Antar Kita
30 agustus 2004
Juli-Agustus 2004
IBADAH SYUKUR HUT KEMERDEKAAN RI KE 59
    Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-59, yang jatuh pada hari Selasa, 17 Agustus 2004, GKI Pondok Indah menyelenggarakan ibadah syukur untuk memperingati hari besejarah tersebut.

    Ibadah ini dipimpin oleh Pdt. Tumpal Tobing dengan liturgi khusus, di mana dalam kesempatan tersebut, Pdt. Tumpal menyampaikan khotbahnya dengan mengambil bacaan firman dari 1 Petrus 2:11–17.

    Dengan mensitir ayat 16 firman Allah tersebut, Pdt. Tumpal mengingatkan agar kita hidup sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.

    Diingatkan pula bahwa kemerdekaan ini, melalui perjuangan para pendahulu kita, yang selalu menyandarkan perjuangan mereka kepada Allah, maka Allahpun juga telah menganugerahkan kemerdekaan ini melalui para pendiri negeri ini.

    Nuansa merah-putih nampak mewarnai ruangan gedung gereja, karena selain hiasan bendera merah putih yang berada di belakang mimbar, sebagian besar anggota jemaatpun juga mengenakan pakaian yang bernuansa merah dan putih.

    Turut melayani untuk menyemarakkan ibadah ini adalah Paduan Suara Wilayah Pondok Indah serta pujian solo yang dibawakan oleh Albert Fakdawer, juara II AFI Junior. (skt)
PERSIDANGAN MAJELIS JEMAAT DIPERLUAS (PMJD) GKI PONDOK INDAH
    Sesuai dengan Tata Gereja GKI, maka pada hari Minggu, 8 Agustus lalu, telah berlangsung Persidangan Majelis Jemaat Diperluas (PMJD), yang dulu lebih dikenal sebagai Persidangan Majelis Jemaat Bersama Anggota (PMJBA).

    Persidangan dimulai jam 10:30 dan dibuka dengan doa oleh Pdt. Tumpal Tobing. Seperti persidangan-persidangan sebelumnya, persidangan kali ini juga hanya diikuti oleh sekitar 100 orang anggota jemaat saja, dan sebagian dari mereka ini adalah juga para aktivis di lingkungan GKI Pondok Indah.

    Setelah pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan tata tertib persidangan oleh Pnt. Didi Nugroho Catur Kembar yang kemudian diteruskan dengan Laporan Kegiatan GKI Pondok Indah 2003/2004 oleh Pnt. Tugiman Fernadi.

    Persidangan ini juga diisi dengan Laporan Keuangan yang disampaikan oleh Pnt. Max Setiadi; Laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) oleh Pnt. Ebet Sangkilawang mewakili anggota BPK yang berhalangan hadir. Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga diusulkan pengangkatan anggota BPK yang baru, yaitu Bpk. Hans Manoe dan Sdr. Joseph Oka Santoso.

    Ibu Ratna Suwandono, mewakili Komisi Strategi dan Program (KSP), dalam kesempatan tersebut menyampaikan presentasi tentang hasil survey profil jemaat GKI Pondok Indah.

    Seperti persidangan sebelumnya, dalam persidangan kali ini juga terlontar berbagai pertanyaan kritis dari anggota jemaat yang hadir, yang sebagian menyoroti hal-hal yang berkaitan dengan pelayanan kita bersama.

    PMJD berakhir sekitar pukul 13:30 dan ditutup dengan doa oleh Pdt. Purboyo WS. (skt)
RETRET KOMISI PERLAWATAN DI WISMA LAUTAN BERLIAN CIPANAS
    Komisi Perlawatan mengadakan pembinaan bagi aktivis di lingkup komisi tersebut dalam suatu retret yang diselenggarakan di Wisma Lautan Berlian, Cipanas, Jawa Barat pada hari Sabtu dan Minggu, 31 Juli dan 1 Agustus lalu.

    Bekerjasama dengan Tim Pembina Binawarga pimpinan Pdt. Melanie Egne dari GKI Sinode Wilayah Jawa Barat, pertemuan dua-hari ini diikuti oleh sebanyak 45 orang peserta yang dengan penuh antusias mengikuti acara ini.

    Selain presentasi dan peragaan, para peserta juga diajak untuk mempraktekkan cara kerja tim dalam suatu pelayanan maupun kegiatan melalui outdoor activities dengan dipandu oleh sejumlah relawan Binawarga.

    Melalui outdoor activities ini para peserta diajak bersinergi untuk mencapai suatu tujuan, yang semuanya itu sangat relevan dengan cara kerja suatu tim di dalam pelayanan maupun pelawatan. Dalam kegiatan outdoor activities ini setiap peserta mempunyai tugas sendiri-sendiri untuk mencapai suatu tujuan yang satu atau sama.

    Selama retret, Tim Binawarga memaparkan kiat-kiat sebagai pelawat melalui pengenalan spiritualitas sebagai pelawat serta mengenali gaya-gaya komunikasi. Selain itu, peserta juga diajak untuk bersinergi dalam team work pelayanan.

    Ada sedikit catatan mengenai retret ini, yaitu karena semua peserta tidak sama tingkat pendidikannya, maka disarankan agar di waktu-waktu mendatang pembinaan semacam ini menggunakan bahasa yang sederhana hingga mudah ditangkap dan dicerna oleh peserta.

    Secara keseluruhan, pembinaan semacam ini sangat baik dan perlu serta bermanfaat bagi setiap pelawat. Tim dari Binawarga juga banyak membantu peserta dalam mengisi lembar-lembar scoring type-type komunikasi. (skt)
GKI PONDOK INDAH MEMULAI KEMBALI PENDIDIKAN THEOLOGIA JEMAAT
    Mulai hari Kamis, 5 Agustus 2004 yang lalu, GKI Pondok Indah memulai kembali program Pendidikan Theologia Jemaat (PTJ) yang telah absen selama sekitar 12 tahun, setelah program serupa yang pertama berlangsung pada th 1992 dan kedua pada th 1993. PTJ kali ini sangat berbeda dengan PTJ terdahulu, karena yang sekarang ini diselenggarakan secara lebih komprehensip dengan meng-undang tenaga pengajar dari Universitas Kristen Duta Wacana, STT Jakarta serta sejumlah pendeta dari lingkungan GKI sendiri.

    Sebanyak 72 orang telah terdaftar sebagai peserta program PTJ yang seluruhnya akan berjalan selama dua setengah tahun itu.
    Dalam pengantarnya ketika membuka program PTJ ini, Pnt. Albert Napitupulu, ketua Tim PTJ, menyatakan bahwa program PTJ ini dimaksudkan untuk memperluas cakrawala jemaat, aktivis dan simpatisan GKI Pondok Indah dalam berteologi serta untuk meningkatkan pemahaman mereka mengenai hal-hal yang berkaitan dengan ajaran kristiani. Selain itu, katanya lebih lanjut, program ini dimaksudkan pula untuk meningkatkan kualitas jemaat, aktivis dan simpatisan dalam melakukan pelayanan serta tugas-tugas gerejawi.

    Menurut Pnt. Albert, satu hal yang dapat ditarik manfaat dari program ini adalah untuk memperlengkapi diri dengan pengetahuan agar para jemaat maupun aktivis dapat berperan secara optimal dalam kehidupan (menjadi saksi hidup) dan pelayanan gerejawi.
    Untuk menjadi peserta program ini tidak ada persyaratan khusus, namun peserta harus sudah sidi serta bersedia mengikuti program ini secara penuh untuk setiap modul/tahapan.

    Seluruh program PTJ ini berlangsung di dalam lima tahapan, yaitu tahap I berlangsung selama tiga bulan (Agustus, September dan Nopember 2004); tahap II berlangsung pada bulan-bulan Januari, Februari dan Maret 2005; tahap III berlangsung bulan-bulan Agustus, September dan Nopember 2005; tahap IV pada bulan-bulan Januari, Februari dan Maret 2006 dan tahap terakhir atau tahap V pada bulan-bulan Agustus, September dan Nopember 2006.

    Tiga rumpun mata kuliah

    Menurut Pnt. Albert Napitupulu, seluruh program PTJ ini terdiri dari tiga rumpun mata kuliah, yaitu Rumpun Mata Kuliah Dasar, yang wajib untuk diikuti oleh seluruh peserta; Rumpun Mata Kuliah Pengembangan Wacana Teologis; dan Rumpun Mata Kuliah Praktik Berjemaat.

    Sesuai Dengan kurikulum, maka untuk kuliah atau pelajaran perdana pada hari Kamis, 5 Agustus, disampaikan materi tentang hermeneutik (Alkitab dan penafsirannya), yang dibawakan oleh Pdt. Robert Setio, Ph.D. dari Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta. Mata kuliah ini mengupas tentang hakikat Alkitab serta model-model pendekatan tafsir Alkitab, seperti tafsir sosial dan tafsir ideologi-sosiologi.

    Selanjutnya diteruskan dengan pelajaran kedua pada hari Senin, 9 Agustus, tentang Pengantar Teologi Konstruktif, yang disampaikan oleh Pdt. Yahya Wijaya, Ph.D., juga dari institusi yang sama. Mata kuliah ini mempelajari secara kratif pokok-pokok teologi Kristen, khususnya yang menjadi dasar bagi ajaran dan praktik gereja reformasi, seperti GKI. Pokok bahasan dalam mata kuliah ini termasuk Trinitas dan Keselamatan.

    Pada awalnya, yaitu untuk kuliah pertama dan kedua, PTJ ini berlangsung di Gedung Pertemuan Lt. III, tetapi karena pertimbangan bahwa sebagian besar peserta terdiri dari para senior serta untuk kepraktisan, maka mulai kuliah ketiga pada hari Kamis, 12 Agustus, berlangsung di gedung gereja.

    Dengan penuh antusias para peserta mengikuti kuliah yang berlangsung dari jam 19:00 s/d 21:30 ini, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan sesusai kuliah maupun di tengah-tengah pelajaran, dan waktu dua setengah jam yang disediakan pun berlalu tanpa terasa.

    Selain itu, pada waktu rehat kopi pun dimanfaatkan oleh para peserta untuk melakukan diskusi kecil dengan para pengajar. Hal ini menunjukkan bahwa jemaat di GKI Pondok Indah sangat haus akan pembinaan-pembinaan model program PTJ ini, komentar salah seorang peserta. (skt)
>> Arsip
 

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003