Antar Kita
30 Nopember 2003
September-Nopember 2003
SEMINAR TENTANG SEKSUALITAS REMAJA
    "Seksualitas Remaja: Kiat-Kiat Orangtua Dalam Menyikapi Masalah Sex di Kalangan Remaja", adalah topik seminar yang diadakan pada hari Sabtu, tanggal 1 November 2003. Seminar ini diselenggarakan oleh Balai Konsultasi Psikologi (BKP) yang berada di bawah Yayasan Kasih, bekerja sama dengan Sekolah Tirta Marta BPK Penabur, menghadirkan dua orang pembicara, yaitu Ibu Bunga S. Kobong, STh., MSi., dan Ibu Dra. Emilia S. Naland, MSi.

    Sebagai seorang aktivis dari Sahabat Peduli, Ibu Bunga banyak melakukan pendampingan bagi korban-korban kekerasan pada wanita dan anak-anak, terutama pasca kerusuhan Mei 1998. Perjalanannya ke berbagai daerah di Indonesia, membukakan mata kita bahwa masalah pornografi bukan monopoli kota-kota besar saja, tetapi sudah merebak ke daerah-daerah terpencil.

    Hal ini dipengaruhi oleh kemajuan teknologi yang begitu canggih. Parabola, yang memungkinkan ditangkapnya siaran TV dari berbagai negara, semakin banyaknya media cetak yang mengexploitir seksual, komik-komik terjemahan yang mengarah ke pornografi dan VCD porno yang dijual bebas, membuat informasi yang salah tentang seks menjadi sangat mudah didapatkan dan memicu tingginya kekerasan seksual, baik pada remaja maupun anak-anak. Demikian pula dengan internet, menjadi sarana yang sangat mudah untuk mengakses situs-situs porno.

    Untuk mengantisipasi hal ini, Ibu Emilia Naland, MSi. mengatakan bahwa keluarga harus dapat menjadi filter yang utama. Remaja memiliki rasa ingin tahu yang besar, selalu ingin mencoba sesuatu yang baru dan tidak berpikir panjang. Kalau keluarga tidak memiliki fungsi sebagai filter (penyaring), maka para remaja tadi bisa-bisa menangkap informasi seksual yang beredar secara salah dan mereka bisa terjerumus ke dalam penyimpangan-penyimpangan perilaku seksual.

    Dalam pergaulannya, para remaja juga mempunyai norma-norma yang berlaku di antara mereka sendiri, seperti kalau belum pernah menonton VCD porno, seorang remaja dianggap kurang gaul, dan sebagainya. Hal ini juga harus bisa diluruskan oleh keluarga, yaitu antara lain dengan cara membina komunikasi yang terbuka dengan mereka. Di sini peran orang tua dituntut untuk tidak perlu takut atau malu membuka percakapan tentang seks. Memberikan informasi tentang seksual bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, dalam obrolan-obrolan biasa pun orangtua bisa menyelipkan informasi tentang seksual.

    Respons para orang tua murid dan jemaat GKI Pondok Indah terlihat cukup baik, hal ini terlihat dari jumlah peserta yang hadir tercatat sekitar 150 orang dan terlihat cukup antusias dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan usulan-usulan. (ssm)
BULAN KELUARGA 2003
    Bulan Keluarga di GKI Pondok Indah, yang berlangsung selama bulan Oktober 2003 mengambil tema “Keluarga Tempat Bertumbuhnya Iman”, ditandai dengan berbagai acara, yang sangat menarik.

    Dimulai pada hari Minggu, 5 Oktober 2003, dengan acara “Warung-Warung” di mana setiap anggota jemaat, termasuk anak-anak dan remaja, mempunyai kesempatan untuk mengungkapkan uneg-uneg maupun berbagi rasa (sharing) dengan pendeta, sesama teman maupun dengan saudara seiman lainnya. Pada segmen remaja dan pemuda juga ditampilkan Roby Tumewu sebagai salah seorang nara sumbernya.

    Kemudian dalam acara bazaar yang digelar pada hari Minggu, 19 Oktober, setiap wilayah tampil dengan berbagai stand penjualan, seperti gudeg, baju, hot dog, kentang goreng, bakso dan sebagainya. Selain itu juga berlangsung berbagai games dan permainan untuk anak-anak serta lomba nasi goreng untuk para bapak. Sebagian hasil keuntungan dari penjualan di berbagai stand tersebut telah disumbangkan untuk kegiatan orang tua asuh yang dikelola oleh Komisi Dikkesra.

    Dalam Program Peduli Dikkesra, berhasil terkumpul dana sebesar Rp 12 juta serta sejumlah paket sembako. Dalam pelaksanaannya, Komisi Dikkesra akan membagi sebanyak 700 paket sembako yang terdiri dari 5 kg beras, 10 bungkus mie instan, satu liter minyak goreng dan satu kilogram gula pasir. Paket-paket tersebut dibagi ke beberapa wilayah di dalam lingkup GKI Pondok Indah dan yang menjadi sasaran pembagian paket ini adalah saudara-saudara kita umat Islam dan dibagikan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1424 H.

    Sementara itu, Komisi Senior, dalam rangkaian Bulan Keluarga ini, pada hari Rabu, 22 Oktober 2003, melakukan suatu kegiatan berupa anjangsana ke Pos Pekabaran Injil Gereja Kristus di Desa Belimbing, Kosambi, Tangerang.

    Pos PI ini sudah berdiri sejak 30 tahun yang lalu dan dirintis oleh Pdt. Franz Zohar. Pos ini untuk pertama kalinya hanya melayani kegiatan Sekolah Minggu, tetapi dalam perkembangannya, kini pos tersebut mempunyai 15 anggota dewasa, 40 remaja dan pemuda serta 45 anak asuhan Sekolah Minggu. Kini pos tersebut diasuh Pdt. Phan Cin Cet dan Sdr. Bimo dari Gereja Kristus Teluk Gong dan anak-anak di pos ini berada di dalam asuhan Sdri. Sin Sin. Selain kegiatan rutin, pos ini juga mempunyai anak asuh non-Kristen dari SD Negeri Belimbing, yang terletak di dekat Pos PI tersebut.

    Sejumlah aktivis Komisi Senior turut serta mengambil bagian dalam anjangsana tersebut, di mana pada kesempatan itu Pdt. Purboyo W. Susilaradeja menyampaikan berkat Tuhan pada akhir kunjungan.

    Dalam kesempatan tersebut, Komisi Senior GKI Pondok Indah menyerahkan sejumlah bingkisan dan tanda kasih untuk warga jemaat di tempat itu serta bersantap siang bersama dengan warga jemaat setempat.

    Acara Family Day diselenggarakan pada hari Sabtu, 25 Oktober 2003, merupakan Persekutuan Wilayah Gabungan dan berlangsung di aula Sekolah Kristen “Tirta Marta”, selain renungan yang dibawakan oleh Pdt. Rudianto Djajakartika, juga digelar acara permainan yang melibatkan seluruh anggota keluarga.

    Rangkaian Bulan Keluarga 2003 di GKI Pondok Indah ini ditutup tanggal 26 Oktober, ditandai dengan diselenggarakannya pelayanan Baptis Anak. (skt)
PEMBEKALAN BADAN PELAYANAN GKI PONDOK INDAH
    Dalam programnya, untuk tahun pelayanan 2003-2004, Mabid Pengembangan Jemaat (Bangmat) pada hari Sabtu dan Minggu, 8-9 Nopember 2003 menyelenggarakan suatu pembekalan untuk Badan Pelayanan di lingkungan GKI Pondok Indah untuk program pelayanan 2004-2005.

    Kegiatan satu-setengah-hari tersebut berlangsung di Hotel Puri Avia di Cibogo dan dibuka dengan suatu arahan dari Pdt. Purboyo W. Susilaradeja serta menampilkan pembicara Sdr. Andrian dari GKI Kayu Putih.

    Pdt. Purboyo dalam pengarahannya tersebut antara lain mengemukakan jemaat GKI Pondok Indah kini tengah berupaya untuk melaksanakan tugas panggilannya melalui berbagai kegiatan. Sebagai suatu entitas, jemaat GKI Pondok Indah harus berfungsi sedemikian rupa sehingga terjadi dua gerakan yang berjalan secara bersama-sama, yaitu sebagai gereja melaksanakan tugas pengutusan; dan orang-orang percaya yang berusaha melaksanakan tugas pengutusan yang sama secara pribadi/individu di tempat masing-masing. Dan ia melakukan dua gerakan tersebut melalui semua kegiatan, baik itu berbagai kegiatan ibadah, pembinaan dan sebagainya; maupun berbagai kegiatan komisi, yayasan dan tim, katanya.

    Sementara itu, Sdr. Andrian dalam kesempatan tersebut menguraikan kiat-kiat tentang penyusunan program berdasarkan pendekatan keseimbangan.

    Pembekalan ini sebenarnya dimaksudkan sebagai masukan bagi para aktivis tentang bagaimana menyusun suatu rencana kerja yang baik dan terukur. Tetapi nampaknya sebagian besar para peserta, yang berjumlah sekitar 70 orang itu, masih sulit untuk menyerap apa yang dipaparkan dalam kesempatan tersebut. Banyak istilah-istilah yang sulit untuk dicerna, karena istilah-istilah tersebut adalah istilah bisnis. Sebagian peserta menyarankan agar istilah-istilah tersebut dapat disesuaikan dengan istilah pelayanan di dalam kegiatan gereja.

    Selain diskusi, di dalam kegiatan pembekalan ini juga berlangsung simulasi tentang evaluasi dan penyusunan sasaran program untuk kegiatan mendatang dari tiap-tiap komisi, yayasan dan tim.
    Sebelum kembali ke Jakarta, para peserta mengikuti suatu Kebaktian Minggu yang dipimpin oleh Pdt. Purboyo. (skt)
DEMO MEMBUAT DONAT DAN TRUFFLE’S
    Sub-komisi Wanita dari Komisi Dewasa pada hari Selasa, 11 Nopember lalu menyelenggarakan suatu demo membuat aneka donat dan truffles.

    Kegiatan yang berlangsung di Lantai III Gedung Pertemuan GKI Pondok Indah itu ternyata diminati oleh para ibu di lingkungan GKI Pondok Indah, terbukti demo tersebut dihadiri oleh tidak kurang dari 40 orang ibu.

    Demo pembuatan aneka donat itu dipimpin oleh Ibu Lina Halim dari Situbondo, sementara demo membuat truffles dipimpin oleh Ibu Fenny Tjahjadi.

    Sementara itu, pada waktu yang bersamaan juga berlangsung Kursus Payette yang dipimpin oleh Sdr. Thomas Sulistiyana. Kursus ini diikuti oleh 37 peserta dan dibagi di dalam dua kelompok.

    Rencananya kursus ini berlangsung setiap hari Kamis, tetapi berhubung dengan semakin mendekatnya berbagai hari besar, seperti Idul Fitri dan Natal, maka penyelenggaraannya dipercepat menjadi setiap hari Selasa dan Kamis untuk delapan kali kehadiran.

    Karena masih banyaknya peminat yang akan ambil bagian di dalam kursus ini, maka kemungkinan kegiatan semacam ini akan diulang lagi di masa mendatang. (skt)
BEDA ITU INDAH
    Pada tanggal 13 September 2003, sekali lagi Komisi Dewasa GKI Pondok Indah mengadakan acara pembinaan bagi suami isteri dengan tema “Beda itu Indah”. Acara yang mengundang Ibu Lie Wei Jen sebagai pembicara ini dihadiri oleh lebih dari 50 pasangan.

    Ibu Lie Wei Jen adalah seorang sarjana Teologi dan meraih masternya dalam bidang Konsultasi Perkawinan. Beliau juga mengasuh majalah keluarga Eunike di bawah Yayasan Sahabat Kristus.

    Yang unik dan menarik dari pembicara ini adalah gaya bicara dan bahasanya. Ia menggunakan gaya bahasa yang tidak terlalu formal dan dapat memberikan contoh-contoh aktual yang sering terjadi juga pada komunikasi antara kita dengan pasangan. Para peserta seringkali “terpaksa” untuk menertawakan diri mereka sendiri dengan contoh-contoh yang dikemukakan.
PENEGUHAN PENATUA
    Pada tanggal 14 September 2003 di Kebaktian kedua, GKI Pondok Indah meneguhkan para Penatua, baik yang baru maupun yang diperpanjang masa pelayanannya. Peneguhan ini dilakukan oleh Pendeta Agus Susanto.
PELANTIKAN KOMISI/TIM/YAYASAN
    Pada Kebaktian Ketiga tanggal 14 September 2003, dilantik para pengurus dari Komisi/Tim/Yayasan yang telah berakhir masa pelayanannya dan digantikan dengan pengurus yang baru. Pengurus Komisi/Tim/Yayasan yang dilantik adalah Komisi Strategi dan Program; Komisi Informasi dan Komunikasi; Komisi Dewasa; Komisi Pekabaran Injil; Tim Peduli Aids dan Narkoba; Yayasan Pendidikan Kristen Tirta Marta; Yayasan Kasih.
>> Arsip
 

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003