Antar Kita
30 Mei 2003
April-Mei 2003
PERAYAAN PASKAH DAN PELAYANAN KESEHATAN DI DESA KEMANG
    Perayaan Paskah 2003 di Pos Pelayanan PI Desa Kemang, Bogor, pada hari Minggu, 20 April yang lalu, mempunyai makna tersendiri bagi warga setempat, karena pada hari tersebut juga berlangsung upacara baptis/sidi untuk salah seorang anggota jemaatnya, yaitu Mak Ai.

    Sudah lebih dari tiga tahun Mak Ai mendambakan untuk dapat dipermandikan sebelum dipanggil Sang Pencipta dan hari itu sungguh merupakan suatu hari yang tak terlupakan bagi kehidupan Mak Ai, yang kini berusia mendekati 90 tahun itu.

    Baptis/sidi untuk Mak Ai dilayani oleh Bpk. Pendeta Tumpal Tobing, yang juga mempimpin upacara perayaan paskah di Desa Kemang tersebut.

    Perayaan Paskah kali ini mengambil tema “Cinta Membuka Hati” dan ini merupakan perayaan Paskah yang kelima kalinya diselenggarakan di Desa Kemang semenjak dimulainya kegiatan Pos Pelayanan PI di Desa Kemang.

    Perayaan Paskah ini dimeriahkan pula dengan penampilan-penampilan paduan suara Ibu-ibu Desa Kemang dan atraksi dari anak-anak Sekolah Minggu Desa Kemang.

    Selain Mak Ai, sebenarnya masih banyak lagi warga Desa Kemang yang ingin dibaptis, namun mereka ini masih harus mengikuti semacam Katekisasi sederhana sesuai dengan tingkat pemahaman mereka.

    Proses menuju ke arah itu kini tengah dirintis oleh Mabid Pembinaan di mana Katekisasi akan dilakukan oleh Sie Katekisasi dari Mabid trersebut.

    Seusai pelayanan Perayaan Paskah dan ramah tamah, kegiatan selanjutnya adalah pelayanan kesehatan yang diselenggarakan secara bersama antara Komisi Pekabaran Injil dan Komisi Dikkesra.

    Pelayanan kesehatan ini dilayani oleh empat dokter umum dan seorang dokter gigi dan melayani tidak kurang dari 120 orang warga desa setempat, dimulai sejak pukul 11:00 WIB dan berakhir sekitar pukul 13:30 WIB.

    Dalam melaksanakan pelayanan tersebut, para dokter tadi dibantu oleh tenaga-tenaga dari Klinik Yayasan Kasih GKI Pondok Indah dan juga ibu-ibu dari baik Komisi Dikkesra maupun Komisi Pekabaran Injil.

    Setelah pemeriksaan, para pasien kemudian menerima obat-obatan serta bingkisan berupa perlengkapan mandi, seperti sabun mandi dan pasta gigi. (skt)
PERAYAAN PASKAH BERSAMA PARA PENGHUNI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PALEDANG, BOGOR
    Hampir seratus orang, pria dan wanita, penghuni Lembaga Pemasyarakatan Paledang, Bogor, pada hari Selasa 22 April 2003 yang lalu turut serta mengambil bagian dalam Kebaktian Perayaan Paskah 2003 di aula lembaga tersebut.

    Mereka terdiri dari para napi (narapidana) dan tahanan titipan dari Kejaksaan yang masih menunggu proses persidangan pengadilan lebih lanjut.

    Kebaktian dipimpin oleh Pdt. Purboyo W. Susilaradeya dari GKI Pondok Indah, sementara acara-acara lain diisi oleh warga dalam sendiri maupun gereja-gereja pendukung lainnya seperti GPIB Sumber Kasih, yang tergabung di dalam Kelompok Kerja PGI Untuk Pelayanan di Lembaga Pemasyarakatan.

    Dalam khotbahnya Pdt. Purboyo antara lain mengungkapkan makna kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus untuk menyelamatkan dunia dan isinya, termasuk manusia, dari segala dosa. Banyak di antara warga dalam yang merasa tersentuh oleh khotbah Pdt Purboyo, yang mengambil tema “Damai Sejahtera Bagi Kamu.” Hal ini nampak terlihat jelas dari linangan air mata mereka selagi secara khusuk mendengarkan khotbah tersebut.

    Tampak di antara pengikut acara kebaktian adalah Benget Siahaan, terpidana mati yang terlibat dalam pembunuhan dengan cara mutilasi di daerah Cibubur beberapa waktu yang lalu, di mana korbannya ditemukan di luar sebuah rumah makan di daerah Puncak. Benget Siahaan pada kesempatan tersebut juga menyampaikan kesaksian berupa pujian tunggal.

    Ada sesuatu yang terasa aneh dalam perayaan paskah kali ini di LP Paledang, karena di antara warga dalam tersebut terdapat sejumlah perempuan.

    Menurut Ibu Susy Andriani, pembina mereka, sebagian dari para wanita tersebut terlibat dalam kasus narkoba dan penipuan dan kini mereka ini masih berstatus tahanan titipan dari Kejaksaan Negeri Bogor.

    Dikatakan selanjutnya oleh Ibu Susy bahwa seluruh penghuni LP Paledang berjumlah sekitar 1.200 orang terdiri dari napi dan tahanan titipan, baik pria maupun wanita. Dari sejumlah tersebut, 95 orang di antara mereka adalah Kristen, baik Protestan maupun Katolik.

    Pada kesempatan tersebut, Pokja PGI juga menyerahkan kenang-kenangan untuk warga dalam LP Paledang, berupa sebuah pompa air, yang diterima oleh Bpk. M. Nur yang mewakili Kepala LP.
    Dalam pelayanan di LP Paledang tersebut, Pdt. Purboyo didamping oleh Bpk. Martin B. Naffi dari Komisi Pekabaran Injil, Bpk. Arif Hidayat dari Komisi Pelawatan, Ibu Maureen Sumarsono dari Tim Pasutri, Bpk. Jan Watung dari Komisi Senior dan Tim Kasut. (skt)
GKI PONDOK INDAH BANTU POSYANDU KEMUNING DI CILANDAK BARAT
    Sekali lagi, GKI Pondok Indah, melalui Komisi Dikkesra, mengulurkan bantuan berupa dana sebesar Rp 200.000,- per bulan kepada Posyandu Kemuning di Rw 012 Kelurahan Cilandak Barat. Dana tersebut dimaksudkan untuk penyediaan makanan tambahan bagi anak-anak di bawah usia lima tahun (Balita) pengunjung tetap Posyandu tersebut.

    Penyerahan bantuan tersebut dilakukan dalam suatu acara di Balai RW setempat pada tanggal 9 Mei 2003 yang lalu. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Ibu Soekini Soekarno, mewakili Komisi Dikkesra, dan diterima oleh Ibu Sri Mudjiono, Ketua PKK setempat, mewakili Pengurus Posyandu Kemuning, dengan disaksikan oleh tokoh masyarakat setempat, Pengurus Posyandu serta Bapak dan Ibu Martin B. Naffy serta Bpk S. Soekamto dari GKI Pondok Indah.

    Pak Kamto dalam sambutannya mewakili Majelis Jemaat GKI Pondok Indah mengemukakan bahwa bantuan tersebut merupakan kepedulian gereja terhadap lingkungan dan masyarakat, sesuai dengan visi dan misi dari GKI Pondok Indah.

    “Hendaknya bantuan ini jangan dilihat dari nilainya, tetapi dari ketulusan kami dalam mengulurkan bantuan,” katanya.

    Pada kesempatan tersebut, Ibu Sri Mudjiono juga melaporkan tingkat kehadiran anak-anak Balita di Posyandu tersebut. Menurut Ibu Sri, setiap kali kegiatan, yaitu setiap tanggal 12, dihadiri tidak kurang dari 75 anak.

    Dalam perkembangan selanjutnya, Komisi Dikkesra juga akan memberikan bantuan bagi anak-anak Balita, yang menurut catatan dalam KMS (Kartu Menghitung Sendiri) berada dalam kondisi kurang gizi (berada di bawah garis merah). Bantuan tersebut nantinya akan berlangsung selama tiga bulan berturut-turut berupa susu dan lain sebagainya untuk memicu pertumbuhan dan perkembangan gizi anak.

    Sejauh ini Komisi Dikkesra telah membantu enam Posyandu, yaitu empat di Bintaro dan dua di Cilandak Barat. Dengan tambahan bantuan ini, maka jumlah Posyandu yang memperoleh bantuan dari GKI Pondok Indah menjadi tujuh buah. (skt)
CANDLELIGHT MEMORIAL 2003 DI GKI PONDOK INDAH
    Pada hari Sabtu, 17 Mei 2003 berlangsung Malam Renungan Nusantara 2003 (Candlelight Memorial 2003) untuk mengenang mereka yang telah meninggal karena HIV/AIDS serta untuk mendukung mereka yang masih hidup dengan HIV/AIDS (ODHA & OHDA).

    Tahun lalu, kegiatan serupa diselenggarakan di lebih dari 500 lokasi di 73 negara yang tersebar di seluruh benua, termasuk Indonesia.

    Acara International AIDS Candlelight Memorial pertama kali digelar pada tahun 1983 ketika penyebab AIDS masih belum diketahui. Tak labih dari beberapa penderita yang tercatat sudah terdekteksi mengidap HIV/AIDS.

    Sejak tahun 1983 wabah penyakit ini sudah merenggut lebih dari 16 juta jiwa, dengan 34 juta jiwa lainnya hidup dengan HIV/AIDS. Dan ketika AIDS terus merambah berbagai komunitas di berbagai pelosok dunia, Candlelight Memorial telah menjadi suatu jalan bagi masyarakat untuk bertindak dengan menunjukkan rasa kehilangan dan duka mereka akan orang-orang yang mereka cintai, yang telah tiada karena HIV/AIDS. Hal itu juga menguatkan komitmen kita semua untuk memberantas wabahnya.

    Untuk tahun 2003 ini, Tim Peduli AIDS dan Narkoba GKI Pondok Indah, bersama-sama dengan komunitas internasional lainnya, juga menggelar kegiatan serupa, yang di Indonesia dikenal sebagai Malam Renungan Nusantara 2003 untuk mengenang mereka yang telah tiada karena HIV/AIDS.

    Tema yang diambil untuk malam renungan ini adalah: “Remembering the Cause, Renewing Our Commitment.” Tema ini difokuskan pada peningkatan visi personal seseorang dalam menghormati, mengenang serta menghargai mereka yang telah terinfeksi HIV/AIDS.

    Tim Peduli AIDS dan Narkoba GKI Pondok Indah, sebagai salah satu koordinator/penyelenggara di Indonesia untuk tahun ini juga memperluas penyebaran informasi dengan mengadakan kegiatan serupa di luar GKI Pondok Indah, dan untuk itu akan digelar kegiatan serupa di GKI Kebayoran Baru.

    Acara renungan dan refleksi ini dipimpin oleh Pdt. Lusindo Tobing dari GKJ Nehemia dan diisi dengan penampilan Vocal Group Fountain Accapella dan pembacaan puisi oleh Gindo Sitorus dari GKI Kebayoran Baru. Tidak kurang dari 35 orang hadir dalam malam renungan yang dimulai sejak pukul 17:00 WIB itu. (skt)
>> Arsip
 

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003