|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
| Antar
Kita |
|
30
Juni 2003
Juni 2003 |
|
|
| JALAN SANTAI
KLASIS JAKARTA II |
Acara diprakarsai oleh Komisi Dewasa Klasis Jakarta II,
dan di kelola oleh Komisi Dewasa GKI Maleo. Acara bersama
yang pertama telah diadakan di tahun 2002 di GKI Cinere
berupa bazaar GKI dan makanan.
Acara tersebut diadakan pada hari Sabtu, 7 Juni 2003 mulai
pk 6:30 pagi, diikuti oleh seluruh GKI di Klasis Jakarta
II. Setiap gereja diwakili oleh 20 orang ditambah dengan 2
orang wakil untuk membantu Panitia.
Peserta dibagi dalam beberapa tim di mana di dalam setiap
tim ada 2 orang perwakilan dari setiap gereja. Jadi total
ada 10 tim. Dengan demikian peserta diharapkan dapat
berkenalan dan berinteraksi dengan rekan satu tim yang
berasal dari gereja lain.
Penilaian perlombaan meliputi kerapihan dan kekompakan
berbaris dan juga pengerjaan soal-soal yang diberikan di
setiap pos. Total ada 3 pos. Dinilai juga yell tim yang
dilakukan di tempat finish.
Acara ditutup sekitar jam 9:30 dengan acara sumbangan
acara dari masing-masing gereja dan pembagian hadiah. Tim
GKI Pondok Indah secara spontan menyumbang acara poco-poco.
(Chandra, Suria)
BANTUAN ALKITAB UNTUK SD 08 (Petang) PESANGGRAHAN
Komisi Pekabaran Injil GKI Pondok Indah pada hari Sabtu,
21 Juni 2003, menyerahkan sebanyak 31 buah Alkitab untuk
para siswa Sekolah Dasar (SD) 08 (Petang) Pesanggrahan,
Jakarta Selatan.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Sdr. Arman dari Komisi
Pekabaran Injil dan diterima oleh Bpk. Sugiman mewakili
Kepala SD 08 (Petang) Pesanggrahan dengan disaksikan oleh
Bpk. Martin B. Naffi dari Komisi PI, Ibu Yusliah, guru
Pendidikan Agama Kristen (PAK) dan ibu Titin, seorang
guru, serta beberapa siswa dari sekolah tersebut.
Dalam sambutannya Pak Martin mengatakan hendaknya bantuan
tersebut dapat bermanfaat bagi pembinaan iman anak-anak
didik beragama Kristen di sekolah ini.
Sebelum meninggalkan sekolah tersebut, diserahkan pula
sebuah kenang-kenangan berupa sebuah jam dinding untuk SD
08 (Petang). (skt)
|
| GKI PONDOK INDAH
KINI PUNYA PERPUSTAKAAN |
Gereja Kristen Indonesia (GKI)
Pondok Indah kini sudah memiliki sebuah perpustakaan
setelah diresmikannya perpustakaan tersebut dalam
suatu ibadah yang berlangsung hari Sabtu 21 Juni
2003 lalu.
Ibadah peresmian perpustakaan tersebut dibuka dengan
doa oleh Ibu Nungki dan kemudian dipimpin oleh Sdri.
Riani J. Suhardja, di mana dalam kesempatan tersebut
Sdri. Riani mensitir dari Kolose, di mana di situ
diungkapkan agar para jemaat di Kolose untuk dapat
terus belajar dari murid-murid Yesus tentang
ajaran-ajaran Yesus. Itu semua ditujukan untuk
menjadikan mereka memperoleh keteguhan iman dan juga
hikmat serta terus memuji Tuhan.
Dalam kesempatan tersebut, Sdri. Riani juga mengutip
apa yang telah dilakukan oleh Ny. Dorothy Butler
mengenai tip untuk gemar membaca. Menurut Ny.
Butler, untuk mendorong seseorang, terutama
anak-anak gemar membaca, maka harus disediakan
buku-buku bacaan yang berwarna cerah. Selain itu,
kepada anak-anak juga harus dibacakan cerita-cerita
setiap hari. Dengan demikian, maka anak-anak akan
ikut terdorong untuk selalu haus akan bacaan-bacaan
baru.
Sementara itu, Bpk. Winanto S. Sugijo, ketua Tim
Perpustakaan, mengatakan dalam sambutannya bahwa
perpustakaan ini dapat terwujud setelah melalui
suatu pergumulan selama hampir dua tahun.
Menurut Pak Win, para senior sudah lama merindukan
adanya sebuah perpustakaan dan hal itu memperoleh
respons yang positif dari Pdt. Joas Adiprasetya yang
telah memberikan dorongan yang sangat berharga.
Selain itu, dalam upayanya untuk mewujudkan
perpustakaan ini, para senior juga banyak dibantu
oleh Ibu Lily Gunawan, yang oleh para senior
dianggap sebagai pakar di bidang perpustakaan.
Dalam pada itu, Tt. Winfried Tonken, pendamping
Komisi Senior, dalam sambutannya mengemukakan bahwa
Majelis Jemaat akan memenuhi segala kelengkapan
perpustakaan tersebut, seperti rak buku dan meja
baca.
Perpustakaan Jemaat GKI Pondok Indah ini menempati
sebuah ruangan di lantai dua Gedung Pertemuan, dan
kini perpustakaan ini memiliki koleksi sekitar 2.000
buku, di mana sebagian dari koleksi tersebut
merupakan pinjaman dari Pdt. Joas yang kini sedang
menuntut ilmu di Negeri Paman Sam. Untuk sementara,
koleksi buku tersebut belum dapat dipinjam, tetapi
jemaat yang memerlukan dapat membacanya di ruang
perpustakaan tersebut. (skt) |
| CANDLELIGHT
MEMORIAL 2003 DI GKI PONDOK INDAH |
Pada hari Sabtu, 17 Mei 2003
berlangsung Malam Renungan Nusantara 2003
(Candlelight Memorial 2003) untuk mengenang mereka
yang telah meninggal karena HIV/AIDS serta untuk
mendukung mereka yang masih hidup dengan HIV/AIDS (ODHA
& OHDA).
Tahun lalu, kegiatan serupa diselenggarakan di lebih
dari 500 lokasi di 73 negara yang tersebar di
seluruh benua, termasuk Indonesia.
Acara International AIDS Candlelight Memorial
pertama kali digelar pada tahun 1983 ketika penyebab
AIDS masih belum diketahui. Tak labih dari beberapa
penderita yang tercatat sudah terdekteksi mengidap
HIV/AIDS.
Sejak tahun 1983 wabah penyakit ini sudah merenggut
lebih dari 16 juta jiwa, dengan 34 juta jiwa lainnya
hidup dengan HIV/AIDS. Dan ketika AIDS terus
merambah berbagai komunitas di berbagai pelosok
dunia, Candlelight Memorial telah menjadi suatu
jalan bagi masyarakat untuk bertindak dengan
menunjukkan rasa kehilangan dan duka mereka akan
orang-orang yang mereka cintai, yang telah tiada
karena HIV/AIDS. Hal itu juga menguatkan komitmen
kita semua untuk memberantas wabahnya.
Untuk tahun 2003 ini, Tim Peduli AIDS dan Narkoba
GKI Pondok Indah, bersama-sama dengan komunitas
internasional lainnya, juga menggelar kegiatan
serupa, yang di Indonesia dikenal sebagai Malam
Renungan Nusantara 2003 untuk mengenang mereka yang
telah tiada karena HIV/AIDS.
Tema yang diambil untuk malam renungan ini adalah:
Remembering the Cause, Renewing Our Commitment.
Tema ini difokuskan pada peningkatan visi personal
seseorang dalam menghormati, mengenang serta
menghargai mereka yang telah terinfeksi HIV/AIDS.
Tim Peduli AIDS dan Narkoba GKI Pondok Indah,
sebagai salah satu koordinator/penyelenggara di
Indonesia untuk tahun ini juga memperluas penyebaran
informasi dengan mengadakan kegiatan serupa di luar
GKI Pondok Indah, dan untuk itu akan digelar
kegiatan serupa di GKI Kebayoran Baru.
Acara renungan dan refleksi ini dipimpin oleh Pdt.
Lusindo Tobing dari GKJ Nehemia dan diisi dengan
penampilan Vocal Group Fountain Accapella dan
pembacaan puisi oleh Gindo Sitorus dari GKI
Kebayoran Baru. Tidak kurang dari 35 orang hadir
dalam malam renungan yang dimulai sejak pukul 17:00
WIB itu. (skt) |
| JEMAAT GKI
PONDOK INDAH KUNJUNGI PABRIK ALKITAB DI BOGOR |
Dalam rangkaian peringatan Hari
Ulang Tahun ke-19 GKI Pondok Indah, sejumlah jemaat
GKI Pondok Indah pada hari Jumat 22 Juni 2003
mengadakan suatu kunjung-an ke pabrik Alkitab
milik Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) di Bogor.
Selama kunjungan tersebut, mereka memper-oleh
gambaran mengenai seluk-beluk penerbitan Alkitab,
mulai dari saat penterjemahan sampai pencetakan dan
penjilidan. Juga kepada mereka diberikan pula latar
belakang mengenai didirikannya Lembaga Alkitab yang
pertama di dunia, yaitu di Inggris.
Penjelasan diberikan oleh Ibu Trisnitati Siahaan dan
Bpk. P.G. Katoppo dari Departemen Penterjemahan
Alkitab LAI.
Menurut Ibu Siahaan, berdirinya The Bible Society (Lembaga
Alkitab) di Inggris pada 7 Maret 1804
dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan akan Alkitab
yang sangat mendesak oleh jemaat di Inggris pada
waktu itu.
Lembaga Alkitab ini didirikan oleh Thomas Charles,
seorang pemilik toko buku di sebuah kota kecil di
Inggris, yang tergerak setelah seorang bocah, Marry
Jones, dengan uang hasil tabungannya, berjalan kaki
sejauh 40 km dari rumahnya di pedusunan datang ke
tokonya untuk membeli sebuah Alkitab. Namun, setelah
sampai di toko tersebut ternyata hanya tinggal
sebuah Alkitab yang sudah dipesan oleh orang lain.
Si Marry Jones kecil tetap bersikeras untuk membeli
Kitab Suci tersebut, dan dia juga mengisahkan bahwa
ia telah mengumpulkan uang tersebut selama sekitar
enam tahun sejak ia berusia delapan tahun. Tersentuh
oleh kisah tersebut, maka dengan penuh suka cita
Thomas Charles menyerahkan buku tersebut kepada si
bocah perempuan tadi.
Sejak saat itulah maka Thomas Charles bersama
teman-temannya berupaya untuk dapat menerbitkan
Alkitab dengan harga yang terjangkau. Kemudian
langkah ini juga diikuti oleh negara-negara lain di
seluruh dunia dan di Indonesia sendiri LAI baru
terbentuk pada tahun 1954 atau hampir 50 tahun yang
lalu.
Sementara itu, Bpk Katoppo menjelaskan bahwa untuk
menerbitkan sebuah Alkitab diperlukan waktu antara
enam sampai sembilan tahun untuk menterjemahkan dari
bahasa Ibrani dan bahasa Yunani ke dalam bahasa
Indonesia dan juga ke dalam bahasa-bahasa daerah
lainnya di Indonesia.
Seperti diketahui, di Indonesia sendiri terdapat
tidak kurang dari 700 bahasa daerah (dialek), di
mana sejauh ini LAI baru berhasil menterjemahkan
secara utuh (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru)
sebanyak 31 bahasa daerah.
Selain itu telah diterjemahkan pula sebanyak 68
bagian-bagian dari Alkitab ke dalam berbagai bahasa
daerah. Seluruhnya sudah ada sekitar 168 terjemahan
Alkitab, baik yang secara utuh diterjemahkan maupun
hanya bagian-bagiannya saja, seperti Mazmur, Injil
Matius, Injil Lukas dll.
Setelah memperoleh penjelasan mengenai proses
penterjemahan tersebut, rombongan kemudian
melanjutkan perjalanan menuju ke percetakan LAI di
daerah Nanggawer, Ciluar, di bagian utara Bogor.
Di percetakan ini, dengan antusias para anggota
jemaat GKI Pondok Indah mendengarkan
penjelasan-penjelasan yang diberikan oleh para
petugas mengenai proses dari pengetikan naskah,
koreksi, penyusunan layout, pemindahan naskah ke
dalam film, sampai ke proses pencetakan.
Setelah proses pencetakan, baru kemudian dijilid,
yang ternyata harus melalui berbagai tahapan, antara
lain penjahitan, pemasangan tanda-tanda bagian
Alkitab, pengeleman, pemotongan dan tahap akhir
adalah pemberian sampul. Proses ini seluruhnya harus
melewati tidak kurang dari 15 tahapan.
Setelah puas menyaksikan proses pembuatan Alkitab,
sebagian dari jemaat juga menyempatkan diri untuk
ngeborong Alkitab untuk oleh-oleh dan
kenang-kenangan bagi sanak saudara, baik yang ada di
Jakarta maupun di luar kota.
Rombongan jemaat GKI Pondok Indah mening-galkan
gereja menuju Bogor sekitar pukul 12:00 siang dan
tiba kembali di Pondok Indah tepat pukul 17:00 WIB.
(skt) |
|
>> Arsip
|
|
|
| |
|
|
|