendukung membuat para hadirin di bagian belakang tidak mendengar dialog Lia dan GSM nya. Kiranya Roh Kudus memimpin mereka, sehingga mereka tetap dapat membawa pulang pesan Natal komisi Anak kali ini: “Yesus Lahir Di Hatiku, Aku Berubah!” dan dapat merasakan sukacita Natal.

Para hadirin tua dan muda, bersukacita bersama pada perayaan dan kebaktian Natal Komisi Anak, sehingga meskipun bising dan melelahkan, semua orang merasakan kehadiran Bayi Yesus di tengah-tengah kita.... Selamat hari Natal, Tuhan memberkati!
Komisi Anak- GKI Pondok Indah, Desember 2004 (ams)

 
>> Arsip
 

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003