|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
| Antar
Kita |
|
30
Mei 2004
Maret-April 2004 |
|
|
| JUMAT AGUNG DI
DESA KEMANG |
Dalam rangka memperingati Jumat Agung, maka pada tanggal
4 April 2004 dilangsungkan Perjamuan Kudus di desa Kemang,
Bogor. Jemaat setempat yang hadir sekitar 35 orang yang
semuanya terdiri dari kaum ibu (perlu kita doakan agar
kaum bapak pun dapat menghadiri kebaktian di desa Kemang).
Perjamuan Kudus dilayani oleh Pdt. Purboyo W. Susilaradeya
dan Pnt. Zilvanus Imanuel serta Pnt Shanty Budihardja
sebagai pendamping. Turut hadir juga anggota Komisi PI GKI
PI a.l. Ibu Soekamto, Ibu Lusi dan Ibu Itje.
Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Purboyo, sesuai
dengan tema GKI PI, sangat menarik hati jemaat karena
disampaikan dengan contoh-contoh dan bahasa yang sederhana
sehingga mudah dipahami oleh jemaat, hal ini terlihat dari
respon yang diberikan oleh jemaat ketika mendengarkan
Firman Tuhan.
Di samping menyampaikan Firman Tuhan, Pdt. Purboyo dengan
gitarnya juga mengiringi jemaat menaikkan puji-pujian. Di
samping itu Karina V. Wiyata, salah seorang anggota Group
Esembel Imago Dei, Bintaro, berkesempatan untuk
menyampaikan pujian yang berjudul Jangan Lelah melalui
gesekan biolanya. (Zil)
|
| RANGKAIAN
PERAYAAN PASKA DI GKI PONDOK INDAH |
Rangkaian perayaan Paska di GKI
Pondok Indah sudah dimulai sejak bulan Pebruari lalu,
tepatnya Minggu Pra-Paska I tgl 22 Pebruari yang
ditandai dengan baptis anak. Perayaan Paska di GKI
Pondok Indah mengambil tema utama:
Maka
Terbukalah Mata Kita.
Rangkaian perayaan ini akan terus berlanjut hingga
30 Mei 2004 bertepatan dengan Minggu Pentakosta.
Namun sebelum sampai ke tanggal 30 Mei itu masih
dilewati hingga masa Pra-Paska ke-VII pada hari
Minggu, 4 April 2004 sebelum memasuki Kamis Putih,
yang merupakan Persekutuan Wilayah Gabungan dari
ke-empat wilayah di lingkup GKI Pondok Indah, yaitu
wilayah-wilayah Pondok Indah, Lebak Bulus, Bintaro
dan Cilandak dan sekitarnya.
Kebaktian Kamis Putih ini berlangsung pada Kamis
malam, 8 April lalu dan dipimpin oleh Pdt. Glorius
Bawengan dengan tema: Mengertikah kamu apa yang
Kuperbuat kepadamu?
Pagi harinya, Jumat Agung, yang juga merupakan
kebaktian Perjamuan Kudus, berlangsung dalam dua
kali kebaktian, yaitu pukul 08:30 dan 17:00 dan
dilayani oleh ke empat orang pendeta, yaitu Pdt.
Agus Susanto, Pdt. Rudianto Djajakartika, Pdt.
Tumpal Tobing dan Pdt. Purboyo W. Susilaradeja.
Komisi Senior melanjutkan rangkaian acara ini dengan
Perayaan Paska Senior pada hari Sabtu, 10 April dan
berlangsung di Wisma Hexa di kawasan Pondok Gede.
Pada hari Minggu, di samping Paska Subuh yang
dilanjutkan dengan perjamuan kasih dan kebaktian
Perayaan Paska pada sore harinya yang dipimpin oleh
Pdt. Tumpal Tobing.
Komisi Anak juga menyelenggarakan Perayaan Paska
Anak bagi anak-anak Sekolah Minggu di arena basket
Sekolah Tirta Marta, sementara Komisi Remaja
mengadakan perayaan dengan sebuah acara open air
pada hari Minggu 18 April di Puncak yang dipimpin
oleh Pdt. Tumpal Tobing dan Komisi Pemuda dalam
kebaktian yang dipimpin oleh Capen Martua RK.
Sebelumnya, di Desa Kemang juga telah berlangsung
Perjamuan Kudus dalam kebaktian Minggu, 4 April lalu,
dan dilayani oleh Pdt. Purboyo W. Susilaradeja.
Kegiatan rangkaian paska ini masih akan berlanjut
pada tgl 20 Mei mendatang saat kita semua akan
merayakan Kenaikan Tuhan Yesus dan Pentakosa pada
tgl 30 Mei. (skt) |
| AKSI DONOR DARAH
DALAM RANGKA PASKA |
Dalam rangka perayaan Paska 2004,
Komisi Dikkesra bekerjasama dengan Palang Merah
Indonesia (PMI) Cabang Jakarta, Minggu, 18 April
lalu menyelenggarakan aksi donor darah.
Aksi donor darah ini, yang berlangsung di Gedung
Pertemuan Lt. III GKI Pondok Indah, diikuti oleh 74
orang donor warga jemaat.
Kegiatan ini berlangsung tiga kali dalam setahun dan
sudah berlangsung sejak sekitar delapan tahun lalu.
(skt) |
| MABID OIKMAS DAN
YAYASAN KASIH TINJAU PELAYANAN YAYASAN TZU CHI
INDONESIA |
Pada hari Minggu, 18 April lalu,
sejumlah anggota Majelis Jemaat GKI Pondok Inbdah dari
Mabid Oikmas dan Yayasan Kasih melaku-kan peninjauan
pelayanan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia di daerah
Kamal, Cengkareng, Jakarta Barat. Dalam kesempatan
tersebut, rombongan yang terdiri dari Pnt. Tom Surjadi,
Pnt. Albert Napitupulu dan Ibu Nessy, Pnt. Charles
Joesrimerst, dan Pnt. S. Soekamto menghadiri sebuah
presentasi yang dibawa-kan oleh dr. Hengky Hardono
mengenai segala aspek kegiatan yayasan tersebut di
Indonesia dan di Jakarta khususnya.
Menurut dr. Hengky, yayasan yang di Indonesia ini
berdiri sejak th 1993 dan telah banyak memberikan
sumbangan di bidang sosial, kemanusiaan dan pendidikan
dengan membangun rumah susun dengan sistem sewa,
memberikan pelayanan kesehatan dan pembagian sembako
serta membangun berbagai sarana pendidikan dengan
biaya murah.
Dikemukakan pula, bahwa di Indonesia ini pada mulanya
Yayasan Tzu Chi Indonesia didirikan oleh sekelompok
isteri para pengusaha Taiwan, yang merasa tergerak
untuk berbuat sesuatu untuk meringankan berbagai
kesulitan yang dihadapi oleh rakyat kita.
Dengan menggalang sejumlah sukarelawan dari Indonesia,
yayasan yang dipimpin oleh Ibu Liu Su Mei memulai
kegiatan dan ternyata dapat berkembang dengan pesat
berkat adanya dukungan dari sejumlah pengusaha
Indonesia sendiri.
Di daerah Kamal ini, yayasan tersebut membangun rumah
susun untuk menampung 1.100 keluarga, satu kompleks
sekolahan untuk tingkat SD dan SLTP serta sebuah
klinik.
Dalam kaitan ini Yayasan Kasih GKI Pondok Indah
melakukan penjajakan untuk kemungkinan melakukan
rujukan bagi para pasien yang memerlukan perawatan/operasi
untuk memperoleh pelayanan lanjutan di klinik Yayasan
Tzu Chi tersebut.
Dalam memberikan pelayanan kesehatan, klinik Yayasan
Tzu Chi tidak memungut biaya bagi mereka yang tidak
mampu dan berasal bukan hanya dari Jakarta, tetapi
juga dari daerah-daerah lain di Jawa Barat, Banten,
Jawa Tengah dan Lampung.
Menurut Pnt. Albert Napitupulu, hal itu akan
dibicarakan di dalam rapat pengurusan yayasan dalam
waktu dekat ini, sebab apa yang dilakukan oleh Yayasan
Tzu Chi tersebut ternyata sejalan dengan ajaran-ajaran
Tuhan Yesus, yaitu menebarkan cinta kasih universal di
dunia. (skt) |
| GKI PONDOK INDAH
AMBIL BAGIAN DALAM PELAYANAN PERAYAAN PASKA DI RUTAN
PONDOK BAMBU |
Seperti tahun-tahun lalu, GKI Pondok Indah untuk tahun 2004
ini juga turut mengambil bagian di dalam Perayaan Paska di
lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan (Rutan) yang untuk
tahun 2004 ini mengambil tempat di Rumah Tahanan Pondok
Bambu. Bersama-sama dengan GKI Layur, GPIB Petrus, GPIB
Menara Iman dan Yayasan Gideon yang tergabung dalam Pokja
PGI. Bagi Pelayanan di Lembaga Pemasyarakatan, GKI Pondok
Indah dipercaya untuk memimpin ibadah yang dalam hal ini
dipimpin oleh Pdt. Rudianto Djajakartika.
Perayaan paska di Rutan Pondok Bambu ini dimulai jam 10:00
dan selesai sekitar jam 12:00 dan selain khotbah juga diisi
dengan kesaksian-kesaksian berupa pujian yang dibawakan
oleh seorang ibu dari GKI Layur, paduan suara dari GPIB
Menara Iman, sebuah pujian oleh Joan Tanamal, yang pernah
untuk sementara menghuni rutan ini karena kasus narkoba,
dan juga sebuah paduan suara oleh para warga dalam.
Rutan Pondok Bambu yang mampu menampung sekitar 600 tahanan
itu pada waktu ini dihuni oleh lebih dari 800 orang tahanan
pria dan wanita dan sekitar 140 orang di antara mereka
adalah Kristen.
Sebanyak 142 orang warga dalam yang terdiri dari 100 orang
pria dan 42 orang wanita turut mengambil bagian dalam
Perayaan Paska kali ini. Seusai perayaan mereka diajak
untuk bersantap siang bersama dengan panitia. Selain itu
kepada para warga dalam juga diberikan berbagai bingkisan
dan juga sebuah Alkitab dari Yayasan Gideon.
Dari GKI Pondok Indah, selain Pdt. Rudianto juga turut
ambil bagian dalam pelayanan ini Pnt. Jan Watung, Bpk.
Martin B. Naffi dan Bpk. Leo Sabandar dari Komisi Pekabaran
Injil, Bpk. Arief Hidayat, Ibu Diana, Sdri. Merry serta Pnt.
Soekamto. (skt)
|
| GKI PONDOK INDAH
AKAN SEGERA MILIKI SEKSI KEDUKAAN |
GKI Pondok Indah diharapkan dalam waktu tidak lama lagi
akan memiliki sebuah badan pelayanan baru, yaitu Seksi
Kedukaan. Sebagai bekal bagi rencana pembentukan badan
pelayanan baru tersebut, maka Komisi Perlawatan pada hari
Senin 29 Maret lalu mengadakan suatu pembinaan bertajuk
Teman Di Kala Duka dengan menghadirkan seorang pembicara
Pnt. Errol F. Lontoh dari GKI Kebayoran Baru.
Dengan dipandu oleh Pdt. Rudianto Djajakartika, pembinaan
ini diikuti oleh tidak kurang dari 70 orang warga jemaat
yang berminat untuk nantinya dapat terlibat di dalam wadah
pelayanan yang baru itu.
Dalam pembinaan yang berlangsung lebih dari dua jam itu,
Pnt. Errol F. Lontoh mengemukakan berbagai aspek yang
harus dilakukan oleh Seksi Kedukaan jika nanti sudah
terbentuk, antara lain mengenai pengurusan surat-surat
atau dokumen, menghubungi dokter Puskesmas, jika meninggal
di rumah, pengurusan tempat pemakaman dan juga pengurusan
peti jenasah dan segala kelengkapannya, termasuk ambulans;
menghubungi anggota majelis dan pendeta, pengaturan
persiapan-persiapan di gereja jika dipandang perlu dan
tata-cara pemakaman, persiapan penghiburan.
Seusai presentasi, banyak diajukan kepada Pnt. Errol F.
Lontoh mengenai pengalaman pribadinya pada saat menghadapi
orang meninggal. Menurutnya, sebenarnya tidak pernah
terbersit di dalam hatinya bahwa dia akan terlibat dalam
mengurusi orang meninggal. Namun sekarang ini, segala
sesuatunya sudah mengalir seperti air, bahkan anak-anaknya
pun juga tidak segan-segan turut membantunya dalam
penanganan jenasah ini beserta pernak-perniknya.
Dalam waktu dekat ini diharapkan Mabid Persekutuan dalam
hal ini Komisi Perlawatan akan segera menindaklanjuti
rencana pembentukan Seksi Kedukaan ini. (skt)
|
|
>> Arsip
|
|
|
| |
|
|
|