 3 Desember 2008
Pasien Klinik |
|
|
| BACAAN |
Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan
karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu,
berkatalah Ia kepadanya: Maukah engkau sembuh? ...
Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan
berjalanlah." (Yoh. 5:6, 8)
|
| REFLEKSI |
Tadi Dika bertemu dengan seorang ibu tua di gereja.
Badannya sangat lemah. Ia berjalan ke arah klinik gereja.
Ia datang sendiri ke klinik. Dika menceritakan
pengalamannya kepada ayahnya, bahwa ia bertemu dengan
pasien di klinik milik gereja.
Dika merasa kasihan kepada ibu tua itu. Awalnya ibu tua
itu menderita pegal-pegal pada punggungnya. Setelah dua
bulan, sekarang ia merasa kekuatan kedua kakinya sangat
berkurang. Ia tidak bisa berjalan dengan normal.
Dari bacaan pada hari ini, kita mendapat informasi bahwa
ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lama
sakit. Ia berbaring di serambi-serambi di tepi kolam
Betesda. Di sana banyak orang sakit yang menunggu adanya
mujizat yang mampu membuat mereka sembuh dari
penyakitnya. Kemudian, suatu ketika, Yesus melihat orang
itu, dan bertanya kepadanya, Maukah engkau sembuh?
Lalu orang itu menceritakan apa yang menyebabkan dia
belum sembuh juga. Setelah orang itu menceritakan
masalahnya, menyampaikan keluh kesahnya, dan mengakui
kekurangannya, Yesus menyembuhkan orang itu.
Dari bacaan di atas, jelas bagi kita, teladan Yesus
Kristus yang begitu peka dengan orang yang sakit. Ia
sangat peduli pada kebutuhan mereka. Tuhan Yesus
memiliki belas kasihan (compassion) terhadap mereka.
Kita, sebagai pengikut Kristus, dipanggil juga untuk
menolong orang-orang yang sedang diserang oleh penyakit.
Kita perlu memperhatikan mereka yang bertubuh lemah,
apalagi mereka yang tidak mampu berobat karena mengalami
kesulitan ekonomi, yang lapar dan haus akan kesehatan.
Tentunya kita sendiri juga perlu memperhatikan kesehatan
kita, dan menjaga kesehatan kita masing-masing.
Saudara-saudari terkasih, di tengah-tengah pelayanan
kita bagi masyarakat, kita perlu lebih memberi perhatian
lebih pada orang-orang miskin. Misalnya, kita perlu
lebih memperhatikan mereka yang datang ke klinik. Allah
sudah memberikan karunia (Yunani: makarios) kepada kita.
Selanjutnya, melalui kitalah, kasih karunia Allah dapat
mereka rasakan juga. Melalui pelayanan kita, Kristus
dapat berkata kepada mereka, Bangunlah, angkatlah
tilammu dan berjalanlah.
|
| DOA |
Ya Tuhan, berilah kami kekuatan dan kesehatan bagi diri
kami masing-masing, begitu juga dengan pasien-pasien
klinik. Ya Tuhan, berkatilah pelayanan para pekerja di
klinik. Di dalam Kristus, Sang Tabib Agung, kami memohon.
Amin.
|
| SARAN UNTUK AKSI |
Jika suatu waktu Anda datang ke GKI Pondok Indah pada hari
biasa, Anda akan melihat banyak banyak orang datang
berobat di klinik gereja. Duduklah beberapa menit
bersama mereka. Sapalah mereka. Tanyakan, apa keluhan
mereka. Lalu, berikan semangat serta harapan, agar
mereka cepat sembut.
Juga, tak ada salahnya, jika kita mengucapkan terima
kasih atas pelayanan kasih para dokter dan suster di
klinik umum dan gigi kita.
|
|
>> Arsip
|
|
|
| |
|
|