Antar Kita
12 Januari 2005
Nopember - Desember 2004
Tiap Badan Pelayanan Punya Program Unggulan dalam Pelayanan
Tiap-tiap badan pelayanan, baik itu komisi, tim dan yayasan serta bidang-bidang kemajelisan mempunyai program-program unggulan dalam pelayanan kepada jemaat maupun masyarakat, demikian ditegaskan oleh Ketua Umum Majelis Jemaat GKI Pondok Indah Samuel A. Oka dalam sambutannya pada pembukaan Pembekalan Badan Pelayanan GKI Pondok Indah di Pondok Remaja PGI, Cipayung, pada tgl 27 Nopermber lalu.

Program-program unggulan tersebut diharapkan akan dapat menjadi kunci bagi keberhasilan pelayanan di setiap badan pelayanan, karena dengan keberhasilan tersebut berarti badan pelayanan bersangkutan dapat mewujudnyatakan programnya dengan baik.

Pak Oka memberi contoh bahwa Komisi Dikkesra mempunyai suatu program unggulan yang cukup dikenal oleh masyarakat luas, yaitu Gerakan Orang Tua Asuh (GOTA), sementara Mabid Pembinaan mempunyai program unggulan berupa Program Pendidikan Teologia Jemaat (PTJ). Program-program unggulan tersebut hendaknya terus dipertahankan, agar dengan demikian akan lebih banyak lagi, baik anggota masyarakat maupun anggota jemaat yang terlayani, tambahnya.

Pembekalan yang berlangsung selama dua hari tersebut mengambil tema: “Menuju Visi-Misi Melalui Tema terpadu dan Sinambung” dan diikuti oleh sekitar 30 orang peserta yang mewakili berbagai komisi, tim, yayasan dan bidang di GKI Pondok Indah.

Sebelum kegiatan dimulai, Pdt. Purboyo W. Susilaradeja memberikan pengantar berupa pokok-pokok pikiran tentang langkah awal penyusunan program, di mana ditekankan bahwa vitalitas sebuah organisasi turut ditentukan oleh antara lain mutu dari program yang dijalankan. Dan mutu program, terutama ditentukan oleh bagaimana tujuannya dirumuskan, katanya.

Selanjutnya Pdt. Purboyo menjelaskan bahwa tujuan biasanya dirumuskan dengan memperhitungkan paling tidak tiga hal, yaitu persoalan yang harus dipecahkan (realita dalam masyarakat); tujuan mendasar dari organisasi atau reason for being (gereja/jemaat); dan kemungkinan-kemungkinan (SDM, peluang, ancaman, dll).

Menurut Pdt. Purboyo, tak bisa disangkal bahwa reason for being gereja/jemaat adalah Yesus Kristus, kepala gereja. Dengan demikian, tugas pengutusan atau misi gereja adalah berdasarkan misi Kristus, yang bermuara pada misi Allah.

“Atas dasar itu biasanya kita menyebutkan tiga pokok sebagai karakteristik eksistensial gereja/jemaat Kristus, yaitu persekutuan, pemberitaan/kesaksian dan pelayanan. Dengan kata lain, gereja/jemaat harus melaksanakan misinya dengan mewujudkan persekutuan dengan Allah dan dengan sesama berdasarkan kasih, dan dengan melaksanakan kesaksian dan pelayanan di dan bagi dunia/masyarakat,” katanya.

Persoalannya adalah bagaimana kita “menerjemahkan” dan mengimplementasikan imamat itu dalam konteks dan realita kita. Oleh karena itu, menurut Pdt. Purboyo, harus terjadi upaya yang terus-menerus untuk “menguji” paradigma kita, baik sebagai gereja/jemaat, maupun sebagai orang percaya.

Ditekankan pula bahwa analisis SWOT (strength, weakness, opportunities and threats) bukan lagi sesuatu yang terlalu muluk untuk dilakukan dewasa ini. Upaya untuk menginventarisasikannya secara sederhana pun adalah baik daripada tidak sama sekali. “Sebab tanpa ini kita takkan dapat merumuskan tujuan yang realistis, artinya yang dapat atau mungkin direalisasikan,” katanya menambahkan.

Dalam pembekalan dua-hari itu juga tampil sebagai fasilitator dalam simulasi penyusunan program, Pdt. Darsono Eko Nugroho dari Lembaga Pembinaan dan Pengaderan Sinode (LPPS) GKJ dan GKI Jateng. (skt)

Sejumlah Komisi dan Kombas Rayakan Natal 2004
Berbagai badan pelayanan dan Komunitas Basis (Kombas) di GKI Pondok Indah telah menyelenggarakan perayaan Natal 2004 sejak awal Desember lalu. Kegiatan perayaan ini diawali oleh Kombas/Wilayah Bintaro yang menyelenggaraan perayaan Natal pada tgl 5 Desember lalu di Pondok Pinang.

Setelah itu menyusul Natal Pengerja, di mana dalam kesempatan ini para aktifis serta karyawan gereja menyatu untuk merayakan kelahiran Tuhan Yesus dengan tema “Menerima Berkat, Menjadi Berkat”. Natal Pengerja ini berlangsung di gedung gereja pada tgl 10 Desember lalu.

Menyusul kemudian Natal Komisi Anak dengan tema “Yesus Lahir Di Hatiku, Aku Berubah” pada tgl 11 Desember yang berlangsung di gedung gereja. Perayaan Natal Komisi Anak ini dimeriahkan pula dengan puji-pujian dan sebuah operete.

Berikutnya, pada tgl 12 Desember, Komisi Pekabaran Injil bersama dengan Guru-guru PAK menyelenggarakjan perayaan Natal di Ruang Korintus Lt. III.

Pada hari Jumat, 17 Desember, Komisi Senior menyelenggarakan perayaan Natal di gedung gereja dengan tema “Menerima Yesus Dengan Telinga, Mata, Tangan dan Mulut”, di mana dalam kesempatan ini akan dipentaskan sebuah drama mengenai kelahiran Yesus.

Gabungan Komisi Remaja dan Komisi Pemuda juga menyelenggarakan perayaan Natal bersama pada tgl 18 Desember dengan tema “Praise the Lord” di gedung gereja.

Kebaktian Malam Natal sementara itu akan berlangsung hari Jumat, 24 Desember, dilanjutkan dengan Kebaktian Natal pada hari Sabtu 25 Desember, sementara kebaktian Perayaan Natal akan berlangsung pada Sabtu sore yang dimeriahkan dengan sebuah operete. Pos Pekabaran Injil di Desa Kemang juga akan menyelenggarakan kebaktian dan perayaan Natal pada tgl 25 Desember di Desa Kemang. (skt)
 
>> Arsip
 

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003