Antar Kita
30 Juni 2004
Mei-Juni 2004
PEKAN ANAK 2004
    Pekan anak tahun ini berlangsung dua pekan yakni pada tanggal 9 & 16 Mei 2004. Keterlibatan secara aktif peran orangtua sangat ditonjolkan dalam pekan anak tahun ini. Melalui pekan anak yang mengambil tema ‘Yesus Sahabatku’, para orangtua diajak untuk dapat memainkan peran mereka secara aktif dalam membimbing anak-anak untuk dapat mempercayai dan mengandalkan Yesus sebagai sahabat dalam kehidupan mereka. Bukanlah hal yang mudah bagi seorang anak untuk dapat mengerti dan menjadikan Yesus sebagai sahabat mereka. Karna sahabat yang agung, setia dan luar biasa itu hanya dapat dijumpai dalam doa.

    Pekan anak kali ini dikemas dalam satu acara yang melibatkan dua kelompok besar. Yang pertama bagi anak yang masih duduk di Play Group – kelas satu dimasukkan dalam kelompok yang disebut Kelas Kecil. Kedua bagi anak yang duduk di kelas 2 – 6, dimasukkan dalam kelompok yang disebut Kelas Besar.

    Pekan anak dibuka pada tanggal 9 Mei 2004 dengan Pertemuan Orang Tua Murid (POTM). Di sini para orangtua diajak untuk saling belajar dan berbagi pengalaman - sharing tentang bagaimana cara mengajarkan anak untuk menyukai berdoa. Pendeta Tumpal Tobing dan Ibu Ira Tobing berbagi pengalaman pada kelas besar, Kak Roy dan Kak Ita Sangkilawang juga ikut berpartisipasi untuk sharing pada kelas kecil.

    Sementara menunggu orang tua, para anak bersama-sama bernyanyi, bermain dan mendengarkan firman Tuhan melalui sulap yang di bawakan oleh Brotherhood of Christian’s Magician.

    Selanjutnya bersama-sama para orangtua dan anak menikmati bazaar yang menjual aneka makanan-minuman dan permainan yang educative: Jumping Clay, yang secara khusus didatangkan oleh tim Kebaktian Anak – GKI Pondok indah.

    Akhirnya, Pekan Anak tahun ini ditutup pada tanggal 16 Mei 2004 dengan Kebaktian bersama anak-orangtua yang diselenggarakan di gereja pada jam kebaktian pukul 8.30 Wib yang menggunakan liturgi dan dekorasi khusus. Di mana pada acara ini, semua jemaat gereja baik kecil (anak-anak) dan besar (orangtua) dapat merasakan kembali masa kala bersekolah minggu. Semua diajak berdendang dengan lagu-lagu puji-pujian Sekolah Minggu dengan menggunakan musik, gaya dan tarian. Anak-anak berpartisipasi sebagai pembawa doa, petugas persembahan dan pembaca ayat Alkitab. Paduan Suara Gabriel juga memeriahkan kebaktian bersama ini. Seakan tak mau ketinggalan dan ingin menjadikan dirinya bagian dari dunia anak-anak, Pendeta Rudi yang membawakan firman pun berkhotbah sambil menggunakan alat peraga.

    Menutup tulisan ini, marilah kita kembali mengingat sepenggal lagu diatas tadi. Marilah dengan menyadari bahwa benar the children are the future — bahwa anak-anak adalah masa depan. Merekalah yang akan mengisi masa yang akan datang, bimbinglah dengan pengajaran yang baik tanpa harus mendikte mereka, biarlah mereka bebas memasuki dan menjadi bagian dari masa depan itu, karena ada sahabat mereka yang setia yaitu Yesus.

    Pekan anak tahun ini telah berakhir, dan biarlah sebagaimana yang tersurat dalam kitab Matius 19:14, marilah kita tidak menghalang-halangi anak-anak untuk datang kepada Tuhan, dengan cara mereka, dengan dunia mereka, dunia anak-anak. (Asana Tiur Tobing, Ketua Pekan Anak GKI Pondok Indah 2004)
MALAM NOSTALGIA HUT KE-20 GKI PONDOK INDAH
    Pada hari Jumat, 14 Mei 2004 yang lalu telah berlangsung suatu “Malam Nostalgia” dalam rangkaian untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-20 GKI Pondok Indah yang jatuih pada tgl 20 Juni 2004.

    Acara ini diisi dengan sebuah kebaktian yang dipimpin oleh Pdt. M.A. Christian dan dihadiri oleh sekitar 200 orang warga jemaat mula-mula serta mantan Majelis pertama di GKI Kebayoran Selatan sebelum berganti nama menjadi GKI Pondok Indah, dan juga seluruh angghota majelis dan aktivis di lingkungan GKI PI.

    Dalam khotbahnya, Pdt. Christian juga mengingatkan agar kita tidak melupakan sejarah yang telah kita lewati. “Kita berada sekarang ini, karena telah dirintis oleh para pendahulu kita dengan penyertaan Tuhan,” katanya.

    Acara ini kemudian dilanjutkan dengan santap malam bersama serta penampilan Pdt. Purboyo yang bermain solo gitar serta paduan suara dari kaum ibu. (skt)
ACARA KEBERSAMAAN KOMBAS III DAN KOMBAS IV
    Tgl. 29 Mei 2004, Acara Kebersamaan Kombas III dan Kombas IV dilakukan di arena bermain Family Park Perumahan Alam Sutera Serpong Tangerang yang diikuti oleh kurang lebih 70 orang.

    Acara dimulai jam 15.30 dengan bermain Putt Putt Golf (18 hole) yang diikuti para orang tua dan anak-anak. Permainan ini cukup seru karena dapat melepaskan stress bekerja, belajar dan ajang saling berkenalan. Khusus anak-anak dilanjutkan bermain otopad (sepeda diberi baterai). Selama permainan, snack disuguhkan dan yang bertugas siapa saja tanpa harus membentuk panitia. Namanya juga acara kebersamaan.

    Jam 17.30 setelah bermain, acara dilanjutkan dengan kebaktian yang dipimpin oleh Ibu Meity Purnomo. Kebaktian berlangsung dengan khidmat di restoran Kampoeng Air. Setelah itu dilanjutkan acara saling berkenalan antara anggota. Koordinator Kombas kemudian menjelaskan program Kombas yang akan datang serta dana yang digunakan untuk menunjang kegiatan Kombas. Syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus, ada anggota menyumbang secara spontan karena mengetahui bahwa kas Kombas IV terbatas. Kombas mempunyai keyakinan bila kita bekerja di ladang-Nya tidak ada yang mustahil. Keyakinan itu langsung terjawab dalam acara kebaktian yang baru selesai, terkumpul uang partisipasi kurang lebih Rp 2.200.000 sehingga biaya terpenuhi, bahkan berlebih.

    Jam 18.00 s/d 19.00 Makan malam dengan lesehan bersama dan kemudian ditutup. Sampai bertemu kembali bulan Agustus dengan cerita yang lebih menarik. (Parlin T.)
10 UTUSAN GKI PI KE KONVEN MAJELIS GKI KLASIS JAKARTA II DI CIPAYUNG
    GKI Pondok Indah mengirimkan 10 orang utusan ke Konven Majelis GKI Klasis Jakarta II di Pondok Remaja PGI di Cipayung pada tgl 28 dan 29 Mei yang lalu. Konven kali ini membahas dua topik utama yang sedang hangat di kalangan jemaat, yaitu mengenai persoalan mendirikan gedung gereja dan masalah pernikahan, termasuk pernikahan beda agama.

    Acara ini sangat menarik perhatian, terlihat dari panjangnya diskusi dan tanya jawab selama berlangsung pembahasan atas topik-topik tersebut.

    Nara sumber dalam topik mendirikan gedung gereja adalah wakil-wakil dari GKI Ampera, GKI Cileduk Raya dan GKI Sarua Indah, sementara topik pernikahan menampilkan pembicara Pdt. Purboyo W. Susilaradeya dari GKI Pondok Indah, serta Pdt. M.A. Christian dari GKI Kebayoran Baru dan Pdt. Agus Susanto dari GKI Pondok Indah.

    Ke-10 utusan dari GKI Pondok Indah ke konven tersebut adalah Pdt. Agus Susanto, Pdt. Purboyo, Pnt. James Widyaharsana, Pnt. Samuel A. Oka, Pnt. Benny Murtono, Pnt. Adrianus Mooy, Pnt. Sindhu Sumargo, Pnt. Herry Budiono, Pnt. S. Soekamto dan Pnt. Albert Napitupulu. (skt)
FOOD EXHIBITION & JUMPING CLAY COMPETITION
    Untuk memeriahkan Ulang Tahun GKI Pondok Indah yang ke 20 digelar serangkaian kegiatan/acara, diantaranya adalah Food Exhibition dan Jumping Clay Competition yang dilaksanakan pada tanggal 6 Juni 2004 jam 10.00 (sesudah kebaktian ke-2).

    FOOD EXHIBITION:
    Pesertanya adalah wilayah-wilayah yang tergabung dalam GKI Pondok Indah, ikut juga GKI Cinere dan GKI Sarua Indah. Panitia mengundang kedua GKI ini karena mereka adalah jemaat yang berasal dari GKI Pondok Indah.

    Setiap peserta harus memiliki tema untuk gerainya masing-masing, dan gerai dinilai oleh Juri yang terdiri dari seluruh istri Pendeta GKI PI (Ibu Nani Susanto, Ibu Debby Djajakartika, Ibu Ira Tobing & Ibu Elisabeth Purboyo). Disamping itu ad juga Gerai Sub Komisi Wanita yang memamerkan hasil karya ibu-ibu berupa sepatu,tas stola maupun baju yang sudah di Payet, tas manik manik, lilin hias dan lain lain.

    Yang sangat menarik adalah kebersamaan masing-masing peserta dalam menghias gerainya dengan semangat tinggi, bergotong royong penuh kreativitas sampai malam hari. Suasana hari minggu lebih semarak lagi karena GKI Cinere membawa grup music Country mereka dan menyanyikan lagu-lagu rohani dengan Irama Country. Panitia juga menyediakan kue tart dengan logo Hut GKI PI ke 20 yang diundikan dan dimenangkan oleh Sdr. Chandra Suria.

    JUMPING CLAY COMPETITION:
    Pesertanya adalah anak-anak sekolah minggu kelas 1 SD sampai dengan kelas 6. Mereka dibagi menjadi 3 katagori , Katagori A : kelas 1 & 2 membuat bunga matahari diikuti oleh 30 anak. Kategori B : kelas 3&4 membuat macan diikuti oleh 13 anak dan katagori C ; kelas 5&6 membuat babi diikuti oleh 28 anak.

    Anak-anak sangat antusias dan gembira, orang tuanyapun tak ketinggalan ikut-ikutan sibuk memberi semangat. Penilaian lomba dilakukan secara bersama-sama oleh beberapa orang guru sekolah minggu.

    Hasil sumbangan yang terkumpul dari acara ini baik sumbangan dari Gerai maupun lelang kue tart terkumpul Rp. 7.275.000,- yang selanjutnya diserahkan pada Komisi Dikkesra – dana kemanusiaan melalui bendahara gereja..

    Yang sangat berkesan dalam acara ini rasa kebersamaan dan nostalgia bersama aktivis jemaat dari GKI Cinere dan GKI Serua Indah.yang dulu juga aktif dalam pembangunan jemaat GKI Pondok Indah.

    Akhirnya tak lupa panitia HUT GKI Pondok Indah mengucapkan terima kasih baik kepada jemaat maupun kepada peserta exhibition yang telah memeriahkan acara tersebut.(Panitia)
PRAISE TEAM
    Kegiatan Komisi Semawi (Seni Musik Gerejawi) dalam rangka HUT GKI PI ke 20 adalah mempersiapkan Praise Team yang akan mengisi pada kebaktian Perayaan Syukur tanggal 20 Juni 2004 pukul 17:00. Praise Team adalah paduan suara yang bertugas sebagai pemandu nyanyian jemaat. Tetapi selain itu ada juga Singer dan Song Leader yang tugasnya hampir sama dengan Praise Team hanya tingkat keterlibatannya yang berbeda.

    Dalam proses pembentukan Praise Team ini ada beberapa hal yang membuat kami lebih banyak belajar tentang paduan suara. Pada awalnya Semawi bermaksud membuat Praise Team ini sebagai kumpulan dari beberapa anggota paduan suara yang ada di GKI PI. Maka Semawi pun menghimbau kepada setiap pengurus PS untuk mengirim kira-kira 5 orang anggotanya. Ternyata tanggapan yang datang bermacam-macam. Salah satunya adalah kata Praise Team yang ternyata sangat ‘menyeramkan’ karena menggambarkan sesuatu yang sangat susah. Akhirnya demi mengubah kesan rumit kami mengubah dengan Paduan Suara Gabungan. Ternyata itu membuat orang lebih mau berpartisipasi walaupun dengan segala pertanyaan; berapa lagu yang akan dinyanyikan, hapal atau tidak, sampai kepada akan mengenakan kostum apa. Demikian kritisnya anggota jemaat GKI PI.

    Akhirnya pra latihan pun dimulai pada akhir bulan April 2004. Dan dari sekian banyak yang menyatakan kesediaannya, yang hadir hanya 15 orang. Tetapi hal ini terjadi karena pada hari yang sama diadakan aksi donor darah. Jadi agak ‘lemas’ untuk bernyanyi setelah donor (mungkin!). Juga banyak jawaban “Kan masih lama” jika diingatkan untuk latihan. Maka kami membuat jadwal mengisi pujian tanggal 30 Mei. Dan hasilnya lumayan, pada latihan berikutnya (tanggal 9, 16, 23 Mei) sudah terbentuk PS. Gabungan dengan jumlah anggota kira-kira 60 orang. Di dalamnya terdapat semua unsur paduan suara gereja, wilayah, senior, pemuda, remaja, bahkan anak-anak. Dan yang menggembirakan kami juga kedatangan tamu ‘istimewa’ yaitu anggota kantor gereja (kepala kantor dan beberapa staff) yang ikut bergabung.

    Selama latihan para anggota paduan suara termasuk sabar dan patuh dalam mempelajari 11 lagu yang diurut, sehingga setiap latihan ada 2 lagu baru. Suasana pun selalu segar walaupun udara panas karena kursi yang biasanya diisi 30-40 orang kini ditempati 60 orang.

    Pada tanggal 30 Mei PS. Gabungan pun mengisi kebaktian pukul 08:30 dengan solis Sdri. Berlian Hutauruk. Sambutan jemaat cukup baik dengan bertepuk tangan. Tetapi kami tetap sadar bahwa tepukan itu ditujukan untuk solis yang memang bagus, dan ‘belum’ untuk paduan suara.

    Tanggal 5 Juni kami juga berlatih dengan para Singers (bukan merek mesin jahit!) yang terdiri dari 8 orang dan Song Leader Bpk. Didi serta para pemusik pimpinan Bpk. Thomas. Latihan berjalan cukup lancar meski banyak hal yang masih harus diperbaiki. Latihan selanjutnya tanggal 13 dan 18 Juni yang merupakan gladi resik.

    Demikian proses terbentuknya Praise Team ataupun PS. Gabungan. Apapun namanya yang pasti kumpulan orang-orang yang mau meluangkan waktunya untuk berlatih di luar jam latihan rutin paduan suara yang diikuti. Terima kasih untuk dukungan serta jerih payahnya. Dan buat yang belum ikut kali ini, kami nantikan partisipasinya pada gabungan selanjutnya. Akhirnya mari kita sama-sama menghadiri kebaktian Perayaan Syukur HUT GKI PI ke 20 tanggal 20 Juni 2004 pukul 17:00. Oh, ya ... pada kebaktian itu juga akan bernyanyi Kwartet (4) orang ‘paling populer’ di GKI PI ... Siapakah mereka? .... Makanya .... datang donk .... (eyh)
KURSUS MEMASANG PAYET
    Sejak 7 Oktober 2003, Komisi Dewasa sub Komisi Wanita membuka kursus memasang payet, yang bertujuan untuk menambah ketrampilan ibu-ibu dan menjalin persekutuan antar para peserta kursus. Pengajar pada kursus payet ini adalah Bapak Thomas Sulistiyana. Beliau adalah Textile and Accessories Designer. Bapak Thomas ini adalah mantan designer pada perancang Bijan.

    Kursus memasang payet diadakan setiap hari Selasa pukul 09.00 – 12.00, selama periode yang ditentukan, yaitu 9 kali pertemuan. Sampai saat ini sudah 3 angkatan yang mengikuti kursus. Setiap angkatan diikuti oleh 20 orang peserta. Hanya angkatan pertama yang diikuti oleh 35 orang peserta.

    Kursus ini terbagi 2 tingkatan, yaitu tingkat pemula (dasar) dan tingkat advance. Angkatan yang akan datang dimulai pada hari Selasa tanggal 13 Juli 2004. Kursus payet ini terbuka untuk siapa saja yang berminat. Pendaftaran pada setiap hari kerja dengan Sdr. Heny di kantor gereja GKI Pondok Indah, Jakarta.
>> Arsip
 

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003