Ibadah Online
Renungan Harian
  • Tak Gentar Oleh Ketakutan

    Ayub 39:13-25

    Ia menertawakan kedahsyatan dan tak pernah ketakutan; ia pantang mundur menghadapi pedang. (Ayub 39:25)

    Bayangkanlah seekor kuda perang dalam parade militer. Ia tidak takut suara terompet atau guntur di langit. Saat kepanikan melanda di sekelilingnya, kuda itu tetap tegak, gagah, seolah tahu tugasnya adalah maju, bukan mundur. Tuhan memakai gambaran ini untuk mengingatkan Ayub dan kita semua. Sesungguhnya keberanian bukan milik mereka yang tidak pernah takut, melainkan mereka yang tetap melangkah meskipun ada ketakutan.

    Ayub 39 adalah bagian dari jawaban TUHAN kepada Ayub yang mengeluh karena penderitaan. TUHAN menunjukkan kebesaran-Nya lewat ciptaan: burung unta yang aneh dan kuda yang berani. Dikatakan bahwa kuda menertawakan kedahsyatan dan tak pernah ketakutan. Kuda tidak gentar oleh ketakutan melainkan melampauinya. Allah tidak hanya menciptakan, tetapi juga membekali ciptaan-Nya dengan sifat khusus sesuai perannya. Jika kuda dibentuk untuk berperang tanpa gentar, apalagi manusia yang diciptakan segambar dan serupa dengan Allah. Kuasa TUHAN memberi kita kekuatan dan keberanian untuk menghadapi tantangan.

    Hidup kita sering terasa seperti medan perang. Ada konflik, kehilangan, krisis, dan ketidakpastian. Namun, Tuhan memanggil kita untuk tidak gentar oleh ketakutan. Ketakutan itu nyata, tetapi penyertaan Tuhan jauh lebih nyata. Mari melangkah dengan iman. Jangan biarkan ketakutan menghentikan langkah kita, sebab Tuhan selalu mengalirkan kuasa-Nya untuk menguatkan kita. [Pdt. Sri Agus Patnaningsih]

    DOA:
    Ya Tuhan, jadikan hati kami tak mudah gentar oleh ketakutan. Berilah kami keberanian menghadapi tantangan dengan iman. Amin.

    Ayat Pendukung: Ayb. 39:13-25; Mzm. 29; 1 Kor. 12:4-13
    Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Khotbah Minggu
  • Memberitakan Sang Trinitas

    Kej. 1:1 - 2, 4a; Maz. 8; 2 Kor. 13:11 - 13; Mat. 28:16 - 20

    “Temani pakai suara ya!” Demikian permohonan anak saya ketika masih kanak-kanak. Layaknya, semua anak pada umumnya, dia takut kalau harus ke kamarnya, di atas, sementara kami berkegiatan di bawah. Padahal dia harus naik, untuk mengambil sesuatu. Biasanya, saya akan menemaninya, lewat kalimat-kalimat yang saya ucapkan dengan suara lebih keras hingga dia kembali. Suara saja, cukup menenangkan dia, dan membuatnya berani.

    Dalam Injil Matius, yang menjadi bacaan kita hari ini, ada satu teologi yang sangat penting, bagi setiap orang percaya, yakni penyertaan Allah. Ayat 20, adalah sebuah janji penyertaan yang disampaikan Yesus, dan bukan penyertaan yang terbatas. Yesus mengatakan: “Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.” Teologi ini juga sangat banyak terdapat dalam surat-surat Paulus, termasuk di bacaan kita hari ini, “Allah, sumber kasih dan damai sejahtera, akan menyertai kamu!”

    Mengetahui bahwa kita disertai, membuat kita merasa tenang dan berani. Ketenangan dan keberanian dalam menghadapi segala hal yang ada dalam perjalanan hidup kita. Ketenangan dan keberanian yang juga sangat kita perlukan saat memberitakan Sang Trinitas di hidup kita. Setiap kita, yang saat ini digempur derasnya informasi, yang terus membawa berita-berita tentang berbagai hal buruk dari para pengusaha, pembuat kebijakan di pemerintahan, politisi dan lainnya, sangat mungkin lama-lama membuat kita tak lagi punya keberanian memperjuangkan kebenaran, menunjukkan integritas sebagai anak Allah.

    Memberitakan Sang Trinitas, bisa dimulai dengan menyadari penyertaan-Nya yang kita dapatkan senantiasa hingga akhir zaman. Tidak hanya dalam bentuk suara-Nya tetapi juga dalam kasih dan kuasa-Nya. Kita dapat melakukan tugas kita, peran kita dalam hidup ini, sesuai nilai-nilai kerajaan Allah. Itu saja, sudah akan membuat dunia mengenal-Nya. Selamat memberitakan Sang Trinitas. (DM)

Antar Kita
  • WEEKEND PASUTRI
    WEP adalah singkatan dari Weekend Pasangan Suami Istri, suatu program belajar bersama selama 3 hari 2 malam untuk pasangan suami istri baik yang baru menikah atau sudah beberapa waktu menjalani pernikahan. Fokus pembelajaran adalah mengenai bagaimana meningkatkan kualitas berkomunikasi...
  • GKI ORCHESTRA: Kidung Pengharapan
    Sekilas tentang GKI Orchestra GKI Orchestra merupakan ruang bagi remaja-pemuda dari seluruh GKI untuk memberikan talenta dan kerinduannya dalam melayani Tuhan melalui bidang musik. Terbentuk pada tahun 2017 silam, mereka menamai dirinya sebagai “GKI Orchestra” pada pelayanan perdananya di...
  • Mata Air Kasih-Nya
    Yesus adalah Raja, ya benar, tetapi Ia berbeda dari raja yang lain. Sebuah Kerajaan, memiliki bendera, apapun modelnya, bahkan sesederhana selembar kain. Bendera ini membangkitkan kesetiaan emosional dan mendorong mereka yang tergabung di dalamnya untuk melakukan sesuatu. Bendera itu,...
Video GKIPI
Teologis
Allah yang Menghadirkan Diri
Kehadiran sesama dalam hidup kita merupakan faktor yang sangat berharga, karena setiap orang penting bagi yang lain, baik dalam skala kecil maupun luas. Interaksi...
Pelayanan yang Panjang
Kisah Para Rasul 19:1-41
Kisah Para Rasul merupakan buku kedua yang dituliskan oleh Lukas kepada Teofilus, dengan tujuan mencatat apa yang dilakukan oleh murid-murid Yesus di masa setelah...
Puasa: Laku Spiritual di Masa Prapaska
Dalam perjalanan hidup sebagai seorang Kristen, pernahkah kita berpuasa? Meskipun puasa sudah tidak asing dipraktikkan oleh umat Allah pada masa lalu, tetapi tak jarang...
Pastoralia
KAMI BERTANYA
KAKAK PENDETA MENJAWAB
Kak, kenapa kalau saya disuruh ikut doa sama papa mama kok ngantuk terus nggak konsentrasi, apalagi kalau doanya lama? Waaaah kakak Pendeta juga suka...
Yesus yang Sulung
Bapak Pendeta yang baik, Mohon pencerahan dari Bapak perihal kebangkitan orang mati. Dalam Kolose 1:18 dikatakan bahwa: Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang...
Kerajaan Surga vs Kerajaan Allah?
Bapak Pendeta yang baik, 1. Apakah sebenarnya yang disebut dengan Kerajaan Allah itu? Samakah ia dengan Kerajaan Surga? Saya sering mendapat penjelasan yang berbeda-beda...
Humanis
Aku mencari wajah-mu, Tuhan…
Kesaksian Dapot Parulian Pandjaitan
Berharga di mata Tuhan (kematian) semua orang yang dikasihi-Nya (Mazmur 116:15) Oops… Kematian? Suatu kata yang sering dihindari orang untuk dibicarakan karena tetap masih...
Kasih-Nya Mengalir
Namanya Helen Jayanti, biasa dipanggil Helen. Saat ini sedang menjalani Praktek Jemaat 1 di GKI Pondok Indah. Lulusan dari UKDW Yogyakarta dan asal gerejanya...
THE ART OF LISTENING
Menjadi pendengar yang baik? Ah, semua juga bisa! Tapi apakah sekadar mendengar bisa disamakan dengan menjadi pendengar yang baik? Komunikasi secara sederhana dapat diartikan...
Kontemplasi
Allah hadir bagi kita
Biarkanlah, biarkanlah itu datang, ya Tuhan. Kami berdoa pada-Mu, biarkanlah hujan berkat turun. Kami menanti, kami menanti. Oh hidupkanlah kembali hati semua orang. (Refrein:...
Belas Kasihan vs Kasihan (Compassion vs Pity)
Belas kasihan menjadi tema yang banyak digaungkan dalam ruang ruang berkomunitas. Tanpa kecuali, Gereja juga sering mendiskusikannya dalam perannya sebagai misi Allah di tengah...
MENCINTA DENGAN SEDERHANA
Aku Ingin Aku ingin mencintaimu ciengan sederhana: dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:...
Artikel Lepas
Kami Juga Ingin Belajar
Di zaman ini, dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat, manusia justru diperhadapkan dengan berbagai macam masalah sosial seperti kesenjangan, kemiskinan, pengangguran,...
KESAHAJAAN
Dalam sebuah kesempatan perjumpaan saya dengan Pdt. Joas Adiprasetya di sebuah seminar beberapa tahun lalu, ia menyebutkan pernyataan menarik yang dikembangkannya dari kata-kata Henry...
Tidak Pernah SELESAI
Dalam kehidupan ini, banyak pekerjaan yang tidak pernah selesai, mulai dari pekerjaan yang sederhana sampai pekerjaan rumit seperti mengurus negara. Pekerjaan domestik rumah tangga...