|
|
Layanan Jemaat
|
|
| • |
Keanggotaan |
| • |
Layanan Baptisan |
| • |
Katekisasi & Sidi |
| • |
Layanan Pernikahan |
| • |
Konseling Pendeta |
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
| • |
Gerakan Orang Tua Asuh |
| • |
Balai Pengobatan |
| • |
Kunjungan |
| • |
Dukungan Posyandu |
| • |
Sumbangan Sosial |
|
|
Jejak Pendapat
|
Mohon Pendapat Anda tentang situs ini...>> |
|
Jelajah
|
Berikut adalah alamat beberapa situs yang kami rekomendasikan untuk anda... |
|
|
| |
|
|
|
 |
|
|
|
| Khotbah Minggu |
|
 |
|
23 Nopember 2008
Yehez. 34:11-16; Mat. 25:31-46
Sang Juruselamat Adalah Hakim Yang Adil |
Gambaran
Allah sebagai ‘gembala’ adalah gambaran yang populer
buat umat percaya. Salah satunya adalah yang kita baca
dalam Yehez. 34:11-15. Di sini sang gembala sekaligus
adalah ‘sang juruselamat’ yang mencari, menyelamatkan,
membalut, menguatkan dan melindungi. Sungguh
menyenangkan menjadi ‘domba’ nya Allah!
Penginjil Matius mengambil alih gambaran ‘gembala’ dan
‘binatang gembalaannya’ yaitu ‘domba’ dan ‘kambing’
(Mat. 25:32-33). Dipakai gambaran ‘domba’ dan ‘kambing’
untuk membuat perbedaan. Kali ini Allah sebagai ‘sang
gembala’ menjadi hakim yang adil. Ia menilai ‘binatang
gembalaannya’ dengan dasar teladan penggembalaanNya.
Gambaran dalam Yehez. 34:11-15 lalu menjadi sebuah
tuntutan!
Ternyata keselamatan serta kasih dan pemeliharaan Allah
bukan hanya janji buat kita namun sekaligus panggilan
kepada kita! Pada waktunya nanti Sang Gembala akan
menilai ‘binatang peliharaanNya’. Apakah mereka ‘domba’
atau ‘kambing’. Umat yang mensyukuri keselamatan dan
sekaligus menjadi juruselamat buat yang lain, atau umat
yang hanya menikmati keselamatan secara egois.
Nah, saudara, siapakah kita? Domba atau kambing?
[RDj] |
|
|
 |
|
|
|
|
|
|
|
| Christmas Countdown Corner |
Pasien Klinik - 3 Desember 2008
Kita, sebagai pengikut Kristus, dipanggil juga untuk
menolong orang-orang yang sedang diserang oleh penyakit.
Kita perlu memperhatikan mereka yang bertubuh lemah,
apalagi mereka yang tidak mampu berobat karena mengalami
kesulitan ekonomi, yang lapar dan haus akan kesehatan.
Tentunya kita sendiri juga perlu memperhatikan kesehatan
kita, dan menjaga kesehatan kita masing-masing. |
|
|
|
|
|
|
Artikel Terkini... |
|
|
Ut Omnes Unum Sint (supaya mereka semua menjadi satu) - 24 Nopember 2008
Manusia, sang ciptaan, terpisah dari ALLAH, Sang Maha
Pencipta. Ciptaan dan Pencipta jelas
tidak setara. Keterpisahan
kualitatif kita dengan ALLAH telah
menciptakan suatu jurang vertikal
yang tidak dapat di seberangi oleh
manusia, termasuk melalui segala
hasil karya cipta, rasa dan karsa
manusia, bahkan agama yang adalah
produk budaya manusia itu sendiri.
Karena hanya ALLAH yang dapat
menyatukannya kembali, maka Karya
Penyelamatan hanya dapat datang dari
ALLAH. |
|
|
Apa yang Kelihatan Mustahil bagi Manusia, Dapat Tuhan Lakukan - 24 Nopember 2008
Sungguh diperlukan mental yang kuat untuk menghadapi
teror pertanyaan-pertanyaan seperti,
“Mengapa belum punya anak,” “Untuk
apa berkarir bila nanti tidak ada
yang menikmati jerih payahnya,” “Kok
tidak berusaha ke dokter sih,” yang
meruntuhkan banyak harapan di dalam
hati seorang wanita yang tidak
memiliki anak. |
|
|
Di Wajahmu Kulihat Allah; Sebuah Refleksi Tentang Rekonsiliasi - 11 Nopember 2008
Ada banyak wajah yang bila kita
lihat serasa memutar balik dan
memunculkan kembali
kenangan-kenangan pahit bahkan
menyakitkan. Wajah-wajah yang yang
menimbulkan kembali
perasaan-perasaan negatif, kemarahan
bahkan kebencian. Mari kita ubah itu
semua. Untuk itu mari kita mulai
dari diri kita sendiri, dengan
belajar dari Yakub dan Esau.
Sehingga kiranya bila kita melihat
wajah sesama kita, kita serasa
melihat wajah Allah. Dan terutama
terhadap mereka dengan siapa kita
mempunyai ganjalan, kita dapat
berkata: “Di wajahmu kulihat
Allah...!” |
|
|
|
|
|
|
|
|
| Refleksi |
Peduli pada Alam Lingkungan - 17 Agustus 2008
Andaikata ada lebih banyak orang mau hidup seperti
Romo Tan. Andaikata ada lebih banyak orang mau
berpikiran seperti Romo Tan. Andaikata dari mimbar lebih
kerap dikhotbahkan tentang panggilan dan tanggung jawab
setiap orang percaya untuk melestarikan alam lingkungan.
Andaikata GKI Pondok Indah dapat berprakarsa seperti
Romo Tan untuk memulai sebuah usaha pelestarian alam
lingkungan yang cocok di kota, seraya memberdayakan
warganya untuk lebih ramah lingkungan. Andaikata... |
|
|
|
Renungan |
Keluarga Yang Terlibat Dalam Pemulihan Relasi Antar Manusia - 3 Nopember 2008
Kehidupan yang moderen, konsumtif, hedonis dan yang
dibelenggu oleh teknologi memberi ruang dan peluang yang
kelewat kecil bagi relasi-relasi. Maka konflik,
pertikaian bahkan permusuhan kerap terjadi, dan yang
kerapkali disebabkan oleh pementingan diri atau uang.
Atas nama upaya mengejar kemakmuran, kejujuran,
kesetiaan dan kesetiakawanan dianggap relatif. Keindahan
bahkan kebahagiaan diterjemahkan ke dalam
banyak-sedikitnya uang yang didapatkan atau yang
dihabiskan. Hidup individualistik dengan cepatnya
menggeser hidup komunal. |
|
|
|
|
Versus, Perjuangan memaknai hidup, perjuangan memaknai iman - 3 Nopember 2008
Penulis merencanakan buku ini menjadi bacaan yang sedang (tidak terlalu
berat tetapi juga tidak terlalu ringan). Intisarinya
serius untuk membangun iman, tetapi dikemas dalam
suasana sehari-hari yang santai bagi pembacanya. Banyak
contoh yang diambil dari pengalaman sehari-hari Penulis
atau orang kebanyakan (menurut pandangan penulis), yang
ditujukan agar tulisan ini dapat lebih dekat dengan
pembaca. Masing-masing bab dilengkapi dengan doa yang
berkaitan dengan permasalahan yang dibahas |
Kesucian Politik: Agama dan Politik di tengah Krisis Kemanusiaan - 13 Oktober 2008
Buku ini merupakan suatu refleksi perlawanan korban Mei 1998 terhadap
politik lupa yang sedang dan terus-menerus dirayakan
oleh rezim dalam kemasan simbolik “reformasi” dan
“peradaban bangsa”. Slogan “bersama kita bisa”
mengambang dalam tujuan dan visi politik bangsa yang
kabur dan berkabut kepentingan. Faktanya, pergantian
penguasa negara makin menumpulkan harapan, dan kita
gagal menjadi bangsa yang besar karena tidak menghargai
rakyatnya sendiri. |
|
|
Keluar dari Agama Suku Masuk ke Agama Kristen - 13 September 2008
Meskipun ditulis dengan bobot teologis yang mendalam sesuai dengan gaya pada
zamannya, buku ini tidak hanya penting bagi studi
teologis. Catatan-catatan etnografis dan antropologis
mengenai tradisi dan budaya komunitas pribumi Poso yang
tertuang dalam buku ini merupakan dokumen berharga bagi
studi-studi postcolonial |
A Life Well Lived, Rahasia Hidup Berkemenangan - 17 Agustus 2008
Bagaimanakah kita menyikapi masa-masa terbaik dan terburuk dalam hidup kita?
Setiap orang pasti punya jawabannya masing-masing, yang
lahir dari proses perenungan panjang. Jawaban dari
pertanyaan itu justru memegang kunci dari sesuatu yang
tidak datang secara otomatis. |
|
|
|
|
|
 |
Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah
@ 2003 |
|
| |