|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
| Antar
Kita |
|
30
Maret 2004
Februari 2004 |
|
|
| MABID OIKMAS
JAJAKI KEMUNGKINAN KERJASAMA DENGAN YAYASAN TZU CHI |
Beberapa waktu yang lalu tiga orang anggota Majelis Jemaat
GKI Pondok Indah dari Mabid Oikmas meninjau kegiatan bakti
sosial yang diselenggarakan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi di
daerah Kamal, Jakarta Barat. Ketiga orang anggota Majelis
Jemaat GKI Pondok Indah tersebut adalah Pnt. Tom Surjadi,
Pnt. Charles Joesrimerst dan Pnt. S. Soekamto.
Dalam bakti sosial tersebut, Yayasan Tzu Chi Indonesia
melakukan suatu pelayanan kesehatan secara massal selama
dua hari, yaitu pada hari Sabtu dan Minggu 7 dan 8
Pebruari lalu.
Dalam pelayanan kesehatan selama dua hari itu, yayasan ini
melayani sebanyak 192 pasien, yang sebagian besar harus
memerlukan pelayanan operasi ringan, seperti bibir sumbing,
katarak, hernia, tumor minor (jinak). Para pasien tersebut
berasal bukan saja dari Jakarta, tetapi juga dari berbagai
daerah di Jawa Barat, seperti Tangerang, Cianjur, Sukabumi,
Bandung, Bekasi dan lain-lain.
Menurut dr. Hengky Hardono dari Yayasan Tzu Chi Indonesia,
para pasien tersebut dilayani oleh 23 orang dokter umum
dan ahli bedah, baik dari Yayasan Tzu Chi Indonesia maupun
dari Taiwan, Thailand dan Pilipina.
Untuk mereka yang harus menjalani operasi hernia
disediakan tempat menginap selama semalam, sementara
operasi ringan lainnya, seperti katarak, bibir sumbing dan
tumor jinak langsung diperbolehkan pulang. Sementara untuk
para pengantar, selain transportasi, yayasan juga
menyediakan akomodasi serta makan secara cuma-cuma.
Dalam kaitan ini, dr. Tom Surjadi, ketua Mabid Oikmas,
mengemukakan bahwa jika memang diperlukan, kita dapat
menjalin kerjasama di bidang pelayanan kesehatan dengan
Yayasan Kasih. Kita dapat merujuk pasien kurang mampu
dari poliklinik Yayasan Kasih yang menderita bibir sumbing,
katarak dll ke Klinik Yayasan Tzu Chi yang memberikan
pelayanan kesehatan secara cuma-cuma, katanya seusai
meninjau pelayanan kesehatan massal di klinik yayasan
tersebut.
Klinik Yayasan Tzu Chi ini diresmikan oleh Presiden
Megawati Sukarnoputeri pada tgl 25 Agustus 2003 lalu,
berbarengan dengan peresmian perumahan dan Sekolah Cinta
Kasih yang dikelola oleh yayasan Buddha tersebut. Sekolah
yang tersedia di tempat tersebut adalah untuk tingkat SD
dan SLTP dan para siswa membayar SPP sangat ringan sesuai
dengan pendapatan orang tua mereka. Para siswa juga
memperoleh peralatan sekolah secara cuma-cuma selain
pinjaman buku-buku wajib. Sekolah juga menyediakan
laboratorium untuk penelitian, sarana olah raga serta
fasilitas lainnya.
Perumahan yang berupa rumah susun dapat menampung 1.100
keluarga dengan sewa sebesar Rp 90.000,- per bulan,
sementara air dan listrik ditanggung sendiri oleh penyewa.
Para penyewa ini sebagian besar adalah mereka yang menjadi
korban penggusuran di daerah Cengkareng beberapa waktu
yang lalu. Selain itu, pihak yayasan sebagai pengelola
juga menyediakan lahan untuk para penghuni rusun berjualan
sesuai dengan yang mereka tekuni selama ini. Pengelola
juga menyediakan ruang terbuka sebagai sarana bermain
anak-anak serta ruang serbaguna yang dapat digunakan oleh
warga untuk berbagai keperluan.
Yayasan ini akan melakukan pelayanan kesehatan massal
berikutnya pada hari Sabtu dan Minggu 20 dan 21 Maret ini.
(skt)
|
| LOKAKARYA UNTUK
EVALUASI DAN PENYUSUNAN PROGRAM PELAYANAN 2004/2005 |
Majelis Jemaat GKI Pondok Indah
pada dua hari Sabtu tgl 14 dan 21 Pebruari lalu
menyelenggarakan lokakarya untuk melakukan evaluasi
terhadap berbagai program kegiatan untuk tahun
pelayanan 2003/2004 serta penyusunan program untuk
tahun pelayanan 2004/2005.
Dalam kegiatan pertama pada tgl 14 Pebruari, setiap
badan pelayanan seperti komisi, tim dan yayasan yang
berada di lingkungan GKI Pondok Indah menyampaikan
evaluasi mereka, di mana dalam kesempatan tersebut
setiap peserta dapat melakukan penilaian terhadap
kinerja badan-badan pelayanan tersebut selama satu
tahun terakhir. Dalam sesi tanya jawab sering
terjadi adu argumen yang cukup hangat, namun
semuanya itu masih tetap dalam koridor demi
pelayanan kita bersama bagi Tuhan dan sesama.
Demikian pula halnya pada saat menyampaikan rencana
program dan anggaran dalam lokakarya kedua pada
Sabtu, 21 Pebruari 2004. Berbagai pertanyaan kritis
dilontarkan oleh sejumlah anggota majelis kepada
masing-masing badan pelayanan untuk mengetahui
sampai sejauh mana rencana capaian program mendatang.
Semua hasil evaluasi dan rencana program tersebut
dikaji lebih lanjut oleh Majelis Bidang Pengembangan
Jemaat (Bangmat) untuk selanjutnya dibawa ke rapat
Badan Pekerja Majelis Jemaat GKI Pondok Indah pada
hari Rabu, 3 Maret 2004, untuk disahkan sebagai
Rencana Kerja Program dan Anggaran 2004/2005.
Seterusnya rencana ini akan disahkan dalam
Persidangan Majelis Jemaat GKI Pondok Indah pada
hari Minggu, 14 Maret 2004 sebagai Rencana Kerja
Program dan Anggaran GKI Pondok Indah Tahun
Pelayanan 2004/2005. (skt) |
| GKI PONDOK INDAH
AMBIL BAGIAN DALAM PELAYANAN PERAYAAN PASKA DI RUTAN
PONDOK BAMBU |
Seperti tahun-tahun lalu, GKI Pondok Indah untuk tahun 2004
ini juga turut mengambil bagian di dalam Perayaan Paska di
lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan (Rutan) yang untuk
tahun 2004 ini mengambil tempat di Rumah Tahanan Pondok
Bambu. Bersama-sama dengan GKI Layur, GPIB Petrus, GPIB
Menara Iman dan Yayasan Gideon yang tergabung dalam Pokja
PGI. Bagi Pelayanan di Lembaga Pemasyarakatan, GKI Pondok
Indah dipercaya untuk memimpin ibadah yang dalam hal ini
dipimpin oleh Pdt. Rudianto Djajakartika.
Perayaan paska di Rutan Pondok Bambu ini dimulai jam 10:00
dan selesai sekitar jam 12:00 dan selain khotbah juga diisi
dengan kesaksian-kesaksian berupa pujian yang dibawakan
oleh seorang ibu dari GKI Layur, paduan suara dari GPIB
Menara Iman, sebuah pujian oleh Joan Tanamal, yang pernah
untuk sementara menghuni rutan ini karena kasus narkoba,
dan juga sebuah paduan suara oleh para warga dalam.
Rutan Pondok Bambu yang mampu menampung sekitar 600 tahanan
itu pada waktu ini dihuni oleh lebih dari 800 orang tahanan
pria dan wanita dan sekitar 140 orang di antara mereka
adalah Kristen.
Sebanyak 142 orang warga dalam yang terdiri dari 100 orang
pria dan 42 orang wanita turut mengambil bagian dalam
Perayaan Paska kali ini. Seusai perayaan mereka diajak
untuk bersantap siang bersama dengan panitia. Selain itu
kepada para warga dalam juga diberikan berbagai bingkisan
dan juga sebuah Alkitab dari Yayasan Gideon.
Dari GKI Pondok Indah, selain Pdt. Rudianto juga turut
ambil bagian dalam pelayanan ini Pnt. Jan Watung, Bpk.
Martin B. Naffi dan Bpk. Leo Sabandar dari Komisi Pekabaran
Injil, Bpk. Arief Hidayat, Ibu Diana, Sdri. Merry serta Pnt.
Soekamto. (skt)
|
| AKSI SOSIAL
WILAYAH BINTARO |
Jemaat GKI Pondok Indah di Wilayah Bintaro pada tanggal 23
Februari yang lalu mengadakan Aksi Sosial yang ditujukan
kepada masyarakat di sekitar rel Kereta Api yang terletak
di belakang Kompleks Bintaro Permai.
Kegiatan ini sengaja dilakukan pada hari libur dengan
maksud agar anak-anak dapat ikut serta, sehingga mereka
dapat melihat sendiri kehidupan teman-teman sebaya mereka
yang serba kekurangan. Dengan demikian, diharapkan akan
tumbuh rasa kepedulian mereka terhadap lingkungan di
sekitarnya. Dalam Aksi Sosial ini dibagikan 140 paket
keperluan sekolah seperti Tas, Buku dan Alat-alat Tulis.
Aksi Sosial yang dikomandani oleh Ibu Merry Iskandar ini,
dalam pelaksanaannya dikoordinasikan dengan Ketua RT dan
Ibu Guru setempat. (ssm)
|
|
>> Arsip
|
|
|
| |
|
|
|